Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga


The best of the day

Quality time bersama keluarga

Pagi ini bersama anak dan istri, saya beraktivitas di dapur. Anak saya sedang memasak ayam kecap untuk sarapan pagi. Dia dapatkan resep ayam kecap dan cara memasaknya dari Youtube. Anak saya ingin memperlihatkan kepada saya bahwa dia bisa masak. Sementara istri sedang mempersiapkan bumbu dan sayuran. Istri bersiap memasak sayur asam dan tempe goreng sembari menunggu anak saya selesai memasak. Sementara itu saya menanak nasi sambil memperhatikan anak saya memasak ayam kecap. Sesekali istri saya mengkoreksi cara anak saya memasak dan memberi arahan. Setelah anak saya selesai memasak, giliran istri memasak sayur asam dan goreng tempe. Anak saya dengan bangga menunjukkan hasil masakannya. Saya mencicipi hasil masakannya dan memujinya.

Setelah makan pagi, saya menulis hasil pemeriksaan batin tadi malam. Istri melanjutkan aktivitas mempersiapkan tempat bagi ibu-ibu lingkungan untuk mengumpulkan sampah plastik dan kertas di rumah kami. Sampah tersebut dikumpulkan oleh anggota lingkungan untuk dijual. Uang hasil penjualannya untuk mengisi kas lingkungan. Kas lingkungan digunakan untuk membiayai berbagai keperluan dan kegiatan lingkungan. Lanjutkan membaca “Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga”

10 Prinsip Kepemimpinan Jack Welch


Jack Welch mantan CEO GE meletakkan 10 prinsip kepemimpinan bisnis yang baik dalam bukunya, Straight From the Gut :

  1. Hanya ada satu jalan yaitu satu jalan yang lugas. Ini menentukan nada organisasi.
  2. Terbuka untuk yang terbaik dari apa yang ditawarkan setiap orang, di mana saja; transfer pembelajaran ke seluruh organisasi.
  3. Dapatkan orang yang tepat di pekerjaan yang tepat, ini lebih penting daripada mengembangkan strategi.
  4. Suasana informal merupakan keunggulan kompetitif.
  5. Pastikan semua orang menghitung dan semua orang tahu mereka menghitung.
  6. Pastikan Kepercayaan diri adalah kunci bagi pemenang – ujian sejati untuk kepercayaan diri adalah keberanian untuk terbuka.
  7. Bisnis harus menyenangkan, suka cita memberi energi pada organisasi.
  8. Jangan pernah meremehkan orang lain.
  9. Pahami di mana nilai sebenarnya ditambahkan dan tempatkan orang-orang terbaik di sana.
  10. Ketahui kapan harus terlibat dan kapan harus melepaskan – ini adalah murni naluri.

sumber : http://www.business opportunities. com/bob-daily/ 2006/6/22/ jack-welch- leadership- principles.

 

Bersabar dengan Kelemahan Orang Lain dan Berpegang pada Pertolongan Tuhan


The best of the day

Pekerjaan sampingan istri adalah pekerjaan saya juga

Hari ini saya mengantar istri pijat ke tempat teman saya. Sudah berhari-hari istri saya mengeluh kaki dan tangan kanannya terasa pegal dan kesemutan. Sejak jatuh naik motor seminggu yang lalu keluhan tersebut ternyata tidak kunjung sembuh. Karena sakit tersebut, istri saya tidak dapat mengerjakan pesanan pernak-pernik aksesoris pesanan temannya. Istri saya memiliki bakat membuat pernak-pernik perhiasan dari bahan tembaga. Dari bakat tersebut istri saya mendapatkan penghasilan sampingan. Saya menawarkan bantuan kepadanya untuk membuat pernak-pernik aksesoris tersebut. Biasanya saya tidak pernah membantu istri membuat pernak-pernik aksesoris perhiasan karena selalu dikatakan tidak berbakat membuat perhiasan oleh istri saya. Kali ini karena kami membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari, saya memaksa untuk membantunya mengerjakan pesanan temannya tersebut dan istri saya menyetujuinya. Ada 24 item yang dipesan oleh teman istri saya. Hari ini saya menghabiskan setengah hari untuk menyelesaikan 10 item. Saya akan melanjutkan mengerjakan besok. Lanjutkan membaca “Bersabar dengan Kelemahan Orang Lain dan Berpegang pada Pertolongan Tuhan”

5 Cara Membangun Hubungan Atasan Bawahan Untuk Mencapai Tujuan Organisasi


Perselisihan paham antara atasan dan bawahan mempengaruhi hubungan kerja di berbagai organisasi. Berbagai efek samping yang negatif menjadi bukti, bahwa hal itu merusak hubungan baik sehingga merugikan organisasi. Bagaimana mengatasi permasalahan itu agar terjadi hubungan yang baik dalam situasi kerja?

