Bagaimana Mengelola Pekerjaan Kantor yang Bertumpuk Menggunakan Psikodrama ?


Ada pertanyaan dari peserta saat Live Instagram pada Hari Rabu tanggal 24 Maret 2021 dengan tema Mengelola Stres Karyawan Menggunakan Psikodram., Bagaimana Mengelola Pekerjaan Kantor yang menumpuk. Sebelum menjelaskan pertanyaan tersebut, aku ingin memaparkan beberapa hal mengenai Psikodrama.

Moreno Bapak Psikodrama mengajak setiap orang menjadi Protagonis yaitu Aktor Utama dari Drama kehidupannya. Menurut Stanislavsky Aktor memiliki 3 Instrumen utama untuk berakting yang perlu diolah dan dikembangkan yaitu Tubuh, Pikiran, dan Perasaan. Ketiganya perlu dilatih agar aktor mampu berakting dengan baik. Akting yang baik dalam hal ini aktor mampu mengintegrasikan dalam bentuk tindakan yang nyata dari ketiga instrumen itu dalam proporsi yang tepat agar sesuai dengan tuntutan perannya. Lanjutkan membaca “Bagaimana Mengelola Pekerjaan Kantor yang Bertumpuk Menggunakan Psikodrama ?”

Mengembangkan Kesadaran Diri #Tulisan 12 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Mempromosikan Individuasi

 Salah satu aplikasi terpenting dari konsep tele adalah bahwa tele mendorong orang untuk lebih memperhatikan preferensi mereka sendiri. Ini pada gilirannya meningkatkan kesadaran diri dan membantu orang dalam individuasi mereka. Karen Horney (1950: 17) menulis tentang perlunya mengembangkan “diri sejati” seseorang seperti yang disebutkan sebelumnya. Salah satu cara paling efektif untuk mencapai hal ini adalah membantu orang memperhatikan preferensi mereka, terutama dalam hal bidang minat, gaya temperamental, dan citra. Banyak orang dalam terapi memiliki sedikit kesadaran akan dimensi pengembangan diri ini. Lanjutkan membaca “Mengembangkan Kesadaran Diri #Tulisan 12 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Tele sebagai Dinamika Pendukung Sebuah Peran #Tulisan 06 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Tele sebagai Dinamika Pendukung sebuah Peran

 Jiwa manusia itu majemuk, melibatkan banyak peran (Blatner 1991). Tele kita untuk orang lain tergantung pada hubungan peran di mana kita menemukan diri kita sendiri. Poin ini harus diingat. Karena tele bervariasi secara signifikan ketika sifat peran bergeser (Nehnevajsa 1956: 62), seseorang mungkin merasa lebih suka terhadap aspek lain mengenai satu aspek hubungan mereka, dan bahwa ada lebih sedikit tele di bidang lain. Lanjutkan membaca “Tele sebagai Dinamika Pendukung Sebuah Peran #Tulisan 06 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

7 Tipe Kemarahan untuk Belajar Menggunakan Kemarahan secara Konstruktif


Kemarahan adalah emosi alami dan memberi sinyal kebutuhan akan perubahan lingkungan. Namun, mungkin dan biasanya merupakan keinginan kuat untuk mengekspresikan kemarahan dalam bentuk mengatur / mengontrol, dan belajar melakukan ini adalah ciri kedewasaan.

Bermain peran adalah cara terbaik untuk mempelajari keterampilan ini, karena setiap tingkat kemarahan melibatkan kompleksitas perilaku yang berbeda, namun juga harapan. Hal ini berguna untuk mempertimbangkan berbagai peran yang berbeda dengan tingkat kemarahan yang dialami. Lanjutkan membaca “7 Tipe Kemarahan untuk Belajar Menggunakan Kemarahan secara Konstruktif”