Apakah Aku Bersedia Belajar dari Yang Lebih Muda ?


Wow,… pertanyaan reflektif yang menarik !

Ada ungkapan dalam bahasa Jawa yaitu Kebo Nyusu Gudel. Ungkapan yang sedikit menghinakan yang ditujukan pada orang tua yang belajar dari anaknya. Orang tua yang dianggap tidak memiliki pengetahuan/kemampuan yang cukup sehingga bergantung hidup pada anaknya. Padahal secara fisik dan mental masih terlihat bugar.

Sekarang perkembangan teknologi informasi begitu pesat. Perkembangan yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Baik kehidupan sosial maupun psikologis bahkan spiritual. Lanjutkan membaca “Apakah Aku Bersedia Belajar dari Yang Lebih Muda ?”

Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental


Ketika aku menulis refleksi tentang hidupku, atau menulis tugas yang perlu ditulis, aku sering sambil mendengarkan musik. Banyak pilihan musik di YouTube, untuk menulis dan membantu konsentrasi atau pun untuk healing. Di sini aku mengutip komentar yang menarik di salah satu channel YouTube, Bach – Classical Music for Relaxation. Batapa musik dapat membantu dalam konsentrasi dan memberikan ketenangan jiwa.

Many years ago, as a young teacher in London, I was at a loss at how to keep a difficult class quiet and on task. I had read somewhere about the calming effects of baroque music. It worked perfectly. After that, I played it regularly. On one occasion, I set a task forgetting to turn it on. A hand went up. “Sir, the music.” ~ Kang Hero Lanjutkan membaca “Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental”

Tangung Jawab Pemimpin Adalah Menciptakan Lingkungan yang Membuat Orang-orang Berani Bersuara


Tulisan ini selaras dengan prinsip Psikodrama, maka aku simpan disini. Semoga bermanfaat bagi kawan kawan yang tertarik untuk menjadi pemimpin.

Selamat menikmati.

Ciptakan Lingkungan yang Membuat Orang-orang Berani Bersuara

Ketika orang-orang diminta berbagi masalah atau menawarkan ide untuk organisasi, apa yang terjadi? Apakah mereka terdiam? Apakah mereka menarik diri? Apakah mereka menghindari kontak mata dan berusaha untuk tidak tampak mencolok? Jika ya, kita tidak bekerja di lingkungan yang mendukung keberanian bersuara. Sebagai pemimpin, kita harus berupaya mengubahnya.

Dalam lingkungan yang mendukung keberanian bersuara, komentar disambut, partisipasi didorong, dan ide-ide bagus dihar Lanjutkan membaca “Tangung Jawab Pemimpin Adalah Menciptakan Lingkungan yang Membuat Orang-orang Berani Bersuara”

4 Hal Psikodrama Penting bagi Mahasiswa Psikologi Indonesia


Kawan kawan yang melakukan rekrutmen membicarakan tentang lulusan baru  sarjana yang tidak siap untuk bekerja. Sengaja aku tulis informasi dari kawan kawan bukan dari hasill penelitian atau riset ilmiah. Meski demikian informasi tersebut juga sesuai dengan pengalamanku.

Aku pernah menjadi rekrutmen dan mengawal program management trainee, ketika bekerja di perusahaan. Lulusan sarjana baru memang belum siap kerja. Mereka perlu pelatihan dan bimbingan terlebih dahulu untuk dapat bekerja produktif. Memang management trainee adalah program persiapan untuk calon pimpinan masa depan, namun dalam keseharian para lulusan baru ini perlu beradaptasi dalam lingkungan kerjanya. Lingkungan yang berbeda dengan lingkungan kampus. Sebenarnya proses adaptasi ini dapat dilakukan selama mereka masih berstatus mahasiswa. Lanjutkan membaca “4 Hal Psikodrama Penting bagi Mahasiswa Psikologi Indonesia”

Apa yang Menjadikan Psikodrama Menarik Bagiku?


Psikodrama mengajak aku menyadari drama hidupku, sebelum aku mengolah drama hidup orang lain. Aku melihat drama hidupku dari berbagai sudut pandang dari pelaku yang terlibat. Aku berdiri di sepatu mereka. Ini adalah empati. Aku langsung diajak ke inti dari menjadi terapis psikologi. Ya,…modal utama dari seorang praktisi psikologi adalah empati.