Berikut 5 cara untuk membangun hubungan baik di lingkungan kerja :

1. Mengaitkan setiap tujuan dengan pekerjaan para karyawan dan menyediakan berbagai tindakan taktis

Daripada mendiktekan taktik-taktik, lebih baik melibatkan para karyawan dalam mendefinisikan langkah langkah tindakan yang jelas dan terukur untuk mencapai tujuan dan mengkontribusikan bakat mereka.

2. Mendapakan ide-ide pencapaian tujuan dari karyawan

Menggunakan pengetahuan terdalam para karyawan tentang pekerjaan mereka sendiri untuk membantu menentukan bagaimana mereka dapat memenuhi atau melampaui tujuan-tujuan khusus. Sebagai contoh, kita dapat mulai bertanya “Kita ingin mengurangi biaya di bidang ini hingga 12%, di mana kita dapat melihat berbagai kesempatan untuk melakukan hal ini?”

3. Menghubungkan tujuan organisasi dengan hal yang memotivasi karyawan

Jika para karyawan mengatakan bahwa bonus menjadi manfaat penting dalam bekerja di perusahaan, tunjukkan kepada mereka bagaimana mencapai tujuan itu dengan membantu mereka memperoleh bonus. Berbagai jalan untuk melakukan hal ini mencakup berbagai cerita individu tentang bagaimana seseorang memenuhi tujuan pribadinya dengan bekerja, mengarah pada tujuan-tujuan perusahaan. Demikian juga karena visi, pekerjaan penuh makna, dan peluang-peluang untuk belajar adalah pendorong yang signifikan- bahkan lebih dari kompensasi finansial. Selai itu juga dengan melibatkan karyawan dalam dialog tentang bagaimana aktivitas mereka berhubungan dengan visi itu, dan menyediakan peluang bagi mereka untuk mengembangkan ketrampilan, dan pengalaman yang lebih dalam.

4. Menghubungkan tujuan dengan aktivitas

Sebaiknya tidak mengkomunikasikan tujuan yang kosong. Hubungkan tujuan dengan hal hal lain yang terjadi di perusahaan. Sebagai contoh, kita dapat memasukkan laporan reguler dalam laporan berkala atau pada papan buletin, berbagai informasi yang terkait dengan perkembangan ketrampilan dan tujuan, atau menghubungkan aktivitas dengan tujuan pada setiap pertemuan dengan staf. Ini bukan jalan satu arah. Semakin sering kita melibatkan para anggota tim dalam sebuah diskusi, semakin kecil kemungkinan organisasi kita menyerupai hierarki “komando dan kontrol’ tempat orang menunggu perintah (dan sering kali mengkritik) dari pimpinan.

5. Mendorong karyawan untuk mengajukan pertanyaan.

Tanggung jawab terhadap pemahaman tujuan yang jelas, berada di pundak atasan dan karyawan, dan dalam bisnis kecil bervisi besar, ukuran kecil kelompok memungkinkan komunikasi organik yang lebih inklusif. Jika seorang atasan tidak mampu menjelaskan dengan tepat seperti apa “pencapaian layanan kelas dunia”, perkokohlah sebuah lingkungan di mana para karyawan memiliki tanggung jawab untuk meminta klarifikasi. Hal ini juga sekaligus menerapkan hukum utama untuk mengecek berbagai asumsi. Perkokohlah lingkungan di mana setiap orang dengan penuh respek menantang jargon kosong, dan sebaliknya memilih untuk berkomunikasi secara jelas  demi pemahaman bersama. Sebagai contoh seorang karyawan mungkin bertanya, “ Karena tinjauan ulang kinerja saya memerlukan ‘pelayanan konsumen yang baik’ maka contoh apakah yang kita cari untuk menentukan apakah saya sudah memenuhi tujuan itu?” atau. “Seperti apakah yang dimaksud dengan ‘bisa diandalkan’ atau ‘mendukung penjualan’ menurut kita? Buatlah agar sikap kritis semacam ini menjadi bagian dari deskripsi kerja karyawan dan persyaratan untuk kinerja yang sukses.

