Perihal Menangis Saat Menangani Klien; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mas. Ketika ak nangani klien, dan dia bercerita dan kemudian menangis.
Dan ak tergugah dan menangis jg.
Ak memilih tdk menahan air mataku.

Perlu kah ak mengontrolnya?
Atau biarkan sj..

Kalau aku akan ikuti aja airmata itu,…dengan tetap menjaga alur proses terapi,….🤗👍👍 …dan mengatakan terima kasih mau berbagi……tetap berusaha jujur pada diri sendiri….👍👍👍

Makasih mas didi 🤗


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Sebuah Kesadaran yang Menohok


Selama ini saya menargetkan setiap klien yang datang pada saya harus saya bantu dia selesaikan masalahnya dalam satu kali pertemuan. Kebetulan klien klien yang selama ini datang kepada saya memang mampu saya selesaikan dalam satu kali pertemuan. Niat ini membuat saya terkadang melakukan terapi sampai 4 jam lebih. Bagi saya pribadi ini lah wujud totalitas dan “profesionalitas” yang bisa saya berikan bagi profesi saya. Pikiran seperti ini yang membuat saya kadang – kadang berpikiran ‘negatif’ pada rekan rekan seprofesi yang membatasi waktu dalam melakukan terapi. Lanjutkan membaca “Sebuah Kesadaran yang Menohok”