Sementara waktu itu, awal-awal aku belajar mempraktekkan ilmu psikologi. Aku ditekankan untuk tidak terlibat emosi dalam proses konseling profesional. Sedikit kesalahpahamanku tentang pengertian transferens ini. Pemahamanku tentang hal itu merupakan sebuah sikap yang kurang cocok dengan diriku yang sensitip. Aku pribadi yang mudah mengunakan rasa. Padahal maksud dari para senior itu mengajak untuk mewaspadai impact dari tranferens itu. Psikolog perlu hati hati bukannya dilarang. Lanjutkan membaca “Apa yang Menjadikan Psikodrama Menarik Bagiku?”

5 Cara Meningkatkan Kehidupan Pribadi dan Profesional dengan Mempelajari “Kecerdasan Emosional”


Apa itu Kecerdasan Emosional?

Sederhananya, Kecerdasan Emosional (E.I.) berarti kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengelola emosi kita dengan cara yang positif, ternyata studi menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosional lebih penting daripada IQ dalam kesuksesan hidup secara keseluruhan.

Kita kadang bereaksi secara emosional dan mengambil tindakan yang nantinya akan kita sesali karena mengalami kesalahan penilaian yang sebagian besar disebut sebagai pembajakan emosional, atau pembajakan amigdala.

Kapasitas untuk berpikir melalui keputusan atau latihan pengendalian diri, biasanya melibatkan lobus frontal, bagian terbesar dari otak.

Tetapi ketika kita merasakan beberapa jenis ancaman emosional, amigdala, struktur berbentuk almond yang ditemukan jauh di dalam otak, membajak prosesnya. Ini sering menghasilkan respons melawan, melarikan diri, atau membekukan.

Kita semua pernah membuat kesalahan di saat-saat emosional, mengatakan atau melakukan hal-hal yang kita harap bisa kita batalkan atau tarik kembali. Tentu saja, akan sangat bagus jika kita dapat mengidentifikasi pemicu tersebut sebelumnya, tetapi seringkali itu akan terjadi dan tidak menyadari apa yang telah kita lakukan hingga terlambat.

Oleh karena itu, inilah 5 cara kita dapat meningkatkan kemampuan untuk mengelola emosi:

1/ Manajemen diri:

Dengan kemampuan untuk mengelola stres dan tetap hadir secara emosional, kita dapat belajar menerima informasi yang mengganggu tanpa membiarkannya mengesampingkan pikiran dan pengendalian diri kita.

Kita akan dapat membuat pilihan yang memungkinkan untuk mengontrol perasaan dan perilaku impulsif. Kita dapat mengelola emosi kita dengan cara yang sehat, mengambil inisiatif, menindaklanjuti komitmen, dan beradaptasi dengan keadaan yang berubah. Misalnya. Berlatih meditasi secara teratur.

2/ Kesadaran diri:

Orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang sadar diri dan memiliki intuisi yang tajam. Mereka menyadari emosi mereka sendiri dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka. Misalnya. Dapat menjadi fokus utama.

3/Terima kritik dengan baik:

Bagian penting dari peningkatan kecerdasan emosional kita adalah untuk dapat menerima kritik. Alih-alih tersinggung atau defensif, orang dengan EQ tinggi mengambil beberapa saat untuk memahami kritik. Misalnya, melatih sikap bersyukur, mengucapkan terima kasih, dll.

4/ Sikap positif:

Praktekkan cara-cara untuk mempertahankan sikap positif seperti berpikir positif dalam situasi yang mengecewakan. Misalnya. pikirkan hal ini dengan menjadikan waktu yang buruk ini juga akan berlalu.

5/Menanggapi dan bereaksi terhadap konflik dengan lebih baik:

Dalam konflik, ledakan emosi & kemarahan, orang yang cerdas secara emosional tahu bagaimana tetap tenang dan tidak membuat keputusan impulsif yang mengarah pada masalah yang lebih besar Mis. Dengarkan untuk memahami daripada membalas

 

Semoga bermanfaat.

