Di Mana Lagi Akan Kau Sembunyikan Puisi ?


Beberapa hari ini aku dapatkan flyer-flyer pengumunan di media sosial, tentang pembacaan puisi yang akan dilakukan di sudut sudut kotaku. Rupanya kalian sudah tak mampu lagi menyimpan gelisahmu itu. Gelisah yang kau balut dalam diam, dalam senyum palsu, dalam foto-foto selfie indah dan tampak bahagia.

Gelisah itu adalah pemberontakan dari Nurani yang terjebak dalam Super Egomu. Super Egomu yang kau bangun sendiri sebagai perlindungan untuk ketakutanmu, menjadi Benteng cantik munafik, topeng tebal berlapis bebal.

Gelisah menyesah mendesah mereka-reka mewujud kata. Kata-kata itu sudah mulai menyeruak di tenggorokan untuk segera kau suarakan. Selama ini hanya kau tulis di buku atau secarik kertas dan kau simpan saja dalam laci meja kerjamu. Bahkan ada juga yang hanya kau simpan dalam darahmu, hingga mengental melambat alirannya menuju jantung dan otakmu.

Kata-kata adalah puisi, berasal dari nurani. Telah tiba saatnya mewarnai dunia. Mari sambut dengan suka cita, meski duka dan lara masih arus utama hingga tinggallah Perjuangan untuk pelaksanaannya.

 ….. dan Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata ~ WS Rendra

 

Yogyakarta, 28 Agustus 2019

Retmono Adi

 

Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame


Konseling, 28 June 2019

Aku mendapat klien, dengan permasalahan kesulitan berhubungan dengan Orang Tuanya. Perempuan, usia 20-an tahun, Karyawati sebuah perusahaan Nasional, status belum menikah, Sarjana S1. Posisi kerjanya di bagian Administrasi.

Setelah perkenalan dan menceritakan latar belakang permasalahan yang dihadapinya. Aku menanyakan film apa yang terakhir dia tonton. Ia menjawab, Avengers Endgame. Karena aku juga mengikuti film Avengers, dan mengenal karakter tokoh tokohnya, maka aku mencoba menggunakan teknik Proyeksi dalam proses konseling ini. Lanjutkan membaca “Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame”

Saat Jantungku Masih Berdetak, Aku Bersyukur,….


Awalnya biasa saja, seperti seseorang menemukan hal baru dan merasa bergairah. Jantung ku berdegup lebih kencang. Tapi ini gairah yang berbeda. Ini bukan rasa menyenangkan seperti degup jatuh cinta. Ini sensasi aura kemarahan yang terpapar melalui udara. Semacam itu kira-kira yang terimajinasikan dalam benakku. Tidak biasanya aku mendeteksi begitu cepat amarah seseorang dan ini bukan hanya sekali saja. Ku rasa sudah mulai mengalir melalui jalur listrik nirkabel. Mengapa ku bisa merasakan kemarahan seseorang dalam jarak yang tidak ku kenali, bahkan wajah orangnya pun ku tak dapat mengimajinasikannya. Lanjutkan membaca “Saat Jantungku Masih Berdetak, Aku Bersyukur,….”

Saat Aku Muda, atau Saat Aku Tua Nanti, Sebuah Refleksi Bercengkrama dengan Orang Tua


Pernahkah saat masih sangat muda, membayangkan bagaimana sulitnya menjadi orang tua? saya rasa , semua kanak-kanak senang sekali bermain drama menjadi orang tua, dan berpura-pura menjadi mereka dengan meniru perilaku mereka orang tuanya. Atau bahkan merubah peran mereka seperti yang kita inginkan. Lanjutkan membaca “Saat Aku Muda, atau Saat Aku Tua Nanti, Sebuah Refleksi Bercengkrama dengan Orang Tua”

Di Akhir Hidupnya Dr. Jung Sudah Tidak Mengalami Mimpi Lagi


Suzanne Percheron: Saya mengira bahwa Anda memiliki/mengalami mimpi (dalam tidur) ?

