Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama


Psikodrama memiliki 3 tahapan utama, yaitu Warming Up, Action, dan Refleksi atau Integrasi. Nah, tulisan ini adalah untuk panduan pada tahap ke 3 dari Tahapan Psikodrama yaitu Refleksi atau Integrasi. Aku dapatkan dari materi acara retret online via zoom yang disampaikan oleh Rm Petrus Sunu Hardiyanta, S.J.

Dalam retret tersebut ada refleksi dan Rm Sunu SJ, memberikan panduan refleksinya secara tertulis. Pada akhir acara aku minta ijin dari Beliau untuk aku gunakan dalam praktek psikodrama dan menuliskan ulang di sini agar dapat dipelajari dan dilakukan banyak orang. Beliau mengijinkannya.

Yuks kita pelajari bersama dan mempraktekkan Percakapan 3 Putaran. Lanjutkan membaca “Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama”

Menjadikan Musik sebagai Mood Booster


Mood booster terdiri atas dua kata dalam bahasa Inggris, yang jika diartikan secara harfiah, mood berarti perasaan atau suasana hati, sementara booster berarti pendorong atau pendongkrak. Jika digabung, mood booster adalah sesuatu yang bisa bikin Anda kembali senang, ceria, dan bersemangat lagi setelah mengalami kejadian yang buruk.

jika hatimu gundah

ingin bersemangat

lebih berkonsentrasi

dengarkan musik

banyak tawaran di youtube

yang sudah menentukan mood apa yang diinginkan

cukup dengarkan

dan tidak ada satu menit mood sudah berubah mengikuti musik

pilih mana saja, sedih, gembira, berani,

hidup jadi berwarna warni

tidak merasa sendiri

ini juga sehat mental

karena ini juga masuk dalam musik terapi.

eh,… bisa juga membantu study

selamat menikmati musik

hati hati terhadap lirik nya ya, jika ingin konsentrasi belajar, malah nanti ikut nyanyi ngga jadi belajar,…wkwkwk

dan tertikam kenangan, Ambyar dech

yuks, siapa yang selalu ditemani musik saat mengerjakan tugas ?

mari berbagi di sini !

Yogyakarta 15 Juni 2021

Retmono Adi

How Wonderful Life Is While You’re In The World, Sebuah Cerita Menjadi Dewasa


Aku kembali ke tempat itu lagi. Kali ini tidak berniat untuk minum sampai mabuk berat. Inginku hanya meneguk sedikit demi mengenang pertemuan janggal kita beberapa tahun silam.

Pertemuan itu diawali ketika kita duduk di kursi bar berhadapan dengan meja panjang di mana kita bisa menyaksikan para bartender sedang sibuk mengurusi botol-botol minuman beralkohol. Kala itu kita duduk hampir bersebelahan, hanya ada satu kursi kosong yang menghalangi kita. Saat aku masih sadar, sekilas kuperhatikan wajahmu yang tertekuk lesu memandangi gelasmu. Kau hanya memesan air mineral.

Lanjutkan membaca “How Wonderful Life Is While You’re In The World, Sebuah Cerita Menjadi Dewasa”

Coretan Lama 53; Rindukan Aku, Sesempatmu Saja


 Kujumpai satu kalimat kutipan pada dinding di sebuah kafe.

Bunyinya begini,

“Rindukan aku, sesempatmu saja.”

Lalu dalam hati kutambahkan,

“Dan jangan dipaksakan bila rindu itu memang tidak pernah ada. Barangkali itu adalah pertanda bahwa memang sejatinya kita tidak ditakdirkan untuk bahagia bersama.”

 

Kartasura, 14 April 2019

Qanifara

Coretan Lama 52; Menjadi Dewasa Tidak Sederhana


Ketika pulang,

pikiranku seperti melayang.

Hatiku rasanya

seperti terbagi-bagi.

Ingin kurebahkan

tubuh sambil bicara.

Rasanya seperti menonton film suram.

Lalu terperangkap

dalam layar kaca.

Menjalani adegan demi adegan.

Ah, mungkin aku saja

yang terlalu mendalami cerita-cerita gelap mereka.

Namun satu hal yang kusadari

bahwa proses menjadi manusia dewasa

memang tidak pernah sederhana.

 

Kartasura, 31 Mei 2019

Qanifara

Coretan Lama 51; Sibuk Mencari Pembenaran


Dalam setiap pertengkaran,

kebanyakan dari kita terlalu sibuk mencari pembenaran.

Lalu berakhir pada kesalahpahaman

yang tak terlupakan

bahkan tak termaafkan.

Kita terlalu sering menuntut perubahan

dalam diri orang lain.

Seringnya kita lupa untuk belajar

mencari pemahaman

dari berbagai sisi.

Bisa saja sosok

yang selama ini kita butuhkan,

tidak ada dalam dirinya.

Begitu pula sebaliknya.

Maka tak heran

bila kita sudah saling memiliki

tetapi kita masih sibuk mencari-cari.

Ketika penerimaan

tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan.

 

Kartasura, 13 April 2021

Qanifara

Coretan Lama 50; Hidup Bersama untuk Dapat Melihat Harapan


Dilahirkan dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang jauh dari kata ideal,

bagi anak sepertiku,

kehidupan pernikahan sangatlah rumit.

Tapi satu hal yang kupelajari.

Mungkin fisik dapat membuat kita tertarik.

Tetapi karakter dan pemikiran

yang sejalan dapat membuat kita lebih nyaman

dan mampu bertahan bersama pasangan.

Bertahan bukan karena paksaan

tetapi karena ketika kita bersama,

kita dapat melihat adanya harapan.

 

Kartasura, 27 September 2018

Qanifara

Coretan Lama 49; Lebih Baik Sendiri, daripada Saling Menyakiti


Inginku sederhana.

Dapat terbangun dan menjalani hari

tanpa harus menahan emosi

yang tak bisa disalurkan,

tanpa harus bersusah payah

menyatukan kepala-kepala

dengan pemikiran

yang memang tidak sejalan

yang menyebabkan kesalahpahaman

tak berujung.

Meskipun mungkin hanya tinggal bersama seekor kucing.

Sebab bagi orang ringkih sepertiku,

lebih baik sendiri

daripada bersama tapi saling menyakiti.

 

Kartasura, 12 Agustus 2018

Qanifara

Coretan Lama 48; Manusia Kerap Tidak Bisa Memilih


Manusia kerap tidak bisa memilih

dengan siapa kelak mereka akan dipertemukan.

Begitu pula dengan siapa mereka

akan lebih sering didekatkan.

Yang bisa mereka lakukan

adalah membenahi, meluruskan, dan memperkuat tujuan hidup.

Sebab satu yang selalu kuyakini

bahwa kelak Tuhan akan mempertemukan

dan mendekatkan diri kita

pada orang-orang

yang memiliki tujuan hidup yang sama

dengan kita.

 

Kartasura, 15 Oktober 2016

Qanifara

Coretan Lama 47; Menanti Perubahan Diri


Kini tiada yang kunanti

selain perubahan diri.

Sebab selalu saja

kulakukan kesalahan

yang sama dari hari ke hari.

Tapi sebelum itu,

barangkali,

sesering mungkin

aku perlu menepi

pada yang sanggup melengkapi.

 

Kartasura, 25 Februari 2017

Qanifara