Inilah Semestinya, Serial White Rose (4)


Apa kabar kakak sekalian.. gimana kabar hari ini? Pastinya penuh dengan semangat. Yuk kita lanjutkan kisah D5.

Kisah sebelumnya di masa SMP, masa neraka udah melebihi neraka saat itu, tapi saatnya naik kelas, kalo mau diceritakan rinci mungkin nanti ada di bab bab selanjutnya… tapi kali ini aku mau mengisahkan yang sederhana sederhana aja dulu, ga panjang panjang dulu. Ok.. karena aku dah naik kelas… berarti saatnya aku naik ke SMA. Dimana SMA dalah awal dari semua yang baru. Lanjutkan membaca “Inilah Semestinya, Serial White Rose (4)”

Cerita Mawar #part 13 Pengalaman mengikuti Kelas Musik


Apa yang Anda pikirkan tentang seseorang yang bermain alat musik? Jika pemikiranku dulu saat masih TK- SMP anak yang bisa bermain musik itu pintar dan keren, dan tentu saja dari ekonomi yang berlimpah. Aku akhirnya mendapatkan kesempatan kelas musik pertama saat SMA di bulan November 2014, aku mengambil kelas violin populer. Aku sudah ujian 2x selama 2 tahun (Grade 13 dan 12). Aku juga mendapatkan kesempatan ensambel di sekolahku pada upacara 17 agustus. Tentu saja aku bangga meskipun ada suka dukanya. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 13 Pengalaman mengikuti Kelas Musik”

Remaja Membangun Karakter ?


Malam ini melihat remaja, duduk duduk bergerombol sambil bermain gitar dan bernyanyi.
Aku ingat bahwa aku juga dulu seperti itu, tiada niat mengganggu orang lain, melainkan sibuk dengan gejolak rasa ku. Kusalurkan lewat lagu, menirukan bintang rock, penyanyi terkenal.

Bahwa remaja adalah masa gelisah.
Mengapa orang tua yang resah.

Aku tidak berpikir tentang masa depan, aku tidak berpikir tentang hidup, aku gelisah dengan diriku sendiri. Aku berkumpul bersama kawan-kawan yang memiliki kondisi yang sama. Disana aku belajar setia kawan, belajar berbicara yang benar, dan mengetahui bahwa berbicara dengan fakta akan lebih dipercaya. Kami juga merasa bahwa orang tua hanya menambah beban pikiran saja.

Mengutip lagu lama

….orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta….. *Iwan Fals

Retmono Adi