Dr. Jung: Tidak, saya hampir sudah tidak pernah bermimpi lagi (!!!)

Saya dulu biasanya bermimpi ketika saya mulai untuk mengungkap/menemukan alam bawah sadar/unconscious saya

Bermimpi ketika alam bawah sadar memiliki pesan atau suatu hal yang ingin disampaikan kepada saya (semacam existential message), tapi alam sadarku/my consciousness selalu menerima/reseptif sekarang sejak pintu itu terbuka (pintu penghubung alam bawah sadar)
Saya sekarang siap menerima apapun.

Melalui diriku alam bawah sadar dapat mengalir ke dalam alam sadarku/my consciousness.

Saya sudah tidak lagi memiliki prasangka, rasa takut, atau resisten (menolak pada hal-hal yang datang/terjadi dalam hidup).

Mimpi adalah suatu cara dimana alam bawah sadar/unconscious membuat dirinya dikenal/diketahui di dalam alam kesadaran/consciousness.

Banyak orang yang tidak mengingat mengenai mimpi mereka karena alam bawah sadar/the unconscious tahu bahwa dia tetap tidak akan didengarkan oleh si orang tersebut, jadi apa gunanya; sehingga mereka tidak mengingat mimpi mereka.

[apa gunanya Anda ingat mimpi itu, toh Anda tidak akan mau mendengarkan saya (unconsciousness) juga.

~~C. G. Jung, Emma Jung and Toni Wolff – A Collection of Remembrances; Pages 51-70

 

Penerjemah

Muslimah A. Salam.
Explorer dari Kota Palu, Sulawesi Tengah.

*diterjemahkan bebas dari :  Late in his life Dr. Jung stopped dreaming

 

Latihan Berpikir Positif dalam Keseharian


Hari ini aku merencanakan untuk menganti spare part motorku. Kabel speedo meter dan kabel RPM nya putus. Sudah lebih dari sebulan, performa motor aman saja, namun tetap perlu petunjuk kecepatan berkendara, agar dapat mengontrol kecepatan yang aman.

Sudah lebih dari pukul 15.30 WIB,  aku datangi bengkel itu. Baru pertama kali aku ke bengkel ini. Bengkel ramai, ada beberapa motor sedang diperbaiki. Aku berpikir positif, jika ramai pastilah bengkel ini reputasinya baik, jika aku berpikir negatif, pasti akan lama menunggu, dan buang-buang waktu. Lanjutkan membaca “Latihan Berpikir Positif dalam Keseharian”

Lagu ini Memberi Pengaruh Kuat di Psikodramaku, Tears Of The Dragon, Bruce Dickinson


For too long now, there were secrets in my mind 
For too long now, there were things I should have said 
In the darkness…I was stumbling for the door 
To find a reason – to find the time, the place, the hour
Waiting for the winter sun, and the cold light of day 
The misty ghosts of childhood fears 
The pressure is building, and I can’t stay away
I throw myself into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face the fear I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Where I was, I had wings that couldn’t fly 
Where I was, I had tears I couldn’t cry 
My emotions frozen in an icy lake 
I couldn’t feel them until the ice began to break
I have no power over this, you know I’m afraid 
The walls I built are crumbling 
The water is moving, I’m slipping away…
I throw myself into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face the fear I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Slowly I awake, slowly I rise 
The walls I built are crumbling 
The water is moving, I’m slipping away…
I throw (I throw) 
Myself (myself) 
Into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face (to face) 
The fear (the fear) 
I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
I throw (I throw) 
Myself (myself) 
Into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face (to face) 
The fear (the fear) 
I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Source: LyricFind
Songwriters: Bruce Dickinson
Tears Of The Dragon lyrics © Universal Music Publishing Group

Lanjutkan membaca “Lagu ini Memberi Pengaruh Kuat di Psikodramaku, Tears Of The Dragon, Bruce Dickinson”