 

dikutip dari buku :

BIG VISION SMALL BUSINESS, 4 Kunci Sukses Tanpa Harus Menjadi Besar, Jamie S. Walters, BIP Kelompok Gramedia. 2003

5 Cara Meningkatkan Kehidupan Pribadi dan Profesional dengan Mempelajari “Kecerdasan Emosional”


Apa itu Kecerdasan Emosional?

Sederhananya, Kecerdasan Emosional (E.I.) berarti kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengelola emosi kita dengan cara yang positif, ternyata studi menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosional lebih penting daripada IQ dalam kesuksesan hidup secara keseluruhan.

Kita kadang bereaksi secara emosional dan mengambil tindakan yang nantinya akan kita sesali karena mengalami kesalahan penilaian yang sebagian besar disebut sebagai pembajakan emosional, atau pembajakan amigdala.

Kapasitas untuk berpikir melalui keputusan atau latihan pengendalian diri, biasanya melibatkan lobus frontal, bagian terbesar dari otak.

Tetapi ketika kita merasakan beberapa jenis ancaman emosional, amigdala, struktur berbentuk almond yang ditemukan jauh di dalam otak, membajak prosesnya. Ini sering menghasilkan respons melawan, melarikan diri, atau membekukan.

Kita semua pernah membuat kesalahan di saat-saat emosional, mengatakan atau melakukan hal-hal yang kita harap bisa kita batalkan atau tarik kembali. Tentu saja, akan sangat bagus jika kita dapat mengidentifikasi pemicu tersebut sebelumnya, tetapi seringkali itu akan terjadi dan tidak menyadari apa yang telah kita lakukan hingga terlambat.

Oleh karena itu, inilah 5 cara kita dapat meningkatkan kemampuan untuk mengelola emosi:

1/ Manajemen diri:

Dengan kemampuan untuk mengelola stres dan tetap hadir secara emosional, kita dapat belajar menerima informasi yang mengganggu tanpa membiarkannya mengesampingkan pikiran dan pengendalian diri kita.

Kita akan dapat membuat pilihan yang memungkinkan untuk mengontrol perasaan dan perilaku impulsif. Kita dapat mengelola emosi kita dengan cara yang sehat, mengambil inisiatif, menindaklanjuti komitmen, dan beradaptasi dengan keadaan yang berubah. Misalnya. Berlatih meditasi secara teratur.

2/ Kesadaran diri:

Orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang sadar diri dan memiliki intuisi yang tajam. Mereka menyadari emosi mereka sendiri dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka. Misalnya. Dapat menjadi fokus utama.

3/Terima kritik dengan baik:

Bagian penting dari peningkatan kecerdasan emosional kita adalah untuk dapat menerima kritik. Alih-alih tersinggung atau defensif, orang dengan EQ tinggi mengambil beberapa saat untuk memahami kritik. Misalnya, melatih sikap bersyukur, mengucapkan terima kasih, dll.

4/ Sikap positif:

Praktekkan cara-cara untuk mempertahankan sikap positif seperti berpikir positif dalam situasi yang mengecewakan. Misalnya. pikirkan hal ini dengan menjadikan waktu yang buruk ini juga akan berlalu.

5/Menanggapi dan bereaksi terhadap konflik dengan lebih baik:

Dalam konflik, ledakan emosi & kemarahan, orang yang cerdas secara emosional tahu bagaimana tetap tenang dan tidak membuat keputusan impulsif yang mengarah pada masalah yang lebih besar Mis. Dengarkan untuk memahami daripada membalas

 

Semoga bermanfaat.

Diterjemahkan secara bebas dari : Do you want improve your personal and professional life, learn about your “Emotional Intelligence”

utas twitter @MiteshSharma__

Psikodrama untuk Anak PAUD #Goresanku 155


Bahasa Tubuh

Di masa usia toddler / bayi, sebelum bisa berbicara mereka berkomunikasi dengan cara menggunakan BAHASA TUBUHNYA untuk mengekspresikan kebutuhan / emosinya.
Mereka berkomunikasi secara non-verbal dengan menggunakan gerakan tubuh dan suara mereka. Setiap gerakan anak mempunyai makna dan perlu respon.
Ketika kita bisa merespon dan menafsirkan bahasa tubuh mereka, anak akan merasa dipahami perasaannya dan perubahan suasana hatinya.

