How Wonderful Life Is While You’re In The World, Sebuah Cerita Menjadi Dewasa


Aku kembali ke tempat itu lagi. Kali ini tidak berniat untuk minum sampai mabuk berat. Inginku hanya meneguk sedikit demi mengenang pertemuan janggal kita beberapa tahun silam.

Pertemuan itu diawali ketika kita duduk di kursi bar berhadapan dengan meja panjang di mana kita bisa menyaksikan para bartender sedang sibuk mengurusi botol-botol minuman beralkohol. Kala itu kita duduk hampir bersebelahan, hanya ada satu kursi kosong yang menghalangi kita. Saat aku masih sadar, sekilas kuperhatikan wajahmu yang tertekuk lesu memandangi gelasmu. Kau hanya memesan air mineral.

Lanjutkan membaca “How Wonderful Life Is While You’re In The World, Sebuah Cerita Menjadi Dewasa”

Coretan Lama 53; Rindukan Aku, Sesempatmu Saja


 Kujumpai satu kalimat kutipan pada dinding di sebuah kafe.

Bunyinya begini,

“Rindukan aku, sesempatmu saja.”

Lalu dalam hati kutambahkan,

“Dan jangan dipaksakan bila rindu itu memang tidak pernah ada. Barangkali itu adalah pertanda bahwa memang sejatinya kita tidak ditakdirkan untuk bahagia bersama.”

 

Kartasura, 14 April 2019

Qanifara

Coretan Lama 52; Menjadi Dewasa Tidak Sederhana


Ketika pulang,

pikiranku seperti melayang.

Hatiku rasanya

seperti terbagi-bagi.

Ingin kurebahkan

tubuh sambil bicara.

Rasanya seperti menonton film suram.

Lalu terperangkap

dalam layar kaca.

Menjalani adegan demi adegan.

Ah, mungkin aku saja

yang terlalu mendalami cerita-cerita gelap mereka.

Namun satu hal yang kusadari

bahwa proses menjadi manusia dewasa

memang tidak pernah sederhana.

 

Kartasura, 31 Mei 2019

Qanifara

Coretan Lama 50; Hidup Bersama untuk Dapat Melihat Harapan


Dilahirkan dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang jauh dari kata ideal,

bagi anak sepertiku,

kehidupan pernikahan sangatlah rumit.

Tapi satu hal yang kupelajari.

Mungkin fisik dapat membuat kita tertarik.

Tetapi karakter dan pemikiran

yang sejalan dapat membuat kita lebih nyaman

dan mampu bertahan bersama pasangan.

Bertahan bukan karena paksaan

tetapi karena ketika kita bersama,

kita dapat melihat adanya harapan.

 

Kartasura, 27 September 2018

Qanifara

Coretan Lama 49; Lebih Baik Sendiri, daripada Saling Menyakiti


Inginku sederhana.

Dapat terbangun dan menjalani hari

tanpa harus menahan emosi

yang tak bisa disalurkan,

tanpa harus bersusah payah

menyatukan kepala-kepala

dengan pemikiran

yang memang tidak sejalan

yang menyebabkan kesalahpahaman

tak berujung.

Meskipun mungkin hanya tinggal bersama seekor kucing.

Sebab bagi orang ringkih sepertiku,

lebih baik sendiri

daripada bersama tapi saling menyakiti.

 

Kartasura, 12 Agustus 2018

Qanifara

Coretan Lama 48; Manusia Kerap Tidak Bisa Memilih


Manusia kerap tidak bisa memilih

dengan siapa kelak mereka akan dipertemukan.

Begitu pula dengan siapa mereka

akan lebih sering didekatkan.

Yang bisa mereka lakukan

adalah membenahi, meluruskan, dan memperkuat tujuan hidup.

Sebab satu yang selalu kuyakini

bahwa kelak Tuhan akan mempertemukan

dan mendekatkan diri kita

pada orang-orang

yang memiliki tujuan hidup yang sama

dengan kita.

 

Kartasura, 15 Oktober 2016

Qanifara

Coretan Lama 47; Menanti Perubahan Diri


Kini tiada yang kunanti

selain perubahan diri.

Sebab selalu saja

kulakukan kesalahan

yang sama dari hari ke hari.

Tapi sebelum itu,

barangkali,

sesering mungkin

aku perlu menepi

pada yang sanggup melengkapi.

 

Kartasura, 25 Februari 2017

Qanifara

Coretan Lama 46; Padamu Tidak Kutemukan Titik Temu


Dalam lamunan kesekian,

pada akhirnya selalu kusadari

bahwa kita berada

dalam paham dan resah yang tidak sama.

Rasamu padaku barangkali secuilpun tidak pernah ada.

Sebab nyatanya,

jalan yang kita lalui berbeda.

Tentunya, arah kita tidak saling tertuju.

Padamu tidak kutemukan titik temu.

 

Kartasura 15 April 2017

Qanifara

Coretan Lama 45; Apa yang Kamu Inginkan Belum Tentu yang Kamu Butuhkan


Diam-diam kala itu langit sedang mendengar pengakuan seseorang.

Sebut saja dia.

Dulu dia mempunyai banyak keinginan.

Sayang, sebagian besar keinginannya selalu menuai kegagalan.

Hatinya kerap resah, gelisah, dan marah tak terarah.

Lalu dia mengeluh kepada Tuhan.

Namun Tuhan justru semakin banyak memberinya kesedihan.

Dia lewati semua kesedihan itu dengan bersusah payah.

Hingga pada akhirnya sebuah tragedi menampar keras kesadarannya.

Seakan ada malaikat berbisik di telinganya, “ketika semua keinginanmu terpenuhi, belum tentu setelah itu kamu akan menjadi lebih baik, sebab apa yang kamu inginkan belum tentu yang kamu butuhkan.”

Lalu dia menangis sejadi-jadinya.

Namun tiap kali dia mengingat pernyataan itu, senyumnya mengembang dan hatinya menjadi lebih mudah untuk menerima dan bergembira.

 

Kartasura, 13 Juni 2016

Qanifara

Coretan Lama 44; Pikiran Terjebak Kata-kata


Barangkali diri ini sedang membutuhkan stimulus yang tepat.

Agar tidak tersesat atau terjebak

pada buah pikiran

yang berisi sekumpulan kata-kata yang tidak tepat.

Semestinya, kata-kata yang maknanya

dapat menjadi kebutuhan jiwa.

Agar tidak seredup hari kemarin.

Agar hati lebih berbinar

seperti saat sedang jatuh cinta.

 

Kartasura, 21 Mei 2017

Qanifara