Diterjemahkan secara bebas dari : Do you want improve your personal and professional life, learn about your “Emotional Intelligence”

utas twitter @MiteshSharma__

PUASA DAN MANAJEMEN Oleh Darmin Ahmad Pella


Puasa merupakan solusi bagi berbagai masalah pribadi, organisasi, bisnis, industri, negara, lingkungan dan dunia. Bagaimana cara kerjanya?

Kita berada di bulan Ramadhan. Bulan di mana selama 29-30 hari, seorang muslim menata kembali gaya hidupnya. Selama bulan Ramadhan, seseorang menahan diri. Menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual, serta nafsu emosional perusak diri (marah, berkata buruk, dan sejenisnya). Puasa bukanlah gaya-gayaan dunia modern. Puasa telah dilakukan ribuan tahun. Sejak peradaban manusia muncul. Baik karena alasan religius. Atau non religius. Lanjutkan membaca “PUASA DAN MANAJEMEN Oleh Darmin Ahmad Pella”

100 Tahun Terapi Kelompok Psikodrama : Sebuah Proses Paralel dengan Pengalaman Sosial-Politik Saat Ini


Terapi kelompok psikodrama merayakan ulang tahunnya yang ke-100: Sebuah proses paralel dengan pengalaman sosial-politik kita saat ini. *

Scott Giacomucci, DSW : 26 February 2021

Dalam seri Kolom Eksperiensial terbaru ini, Scott Giacomucci, DSW, LCSW, CTTS, CET III, PAT, membahas relevansi psikodrama dan sosiodrama dalam terapi dan hubungannya dengan peristiwa dan penyembuhan dunia nyata.

Sejarah yang berulang telah terlihat berkali-kali di masa lalu, dan sekarang ini dengan corona virus, ada waktu lain di mana peristiwa telah dibuka secara paralel dengan peristiwa dalam sejarah manusia. Lanjutkan membaca “100 Tahun Terapi Kelompok Psikodrama : Sebuah Proses Paralel dengan Pengalaman Sosial-Politik Saat Ini”

9 Tips Untuk Mampu Mengekspresikan Diri Lebih Baik.


Ada yang percaya, bahwa Psikodrama dapat dijadikan sebagai sarana katarsis. Boleh juga sih,..

Nah di akun twitter @UpSkillYourLife, aku temukan tips untuk mengekspresikan diri lebih baik. Aku terjemahkan dan simpan di wordpress-ku ini. Mungkin ada juga yang tertarik dan membutuhkan, silahkan dibaca dan dibagikan.

  1. Bagikan perasaan kita.

– TIdak memendam semua perasaan, biasanya kita menyembunyikan kemarahan.

– Ini membuat kita kecewa dan tidak bahagia.

– Buka perasaan kepada orang yang dekat dengan kita.

– Itu membuat kita bahagia dan tetap sehat. Lanjutkan membaca “9 Tips Untuk Mampu Mengekspresikan Diri Lebih Baik.”

Surat Kepada Jiwa-Jiwa Merdeka


Kepada Yth

Jiwa jiwa merdeka yang terkurung dalam tubuh fana,

 

Apakah hidup seperti ini yang memang kau inginkan untuk dijalani ?

Mengapa ada marah yang masih menggelora dalam dada?

Adakah salah yang masih kau lihat dari luar dirimu?

atau sebenarnya kemarahan pada kelemahan dirimu sendiri yang takut kau akui?

 

Kau cerita tentang perjuangangan yang telah kau lakukan,

namun kau akui juga bahwa itu tidak ada makna dan karya yang nyata,

apakah betul demikian?

dari kacamata apa kau lihat hal itu ?

 

owh iya kau tidak melihat itu semua.

kau sibuk melihat kesalahan orang lain,

yang menjadikan hampir semua rencanamu tidak berhasil

dan hidup yang seperti ini

yang lalu kau jalani.

 

Sekali lagi, aku bertanya,

Apakah hidup seperti ini yang kau inginkan?

tak tahukah bahwa akan ada waktu

ketakutanmu menjadi tindak kejahatan ?

 

Yogyakarta 23 November 2021

Retmono Adi