Panduan Konseling Online dengan Menerapkan Empati Dasar


Pandemi ini membuat terjadinya perubahan sangat cepat dan drastis. Banyak orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi. Sejumlah orang khawatir sakit atau tertular Covid-19. Di sisi lain mereka juga risau masalah finansial, pekerjaan, masa depan, dan kondisi setelah pandemi.

Pandemi covid 19 dapat disebut dengan bencana biologis. “Secara historis, dampak buruk bencana pada kesehatan mental mempengaruhi lebih banyak orang, dan bertahan lebih lama daripada dampak kesehatan,” kata Joshua C Morganstein, asisten direktur di Pusat Studi Stres Traumatis di Maryland, AS. Lanjutkan membaca “Panduan Konseling Online dengan Menerapkan Empati Dasar”

Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri


Adalah kami Angkatan 91 Psikologi UGM. Beberapa dari kami membuat WAG untuk berlajar menulis. Di group itu aku menawarkan ide langsung membuat buku tentang perjalanan hidup sejak kami bertemu di tahun 1991 hingga 2021. Pengalaman selama 30 tahun yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa Psikologi dan adik-adik SMA yang ingin merangkai masa depan. Lanjutkan membaca “Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri”

Naskah Akademik Asosiasi PsikoDrama Indonesia (APDI)


Akhir Juli 2021 lalu, dalam suasana pandemi covid 19, untuk tetap aktif berpikir, aku punya ide untuk membentuk Asosiasi Psikodrama Indonesia (APDI) di bawah payung HImpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Aku kontak kawan kawan yang pernah belajar dan mempraktekkan Psikodrama.

Kawan kawan menanggapi dengan serius, mereka melanjutkan dengan mengajak kawan yang lain yang pernah belajar bersama mereka. Aku segera menghubungi senior yang menjadi pengurus pusat Himpsi. Dari beliau aku dapat informasi mengenai ketentuan pembentukan Asosiasi. yaitu mengirimkan Surat Pengajuan, Naskah Akademik dan Daftar Anggota. Lanjutkan membaca “Naskah Akademik Asosiasi PsikoDrama Indonesia (APDI)”

5 Tips Membangun Kepekaan Sosial


Pagi tadi saat buka WAG ada tulisan yang menarik, mengenai kepekaan sosial yang menurutku sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan saat ini. Oleh karena itu aku copas dan kusimpan serta kubagikan disini. Semoga bermanfaat.

Kepekaan Sosial 

Pagi rekan rekan semua, semoga dalam keadaan baik.. mari kita lanjutkan pembahasan kita, bagaimana caranya agar kita tidak menjadi orang-orang yang tidak peka sosial alias EQ jongkok? Lanjutkan membaca “5 Tips Membangun Kepekaan Sosial”

Awalnya Curhatan, akhirnya Termanifestasi dalam Bentuk Puisi


Sepertinya aku pernah merasakan rasa sakit hati
entah itu putus, ditolak atau
bahkan hanya sekedar tidak jadi berpacaran
Tapi entah kenapa
baru kali ini saya merasa sesakit ini

Baru kali ini tertidur lama
Tapi saat tersadar hanya ingin tertidur kembali
Alih-alih merasa segar malah merasa ingin menangis
Hanya ingin lari tapi entah kemana
Terus berteriak seakan-akan kau mendengar
Kukira kau tujuanku

Kenapa aku tidak bisa menghapuskanmu
Padahal aku tau kau tak akan lagi berada disini
Semua yang kulihat terbayang dirimu
Seakan-akan kau adalah takdirku
Salahkah aku mengenal dirimu

Aku memang berada disini
Tapi pikiranku terus mengacu padamu
Apa kau telah bersemayam di hatiku?

 

Yogyakarta, 30 Agustus 2021

Dhiyatamma

Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama


Psikodrama memiliki 3 tahapan utama, yaitu Warming Up, Action, dan Refleksi atau Integrasi. Nah, tulisan ini adalah untuk panduan pada tahap ke 3 dari Tahapan Psikodrama yaitu Refleksi atau Integrasi. Aku dapatkan dari materi acara retret online via zoom yang disampaikan oleh Rm Petrus Sunu Hardiyanta, S.J.

Dalam retret tersebut ada refleksi dan Rm Sunu SJ, memberikan panduan refleksinya secara tertulis. Pada akhir acara aku minta ijin dari Beliau untuk aku gunakan dalam praktek psikodrama dan menuliskan ulang di sini agar dapat dipelajari dan dilakukan banyak orang. Beliau mengijinkannya.

Yuks kita pelajari bersama dan mempraktekkan Percakapan 3 Putaran. Lanjutkan membaca “Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama”

How Wonderful Life Is While You’re In The World, Sebuah Cerita Menjadi Dewasa


Aku kembali ke tempat itu lagi. Kali ini tidak berniat untuk minum sampai mabuk berat. Inginku hanya meneguk sedikit demi mengenang pertemuan janggal kita beberapa tahun silam.

Pertemuan itu diawali ketika kita duduk di kursi bar berhadapan dengan meja panjang di mana kita bisa menyaksikan para bartender sedang sibuk mengurusi botol-botol minuman beralkohol. Kala itu kita duduk hampir bersebelahan, hanya ada satu kursi kosong yang menghalangi kita. Saat aku masih sadar, sekilas kuperhatikan wajahmu yang tertekuk lesu memandangi gelasmu. Kau hanya memesan air mineral.

Lanjutkan membaca “How Wonderful Life Is While You’re In The World, Sebuah Cerita Menjadi Dewasa”

Coretan Lama 53; Rindukan Aku, Sesempatmu Saja


 Kujumpai satu kalimat kutipan pada dinding di sebuah kafe.

Bunyinya begini,

“Rindukan aku, sesempatmu saja.”

Lalu dalam hati kutambahkan,

“Dan jangan dipaksakan bila rindu itu memang tidak pernah ada. Barangkali itu adalah pertanda bahwa memang sejatinya kita tidak ditakdirkan untuk bahagia bersama.”

 

Kartasura, 14 April 2019

Qanifara

Coretan Lama 52; Menjadi Dewasa Tidak Sederhana


Ketika pulang,

pikiranku seperti melayang.

Hatiku rasanya

seperti terbagi-bagi.

Ingin kurebahkan

tubuh sambil bicara.

Rasanya seperti menonton film suram.

Lalu terperangkap

dalam layar kaca.

Menjalani adegan demi adegan.

Ah, mungkin aku saja

yang terlalu mendalami cerita-cerita gelap mereka.

Namun satu hal yang kusadari

bahwa proses menjadi manusia dewasa

memang tidak pernah sederhana.

 

Kartasura, 31 Mei 2019

Qanifara

Coretan Lama 50; Hidup Bersama untuk Dapat Melihat Harapan


Dilahirkan dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang jauh dari kata ideal,

bagi anak sepertiku,

kehidupan pernikahan sangatlah rumit.

Tapi satu hal yang kupelajari.

Mungkin fisik dapat membuat kita tertarik.

Tetapi karakter dan pemikiran

yang sejalan dapat membuat kita lebih nyaman

dan mampu bertahan bersama pasangan.

Bertahan bukan karena paksaan

tetapi karena ketika kita bersama,

kita dapat melihat adanya harapan.

 

Kartasura, 27 September 2018

Qanifara