Penerapan Psikodrama untuk Perencanaan Strategi Organisasi


Siang tadi bersama Henk2 melayat putra mantan Dosen kami. Setelah mendoakan dan menyalami beliau kami duduk ngobrol sejenak. Kami bertemu dengan beberapa temen yang menjadi Pengajar Psikologi di salah satu Universitas di Yogyakarta. Saya menawarkan diri apakah bisa mengajar psikologi terapan, terapi kelompok Psikodrama. ditanggapi dengan positip, bahwa secara prinsip bisa saja dan nanti secara teknis akan dikabari, karena perkuliahan belum dimulai.

Henk2 punya ide, untuk memperbesar peluang penerapan Psikodrama di ranah yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa, psikodrama dapat juga untuk menyusun strategi organisasi. Jadi psikodrama diterapkan untuk Psikologi Organisasi atau Industri. Kami memang sudah lama berdiskusi mengenai pengembangan Psikodrama, selain untuk Psikologi Klinis, Psikologi Terapi, dan Terapi Kelompok. Jadi kemunculan ide-ide seperti ini sering terjadi dan kali ini saya ingin menuliskannya. Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Perencanaan Strategi Organisasi”

6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02


sambungan dari : 6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01

Kedewasaan emosional bukanlah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir; itu adalah sesuatu yang perlu Anda usahakan.

Tidak semua orang akan mengambil keuntungan dari situasi untuk belajar tentang kedewasaan emosional mereka sendiri, tetapi bagi mereka yang cukup beruntung untuk memperhatikan dan membuat sebagian besar situasi itu, perubahan dapat terjadi.

Kedewasaan emosional berarti Anda berpikir sebelum bertindak, meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, dan bertanya-tanya tentang dunia pada umumnya – alih-alih berpikir bahwa Anda sudah tahu semua yang perlu diketahui tentang diri Anda, orang lain, dan dunia di sekitar Anda.

Berikut adalah 7 (tujuh) cara Anda bisa menjadi lebih dewasa secara emosional. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02”

6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01


Sering kali lingkungan menilai individu berdasarkan usia kronologis.

Jika Anda pernah bertemu seorang remaja dewasa sebelum waktunya, mengetahui seorang pria paruh baya berperilaku konyol/bodoh. Anda tahu bahwa usia tidak berhubungan dengan cara seseorang tampil di dunia.

Di  dunia ini, usia bukan garansi kematangan. Meskipun terdapat banyak contoh seperti ini dalam lingkungan sekitar kita. Kita cenderung percaya bahwa orang-orang harus “berperilaku sesuai usia”, dan terkejut ketika mengetahui mereka tidak melakukannya. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01”

Fenomena Cebong Kampret dan Upaya Rekonsiliasi dengan Cara Psikodrama


Melihat dan mendengar apa yang ada di media sosial dan acara talk show di televisi (termasuk berita beritanya), Keriuhan Pesta Demokrasi, Pendukung Paslon, terbelah menjadi dua kubu. Salah satu kubu disebut Cebong yang mendukung Paslon nomor 01. Kubu satunya lagi disebut Kampret yang mendukung Paslon nomor 02. Lanjutkan membaca “Fenomena Cebong Kampret dan Upaya Rekonsiliasi dengan Cara Psikodrama”

Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )


Membaca bahasa emosi dari tubuh sesederhana langkah 1,2,3 namun percayalah bahwa ini ternyata tidak mudah.
Yang harus anda lakukan untuk dapat memahami tubuh anda, dapat dilakukan dengan satu teknik sederhana berikut: duduklah dan hindari pengganggu, rasakan apa dan dimana emosi berada, apa yang menyebabkannya, insight apa yang muncul. Fokuskan pada innerlife. Berlatihlah secara berulang. Lanjutkan membaca “Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )”

Self-talk, Hati hati Belum Tentu dari Nurani


Self-talk adalah cara kita berdialog dengan inner voice diri sendiri saat menghadapi berbagai macam situasi. Self-talk dapat kita lafalkan baik dalam hati maupun dengan suara lantang menjadi sebuah sugesti untuk diri. Sejatinya, self-talk membantu diri sendiri menjadi lebih sadar dalam berpikir, merasa, dan bertindak. Self-talk  lebih banyak bernuansa positif seperti tulisan ini : Self-talk: Seni Berdialog dengan Diri Sendiri dan tulisan di Era Inspirasi. Lanjutkan membaca “Self-talk, Hati hati Belum Tentu dari Nurani”

Cerita Mawar #part 19 Plot Twist Mimpiku


Suatu hari ada seorang mahasiswa semester 4. Namanya Kenanga, ia sedang stress pada mata kuliah penelitian kuantitatif. Stress karena teman di kelompoknya ada yang sakit, dan ada yang sering berhalangan hadir. Tibalah pada hari UAS dalam bentuk lisan. Ujian ini membawa beban psikis, karena dosennya terkenal garang, horor banget suasananya. Namun hal ajaibpun terjadi. Dosen tersebut malah mengajak guyonan, canda tawa pun meliputi ruangan tersebut. Di ruang ujian itu ada juga teman-teman lain yang beda kelompok. Akhirnya setelah ujian Kenanga dan teman-temannya pun pergi bersama ke tempat perbelanjaan. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 19 Plot Twist Mimpiku”