Role Playing adalah Bentuk Utama dalam Praktek Psikodrama.


Masih banyak orang yang belum memahami Psikodrama, (baca Landasan Teori Psikodrama )karena memang relatif baru istilah ini masuk ke Indonesia, itu pun masih sebatas di kalangan Psikologi dan Bimbingan Konseling. Istilah Psikodrama masih belum dikenal luas di masyarakat umum. Maka tulisan ini mencoba memberikan pemahaman singkat agar mudah dipahami. Lanjutkan membaca “Role Playing adalah Bentuk Utama dalam Praktek Psikodrama.”

Mengajar Materi Teknis Menjadi Menarik dengan Psikodrama, Pengalaman di Semarang


Menyampaikan materi hal teknis biasa dilakukan dengan metode ceramah, atau presentasi dengan bagan gambar atau yang cukup menarik dengan film. Selanjutnya baru dengan praktek di lapangannya.

Hal-hal yang biasanya dengan ceramah atau presentasi dapat diganti dengan Metode Psikodrama, dilakukan langsung, bukan di lapangan atau tempat kejadian namun dengan didramakan…misalnya Alur ProsesΒ  Bisnis . Materi atau tema diperagakan oleh peserta yang menjadi alur Proses BisnisΒ  tersebut dan mengungkapkan apa yang dilakukan saat prosesnya berlangsung. Lanjutkan membaca “Mengajar Materi Teknis Menjadi Menarik dengan Psikodrama, Pengalaman di Semarang”

Masa Persiapan Pensiun dengan Metode Psikodrama


Pensiun adalah masa depan yang perlu dipersiapkan,…ya pensiun adalah akhir dari menjadi karyawan dan juga awal menjadi pribadi yang merdeka.

Hal tersebut tergantung dari sudut pandang masing masing. Ada lho, orang merasa bahwa pensiun berarti purna juga tugas hidupnya, dan perlahan “tanpa sadar” menyiapkan diri untuk “segera” kembali pada Sang Pencipta. Merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dilakukan,..bahkan untuk menikmati hidup pun,…merasa tidak perlu,..lak ya ngenes…tho? Rumangsane yen wis pensiun tidak lagi punya “hak” untuk bahagia di dunia, sehingga ingin segera menuntut hak kebahagiaannya di surga. Lanjutkan membaca “Masa Persiapan Pensiun dengan Metode Psikodrama”

Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )


Membaca bahasa emosi dari tubuh sesederhana langkah 1,2,3 namun percayalah bahwa ini ternyata tidak mudah.
Yang harus anda lakukan untuk dapat memahami tubuh anda, dapat dilakukan dengan satu teknik sederhana berikut: duduklah dan hindari pengganggu, rasakan apa dan dimana emosi berada, apa yang menyebabkannya, insight apa yang muncul. Fokuskan pada innerlife. Berlatihlah secara berulang. Lanjutkan membaca “Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )”

Sebuah Latihan untuk Melatih Kekuatan Interpersonal


Inilah cara untuk mengetahui seberapa kuat dirimu :

Pikirkan seseorang yang kau kenal; dan kemudian, setelah berpikir demikian, panggil orang itu dan katakan, “Hai, Aku sedang memikirkan kamu.” Untuk sedikit tambahan, ketika kau memikirkan orang itu, fokuskan pada beberapa hal kecil yang mereka lakukan, atau yang kau lakukan bersama….., atau sesuatu yang mereka mainkan, dll.

Dan kemudian ketika kau menelepon, katakan, “… dan aku ingat itu …” dan akhiri kalimat dengan apa yang kau pikirkan. Lanjutkan membaca “Sebuah Latihan untuk Melatih Kekuatan Interpersonal”

7 Hal yang Asyik dalam Pelatihan dengan Metode Psikodrama


Berdasarkan pengalaman mempraktekkan Psikodrama, ada beberapa hal yang menarik dari pelatihan dengan menggunakan Psikodrama, atau Eksplorasi Tindakan, berikut diantaranya :

  1. Tidak Perlu Menulis

Keseluruhan proses dilakukan dengan bertindak, aktif bergerak, peserta tidak perlu menulis. Mereka diajak untuk berbagi, saling bercerita, berdialog dan bermain . Setiap permainan memiliki tujuan dan saling berkaitan dalam mengeksplorasi materi pelatihannya. Lanjutkan membaca “7 Hal yang Asyik dalam Pelatihan dengan Metode Psikodrama”

Sculpture (Memahat Membuat Patung) Salah satu Teknik Psikodrama


Apa itu Sculpture (Memahat) atau membentuk Figur dalam Psikodrama ?

Sculpture adalah Teknik dalam Psikodrama dengan membuat Patung, atau figur dengan tubuh atau seluruh badan peserta, secara individu maupun berkelompok. Tubuh atau badan peserta dibentuk oleh peserta sendiri, oleh peserta lain atau pun oleh Direktur (sutradara, atau Fasilitator) menjadi figur.

Figur yang dibuat ini bisa sebuah benda mati atau pun tokoh karakter tertentu, misalnya Pohon, Batu, Burung, Presiden, Thanos, dll.

Apabila dilakukan berkelompok dapat juga membentuk sebuah Peristiwa (diorama). Istilah terbaru yang populer beberapa waktu yang lalu adalah Mannequin Challenge.

Teknik ini dapat digunakan ditahap Warming Up untuk membangun hubungan antar peserta, dan membangun saling percaya, termasuk juga membangun hubungan antara Peserta dan Fasilitator. Selain itu teknik ini juga dapat digunakan pada tahap Action, apabila waktu tidak memungkinkan untuk melakukan drama yang lengkap dengan Gerak dan Dialog.

Instruksi yang sering saya gunakan adalah berkata dengan keras “Freezzzzzz!” dan seluruh peserta akan membeku menjadi Patung.

Contoh :

“Tolong menjadi Air Mancur,…3,…..2,….1,….Freezzzz!”

“Tolong buatkan suasana Taman kota di Senja hari,…..5,….4,…3,…2,…1,…Freezzz!”

Pemanfaatan lebih lanjut Teknik ini dapat digunakan untuk Membangun Sinergi Kelompok dalam dunia kerja. Dapat juga untuk melatih Belajar Sosial bagi Anak-anak atau Remaja. Tentunya dengan diberikan pengantar yang cukup untuk materinya, atau Refleksi (debrief) yang mendalam sesudahnya.

Silahkan mencoba,…….

Yogyakarta, 15 Mei 2019

Retmono Adi