Lingkaran Aku Cinta Padamu Edisi Valentine


Tiba saja teringat kenangan akan sebuah lagu di hari Valentine ini,
Lagu yang menjadikan kami setia pada jalan ber-teater
masa masa kami merintis teater di Fakultas Psikologi UGM
Keluarga Rapat Sebuah Teater (KRST)

…..mahasiswa dengan idealismenya
kuliah jangan sampai mengganggu aktifitas teater

….resapi liriknya
…nikmati lagunya
…dan waktu terasa berhenti (bagi kami….)

masih kah dapat kau rasakan,…saudara-saudaraku ?

Lingkaran Aku Cinta Padamu (feat. Sawung Jabo) – Iwan Fals

Kini kami berkumpul
Esok kami berpencar

Berbicara tentang kehidupan
Berbicara tentang kebudayaan
Berbicara tentang ombak lautan
Berbicara tentang bintang di langit
Kami berbicara tentang Tuhan
Berbicara tentang kesejatian
Tentang apa saja

Malam boleh berlalu
Gelap boleh menghadang

Disini kami tetap berdiri
Disini kami tetap berpikir
Disini kami tetap berjaga
Disini kami tetap waspada
Disini kami membuka mata
Disini kami selalu mencari
Kesejatian diri

Alang alang bergerak
Mata kami berputar

Seperti elang kami melayang
Seperti air kami mengalir
Seperti mentari kami berputar
Seperti gunung kami merenung
Di lingkaran kami berpandangan
Di lingkaran kami mengucapkan

Aku cinta padamu
Aku cinta padamu
Aku cinta padamu
Aku cinta padamu

Yogyakarta, 14 Februari 2018

Realisme Psikologis dalam Teater – ku


Tulisan ini terinspirasi dengan berita penghormatan kepada Alm. Gabriel Garcia Marquez, penulis yang beraliran “Realisme Magis”. Novelis Peraih Nobel Sastra 1982, yang kubaca di Kompas hari ini, Senin, 21 April 2014.
Aku jadi teringat pada waktu merintis KRST (Keluarga Rapat Sebuah Teater) bersama kawan kawan di Fakultas Psikologi UGM. Kami sepakat untuk mengeksplorasi aliran Realisme Psikologis…(kayaknya ini aliran yang kami bikin-bikin dech! :D)

Waktu itu pertimbangannya sederhana saja, bahwa kami semua belajar Ilmu Psikologi, dan ingin menggabungkan dengan Teater yang Realis. Maksud kami adalah dengan ber-Teater (berkesenian) kami akan mengaplikasikan Ilmu Psikologi yang kami dapatkan di bangku kuliah. Juga bermaksud dalam ber-teater ini kami ingin lebih mengenal diri dan mengembangkan diri. Lanjutkan membaca “Realisme Psikologis dalam Teater – ku”

Nyanyian Jiwa – Iwan Fals / Sebuah Kenangan


….lagu yang begitu kuat mempengaruhi kami, …. saat bersama,…. membangun Keluarga Rapat Sebuah Teater (KRST)  komunitas teater di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Jogyakarta pada tahun 1994-an

NYANYIAN JIWA

Nyanyian jiwa
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega
Terburai diterjang halilintar

Mata hati
Bagai pisau merobek sangsi
Hari ini
Kutelan semua masa lalu

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri oh

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah

Menjeritlah
Menjeritlah selagi bisa
Menangislah
Jika itu dianggap penyelesaian

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri ohoh

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah

http://musiklib.org/Iwan_Fals-Nyanyian_Jiwa-Lirik_Lagu.htm

……Menjeritlah……menjeritlah selagi bisa,….

menangislah,…jika itu,…. dianggap penyelesaian….

…….pada syair ini kami berteriak,….hingga pernah  sekuriti fakultas mendatangi,….mengetahui bahwa itu kami, sedang berlatih teater,…ia kembali ke pos nya….

salam untuk ….Pak Sarwanto,…..Mbah Trimo,…Mas Meidi,….

ach namanya pun ada yang ku lupa,….

mereka sudah bahagia di sana,…..Amin

….sebuah keping kenangan di pojok kampus itu….