Kebetulan sudah beberapa kali saya ikut pelatihan PSIKODRAMA. Sebagai pendidik PAUD saya merasa terbantu sekali karena di dalamnya terdapat beberapa unsur, antara lain adalah bahasa tubuh yang dapat saya terapkan dalam mendampingi anak belajar dan bermain di sekolah.

 

Ditulis oleh: C. Tyas Kusumastuty

8 Tips Cara Memahami Orang Lebih Baik


Lagi kutemukan utas di twitter yang menarik, tentang penerapan psikologi untuk memahami orang lain. Suatu hal yang penting ketika kita mempraktekkan psikodrama. Aku terjemahkan dan aku simpan di sini. Mungkin ada juga yang tertarik dan dapat mengambil manfaatnya.

Berikut 8 tip untuk dapat memahami orang lebih baik.

  1. Pahami Bahwa Orang Itu Kompleks.

– Sadarilah bahwa setiap orang memiliki ego, baik kita maupun orang lain.

– Perasaan orang lain tidak akan selaras dengan perasaan kita.

– Memahami seseorang berarti mempertimbangkan perasaan dan pikirannya. Lanjutkan membaca “8 Tips Cara Memahami Orang Lebih Baik”

9 Tips Untuk Mampu Mengekspresikan Diri Lebih Baik.


Ada yang percaya, bahwa Psikodrama dapat dijadikan sebagai sarana katarsis. Boleh juga sih,..

Nah di akun twitter @UpSkillYourLife, aku temukan tips untuk mengekspresikan diri lebih baik. Aku terjemahkan dan simpan di wordpress-ku ini. Mungkin ada juga yang tertarik dan membutuhkan, silahkan dibaca dan dibagikan.

  1. Bagikan perasaan kita.

– TIdak memendam semua perasaan, biasanya kita menyembunyikan kemarahan.

– Ini membuat kita kecewa dan tidak bahagia.

– Buka perasaan kepada orang yang dekat dengan kita.

– Itu membuat kita bahagia dan tetap sehat. Lanjutkan membaca “9 Tips Untuk Mampu Mengekspresikan Diri Lebih Baik.”

8 Tips Penerapan Psikologi untuk Keberhasilan Negosiasi


Penerapan psikologi untuk mengatasi permasalahan nyata dalam drama kehidupan adalah psikodrama. Bagaimana membangun hubungan yang baik dan saling menguntungkan adalah Negosiasi. Bagaimana kita memainkan drama negoisasi ini,agar tercapai yang kita harapkan? Ada tulisan terjemahkan di bawah ini semoga bermanfaat.

Yuks

  1. Berpenampilan yang baik.

Kesan pertama diperhitungkan dan berdampak pada hasil negosiasi.Berpenampilanlah untuk memberi kesan tertentu. Penampilan yang berani dan profesional menunjukkan keandalan dan kepercayaan diri. Hal ini dapat menunjukkan bahwa kita peduli dengan pertemuan dan hasilnya. Lanjutkan membaca “8 Tips Penerapan Psikologi untuk Keberhasilan Negosiasi”

8 Hal Sederhana dari Bahasa Tubuh yang Perlu Kita Ketahui


Pemahaman mengenai bahasa tubuh sangat diperlukan untuk mendukung praktek psikodrama. Aku temukan utas menarik di twitter tentang bahasa tubuh ini, maka aku terjemahkan dan kusimpan di sini. Barangkali ada juga yang membutuhkannya.

Yuks

  1. Tatapan Mata.

Menatap langsung ke mata orang lain saat melakukan percakapan dapat dipahami bahwa kita tertarik dan memperhatikan orang itu. Perlu hati-hati dan disadari bahwa kontak mata yang berkepanjangan  dapat membuat orang lain merasa terancam.Hal ini selaras dengan jika kita sering memalingkan muka karena kita merasa terganggu dan tidak nyaman. Lanjutkan membaca “8 Hal Sederhana dari Bahasa Tubuh yang Perlu Kita Ketahui”