Berbagi Pengalaman, Mahasiswi UMM Mengambil Tesis Psikodrama pada Narapidana Remaja


Saya penelitian di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) mas, Narapidana remaja kasusnya penganiayaan baik ringan maupun berat. Psikodrama saya modifikasi bentuknya menjadi self-regulation group therapy. Karena target nya disini adalah regulasi diri, jadi saya fokus pada cara bagaimana mereka bisa mengendalikan emosi, kognisi dan perilakunya dalam keseharian, lebih tepatnya saya mengajarkan skills baru tentang bagaimana cara menyampaikan ke 3 aspek itu dalam bentuk-bentuk yang lebih bisa diterima dan sehat. Lanjutkan membaca “Berbagi Pengalaman, Mahasiswi UMM Mengambil Tesis Psikodrama pada Narapidana Remaja”

Satu Kata yaitu Menyenangkan, Kesan Saat Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar


Pada hari Selasa tersebut, saya dan kawan-kawan melaksanakan kegiatan bermain Psikodrama bersama 15 andik yang telah kami pilih sesuai dengan kriteria yang telah kami tentukan dari 160-an andik yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Kegiatan kami laksanakan dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Rancangan kegiatan dari warming up terlebih dahulu dengan di mulai dari pengenalan diri dengan berpose, setelah itu dilanjutkan dengan sosiometri, lokogram, dan sculpture. Setelah warming up, dilanjutkan dengan action.

Action berupa “memaafkan” dan teknik membayangkan masa lalu/masa depan. Dalam pelaksanaannya, karena waktunya tidak cukup jadi yang teknik “membayangkan” tidak jadi dilakukan. Setelah semua kegiatan dilakukan, kami menutupnya dengan reflection dari keseluruhan kegiatan.

Kesan saya mengenai kegiatan yang kami lakukan ini jika misal diungkapkan dalam satu kata yaitu menyenangkan. Tidak ada lagi yang bisa saya ungkapkan selain itu. Walaupun memang kegiatannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, tapi saya benar-benar menikmati kegiatan ini.

Surakarta, 6 Agustus 2019

Hajjy