Perlu Melatih Rasio, Emosi, dan Tindakan; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mas didi waktu d medan.. trnyata barengan sm tmn sy di unpad..

Anaknya rasio bgt 😁

Mas nya rasa kl di kmi2 bykan pakai rasio ya mas?

Sepertinya begitu…🤗👍

Mass.. krna mengolah rasa, menyentuh emosi yg tdk menyenangkan, berhubungan dgn pengalaman2 yg tdk enak itu menyakitkan membuat org memilih untuk berlindung di balik dunia rasio?

Tidak sepenuhnya begitu…Ada org2 memang diberikan bakat rasio, atau Rasa, atau kinestetik…Kesemuanya perlu dilatih…

Hmm iya mass..

Sekolah terlalu menekankan rasio

Kurg menyentuh yg lain2 ya mas?

Yoiii

Hmm ok.. maturnuwun mas..


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Mengobati Diri Sendiri Dapat Dilatih dengan Psikodrama?


Kudapat dari Group WhatsApp, tulisan yang cukup menarik, beberapa penyakit yang umum dan sering diderita banyak orang, dijelaskan berasal dari beban pikiran dan suasana hati serta cara mengelolanya yang tidak tepat.

Dijelaskan (lihat lampiran di bawah) bahwa :

Presentase Indikator penyebab munculnya penyakit adalah karena masalah:
#Spiritual 50%
#Psikis. 25%
#Sosial. 15%
#Fisik. 10%

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki :
#Diri kita
#Pikiran kita
terutama #Hati kita dari segala jenis penyakit. Lanjutkan membaca “Mengobati Diri Sendiri Dapat Dilatih dengan Psikodrama?”

Mindfulness, Meditasi, dan Psikodrama


Mindfulness adalah kondisi kesadaran penuh, (kondisi mental yang dicapai dengan memusatkan kesadaran seseorang pada saat ini, sementara dengan tenang mengakui dan menerima perasaan, pikiran, dan sensasi tubuh seseorang, digunakan sebagai teknik terapi ~ terjemahan Google),biasanya untuk melatihnya kebanyakan orang dengan Meditasi.

Bagaimana Psikodrama dapat untuk melatih mindfulness?

Berikut saya kutip tulisan “Guru” Spiritual yang saya dapatkan dari Group Telegram :

Meditasi adalah ” jalan”. Meditasi yang sering kliru dalam pemahaman bahwa meditasi harus mengikuti serangkaian laku paten (yang ditetapkan), harus memfokuskan diri pada penangkapan vision yang beragam warna dan macamnya dalam lapisan alam kasat saat diri memasuki alam dibawah sadar.
…….
Meditasi ada dua yaitu meditasi secara pasif dan meditasi secara aktif, serta disesuaikan dengan tujuan daripada meditasi tersebut. Karena sesungguhnya keseluruhan dari tindakan gerak maupun diam tubuh kita secara material dan immaterial adalah pola meditasi karena meditasi adalah jalan menuju pencapaian suwung-wening. (Keheningan/Kesadaran Penuh/Mindfullnes)
Meditasi aktif adalah ketika kita menjalani kehidupan kita sehari-hari secara sadar, dan tetap eling – waspada dengan segala tarikan situasi-kondisi sekitar diri (kita merasa sedang diamati/ berada dalam panggung layar Sang Sutradara Kehidupan). Sementara meditasi pasif adalah meditasi yang dilakukan dengan menghentikan aktifitas pancainderawi, sementara memasuki penggunaan panca indriyawi (indera batin). Sering disebut samadi/ ekstase.
……….
~ Tunjung Dhimas Bintoro

Berdasar kutipan diatas maka Psikodrama lebih pada melatih Meditasi Aktif untuk menuju kesadaran, di dalam Psikodrama kita dapat melatih tiap Indra kita, dengan beberapa teknik aktif, Merasa. Kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan Drama. Dengan saling bergantian memfokuskan pada gerak dan memberi kesempatan intuisi dalam mengaktifkan Indera mana yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas merespon. Kondisi ini membutuhkan konsentrasi yang kadarnya setara dengan Konsentrasi dalam meditasi pasif. Apakah Meditasi Aktif ini lebih mudah atau lebih sulit untuk mencapai Mindfulness, tentu saja tiap orang akan berbeda tergantung karakter masing masing. Meskipun demikian Psikodrama memberikan alternatif cara untuk melatih Mindfulness.

Yogyakarta, 22 Maret 2018

Eksplorasi Tindakan atau Psikodrama sebagai Penelitian


Meskipun “penelitian” cenderung dikaitkan dengan proses yang lebih ketat – mencoba mengendalikan banyak variabel untuk melihat apakah variasinya membuat perbedaan – pendekatan ini hanya berlaku untuk jenis penelitian tertentu – jenis yang cenderung terkait dengan berbagai hal, benda material, kimia, fisika, biologi. Tapi jika kita mengenali kata tersebut lebih merupakan kondensasi dari sebuah sentimen, “Mari kita lihat apa yang terjadi jika …,” maka,….. itu memungkinkan kita untuk mengenali bahwa semua eksplorasi, dalam hal ini, adalah penelitian juga. Seorang anak mencari tahu bagaimana membangun sesuatu dengan mainan adalah melakukan penelitian. Lanjutkan membaca “Eksplorasi Tindakan atau Psikodrama sebagai Penelitian”

KOMUNIKASI #Goresanku 86


Mereka pingin berkomunikasi, tapi untuk bicarapun belum lancar ……maka bahasa isyaratlah jalan keluarnya.

Komunikasi

…….demikian juga yang terjadi dalam proses Psikodrama. Beban berat di hati, tidak dapat diungkapkan dengan kata kata, maka Psikodrama memfasilitasi dengan bergerak dan biarkan tubuh berbicara, sebagai langkah awalnya. Jika sudah terungkap selanjutnya akan lebih ringan untuk berbicara…..

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty