Menangislah Jika Itu Dianggap Penyelesaian


Terinspirasi oleh lagu Iwan Fals “Nyanyian Jiwa” yang menemani malam malam di Kampus jaman kuliah dulu. Mengapa kami begitu suka dengan lagu ini, selain karena lagu ini mampu mewakili kegelisahan kami waktu itu, saya berkeyakinan bahwa Pemilihan kata Menangis, tentu memiliki makna yang istimewa bagi pencipta lagu tersebut. Lanjutkan membaca “Menangislah Jika Itu Dianggap Penyelesaian”

Cerita Mawar #part 18 Caraku Menghibur Diri dengan Menulis


Aku hari ini mimpi lagi, aku mimpi melihat pendamping psikologisku sibuk bekerja, aku ingin bicara padanya namun tidak bisa, akhirnya aku pilih biar lihat saja kesibukannya. Aku bingung dengan alam bawah sadarku, apalagi yang terjadi sampai mimpi begini.

Kemarin malam aku juga mimpi bahwa aku mengobrol hangat, seru bersama dosen waliku dan bercerita segalanya. Aku bingung kenapa kok yang muncul itu sosok dosen waliku, padahal aku dekatnya dengan orang lain. Aku bertemu dosen waliku hanya sekedar say hi waktu papasan di lift kampus minggu lalu, itupun hanya satu kali. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 18 Caraku Menghibur Diri dengan Menulis”

Terapi Menulis #01 Pada Suatu Malam


Air mata itu berhenti mengalir sesaat sebelum Warni mengetikkan kata demi kata yang dirangkainya ketika baru turun dari motor. Ia kini tengah merebahkan badannya di atas kasur yang telah lama tak ditidurinya. Sebetulnya, matanya telah lelah membuka sebab hari ini berlalu dengan cukup melelahkan. Ia ingin menutup hari dengan terlelap nyenyak, namun sepertinya peristiwa tadi belum mengizinkannya untuk itu. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis #01 Pada Suatu Malam”