Penerapan Psikodrama untuk Perencanaan Strategi Organisasi


Siang tadi bersama Henk2 melayat putra mantan Dosen kami. Setelah mendoakan dan menyalami beliau kami duduk ngobrol sejenak. Kami bertemu dengan beberapa temen yang menjadi Pengajar Psikologi di salah satu Universitas di Yogyakarta. Saya menawarkan diri apakah bisa mengajar psikologi terapan, terapi kelompok Psikodrama. ditanggapi dengan positip, bahwa secara prinsip bisa saja dan nanti secara teknis akan dikabari, karena perkuliahan belum dimulai.

Henk2 punya ide, untuk memperbesar peluang penerapan Psikodrama di ranah yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa, psikodrama dapat juga untuk menyusun strategi organisasi. Jadi psikodrama diterapkan untuk Psikologi Organisasi atau Industri. Kami memang sudah lama berdiskusi mengenai pengembangan Psikodrama, selain untuk Psikologi Klinis, Psikologi Terapi, dan Terapi Kelompok. Jadi kemunculan ide-ide seperti ini sering terjadi dan kali ini saya ingin menuliskannya. Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Perencanaan Strategi Organisasi”

Sculpture (Memahat Membuat Patung) Salah satu Teknik Psikodrama


Apa itu Sculpture (Memahat) atau membentuk Figur dalam Psikodrama ?

Sculpture adalah Teknik dalam Psikodrama dengan membuat Patung, atau figur dengan tubuh atau seluruh badan peserta, secara individu maupun berkelompok. Tubuh atau badan peserta dibentuk oleh peserta sendiri, oleh peserta lain atau pun oleh Direktur (sutradara, atau Fasilitator) menjadi figur.

Figur yang dibuat ini bisa sebuah benda mati atau pun tokoh karakter tertentu, misalnya Pohon, Batu, Burung, Presiden, Thanos, dll.

Apabila dilakukan berkelompok dapat juga membentuk sebuah Peristiwa (diorama). Istilah terbaru yang populer beberapa waktu yang lalu adalah Mannequin Challenge.

Teknik ini dapat digunakan ditahap Warming Up untuk membangun hubungan antar peserta, dan membangun saling percaya, termasuk juga membangun hubungan antara Peserta dan Fasilitator. Selain itu teknik ini juga dapat digunakan pada tahap Action, apabila waktu tidak memungkinkan untuk melakukan drama yang lengkap dengan Gerak dan Dialog.

Instruksi yang sering saya gunakan adalah berkata dengan keras “Freezzzzzz!” dan seluruh peserta akan membeku menjadi Patung.

Contoh :

“Tolong menjadi Air Mancur,…3,…..2,….1,….Freezzzz!”

“Tolong buatkan suasana Taman kota di Senja hari,…..5,….4,…3,…2,…1,…Freezzz!”

Pemanfaatan lebih lanjut Teknik ini dapat digunakan untuk Membangun Sinergi Kelompok dalam dunia kerja. Dapat juga untuk melatih Belajar Sosial bagi Anak-anak atau Remaja. Tentunya dengan diberikan pengantar yang cukup untuk materinya, atau Refleksi (debrief) yang mendalam sesudahnya.

Silahkan mencoba,…….

Yogyakarta, 15 Mei 2019

Retmono Adi