Setia Pada Perkara Kecil, Sebuah Refleksi #dirumahaja


Sering aku tidak menyadari bahwa tindakanku yang sangat mudah dan sepele, dapat memberikan impact yang besar. Aku mau sharing kejadian hari ini yang dirangkai dari beberapa langkah kecil beberapa hari yang lalu.

Sudah lebih dari 2 minggu, keadaan mengharuskan di rumah saja. Meskipun memang keseharianku selalu di rumah saja, sampai dapat panggilan untuk melakukan training Psikodrama di dalam kota maupun di luar kota. Wabah Covid 19, menjadikan semua jadwal training dibatalkan sehingga makin jelaslah bahwa aku tetap di rumah saja. Lanjutkan membaca “Setia Pada Perkara Kecil, Sebuah Refleksi #dirumahaja”

Aku dan Keterlambatanku, Indah pada Waktunya.


Dulu waktu SMA aku paling sering terlambat. Dan bukti akan hal itu adalah dipanggilnya Orang tuaku ke sekolah untuk membahas masalah keterlambatanku ini. Di SMA kalau terlambat di wajibkan senam di Teras di dekat ruang Kepala Sekolah. Setelah senam baru diijinkan masuk untuk mengikuti pelajaran jam berikutnya, setelah diberikan surat keterangan dari Wakil Kepala Sekolah. Lanjutkan membaca “Aku dan Keterlambatanku, Indah pada Waktunya.”

Program Mari Peduli Biaya Pendidikan Anak LKSA Indriyanati


Aku sekarang mengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial di D.I. Yogyakarta, yang fokus pada Anak dan Perempuan, nama lembaga nya Indriyanati, yang berarti Perempuan yang bertekad baja. Lembaga ini telah aktif sejak akhir tahun 90an. Telah banyak kawan yang berproses belajar bersama, dan sekarang sudah banyak “alumni” yang tersebar ke berbagai tempat.

Hari ini kedatangan “dedengkot”nya, Mr Kelex,  (nama panggilan beken-nya) dulu waktu masih Mahasiswa Psikologi Gadjah Mada, telah merintis dan mengawal hingga lebih dari 10 tahun. Sekarang sudah berkarya dan domisili di Jakarta bersama keluarganya.

Sebenarnya Beliau sudah rutin untuk silaturahmi, namun kali ini terasa istimewa dengan obrolan yang terjadi. Beliau memberikan saran program yang menarik, yaitu mengumpulkan dana untuk biaya sekolah anak-anak yang menjadi anggota keluarga besar Indriyanati.

Programnya mirip dengan orang tua asuh. Kawan-kawan Alumni yang sudah memiliki penghasilan serta mapan secara ekonomi, diajak untuk peduli dan bersedia memberikan sumbangan sebagai tambahan biaya pendidikan Anak-anak, hingga lulus SLTA. Besaran sumbangannya sukarela, dan waktu memberikannya juga tidak ditentukan. Dana tersebut langsung ditranfer ke rekening anak dan pemanfaatannya dalam monitoring Lembaga Indriyanati (teknis detailnya dapat didiskusikan).

Usulan ini terasa tepat, sudah satu tahun ini Indriyanati, memonitor dan mendampingi Pemanfaatan Dana Program TASA (Tabungan Sosial Anak), Anak-anak memiliki Tabungan sendiri, yang dana nya awal diisi oleh Pemerintah (Kemensos/Dinsos) untuk peningkatan Gizi dan Sanitasi juga untuk keperluan Sekolah. Nah,…dengan anak sudah memiliki tabungan maka ..klop dah,…:-)

Indriyanati akan menginformasikan data anak yang membutuhkan bantuan biaya sekolahnya kepada calon orang tua asuhnya. Bahkan jika dirasa lebih baik, Orang tua asuh dapat berhubungan langsung dengan anak asuh dan orang tua aslinya. Setiap terima raport, hasilnya diinfokan ke orang tua asuh.

Program ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat membantu, dengan menghubungi langsung Pengurus Indriyanati. Informasi bisa melihat di page Facebook  Indriyanati atau di IG @indriyanati silahkan diikuti.

Demikian semoga menjadi berkah bagi semua.

 

Yogyakarta, 18 Juni 2019

Retmono Adi