3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini


Pandemi membuat banyak orang memiliki tingkat kecemasan atau stres yang tinggi. Mereka resah memikirkan kondisi yang terjadi saat ini maupun masa depan. Kapan kondisi ini akan berakhir.

Saat tinggal di rumah, atau melakukan isolasi mandiri, stres juga menghampiri dan membuat otak menjadi  buntu. Kita dalam keadaan kewaspadaan yang konstan. Mengalami kebuntuan pemikiran adalah respons jangka pendek. Konsekuensi dari terkunci dalam keadaan stres dalam jangka panjang dapat berupa fisik maupun mental. Lanjutkan membaca “3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini”

Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha


Lingkaran itu bulat, sama kayak stress itu bikin mbulet

Mager karena stress menghadapi skripsi atau mager karena tak ada kegiatan lain selain urus skripsi. Sama-sama stress. Lebih sering rebahan merupakan sebab atau mungkin juga akibat. Demikian juga sakit kepala. Telur dulu atau ayam dulu. Sama-sama dari telur yang keluar dari ayam.

Pikiran, perasaan dan tindakan itulah esensi dari diri kita. Kadang sulit memilah mana yang duluan muncul, pikiran dulu atau perasaan dulu, atau gara-gara tindakan tertentu. Kalau kita tak bisa memilah dan mengendalikan ,minimal salah satunya. Maka stress bagai lingkaran syetan tak jelas ujung pangkalnya. Lanjutkan membaca “Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha”

Penerapan Psikodrama Melatih Me-Rasa untuk Bahagia


Banyak orang jaman sekarang terlalu banyak berpikir dibandingkan merasa, bahkan ada yang mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat mengungkapkan rasa yang sedang dirasakannya. Media sosial dan game online lebih dominan mengambil waktu anak-anak muda. Sementara, sensitivitas Rasa akan terlatih dengan kehadiran, bertemu langsung. Oleh karena itu mereka menjadi kurang terlatih dalam mengolah rasa. Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama Melatih Me-Rasa untuk Bahagia”

Solusi Terbaik dari Psikolog Belum Tentu Solusi yang Tepat bagi Klien


Kemarin Aku diajak bertemu temannya adikku di rumahnya. Ia baru habis operasi jantung. Ada kelainan di jantungnya yang tiba tiba berdetak terlalu cepat melebihi ambang normal, padahal ia tidak melakukan aktivitas yang berat. Untunglah ia segera mendapatkan penanganan yang tepat dan segera dioperasi, sekarang sudah stabil kembali.

Tadi siang kami makan siang bersama. Sambil makan kami saling bercerita. Ia cerita kondisi tubuhnya, bahwa sekarang ia merasa cepat lelah. Ia takut ada kanker dalam tubuhnya. Kami menguatkan hatinya untuk berpikir positif saja. Lanjutkan membaca “Solusi Terbaik dari Psikolog Belum Tentu Solusi yang Tepat bagi Klien”