Manfaat Playback Theater dalam Dunia Pendidikan dan Psikoterapi serta 7 Hari Pelatihannya


Apa Playback Theater itu?

Playback Theater adalah sebuah bentuk improvisasi dari teater yang muncul di Amerika tahun 1975 dan saat ini telah menyebar ke lebih dari 17 negara. Teater ini berawal dari Teater serimonial di Asia di mana tradisi oral dan penceritaan yang diperankan dalam komedi dan drama memainkan peran sangat penting dalam penyebaran budaya kesukuan.

Dalam Playback seorang anggota kelompok didorong untuk menjalin kontak dengan kehidupan nyata dan kemudian hal tersebut akan diperankan oleh orang lain. Bukti ilmiah dari pengalaman di Amerika menunjukkan playback memiliki dampak terapeutik sejalan dengan penyadaran diri, meningkatkan kreativitas dan spontanitas, dan memperkuat sense of identity seseorang. Lanjutkan membaca “Manfaat Playback Theater dalam Dunia Pendidikan dan Psikoterapi serta 7 Hari Pelatihannya”

Menangislah Jika Itu Dianggap Penyelesaian


Terinspirasi oleh lagu Iwan Fals “Nyanyian Jiwa” yang menemani malam malam di Kampus jaman kuliah dulu. Mengapa kami begitu suka dengan lagu ini, selain karena lagu ini mampu mewakili kegelisahan kami waktu itu, saya berkeyakinan bahwa Pemilihan kata Menangis, tentu memiliki makna yang istimewa bagi pencipta lagu tersebut. Lanjutkan membaca “Menangislah Jika Itu Dianggap Penyelesaian”

Cerita Mawar #part 18 Caraku Menghibur Diri dengan Menulis


Aku hari ini mimpi lagi, aku mimpi melihat pendamping psikologisku sibuk bekerja, aku ingin bicara padanya namun tidak bisa, akhirnya aku pilih biar lihat saja kesibukannya. Aku bingung dengan alam bawah sadarku, apalagi yang terjadi sampai mimpi begini.

Kemarin malam aku juga mimpi bahwa aku mengobrol hangat, seru bersama dosen waliku dan bercerita segalanya. Aku bingung kenapa kok yang muncul itu sosok dosen waliku, padahal aku dekatnya dengan orang lain. Aku bertemu dosen waliku hanya sekedar say hi waktu papasan di lift kampus minggu lalu, itupun hanya satu kali. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 18 Caraku Menghibur Diri dengan Menulis”

Terapi Menulis #01 Pada Suatu Malam


Air mata itu berhenti mengalir sesaat sebelum Warni mengetikkan kata demi kata yang dirangkainya ketika baru turun dari motor. Ia kini tengah merebahkan badannya di atas kasur yang telah lama tak ditidurinya. Sebetulnya, matanya telah lelah membuka sebab hari ini berlalu dengan cukup melelahkan. Ia ingin menutup hari dengan terlelap nyenyak, namun sepertinya peristiwa tadi belum mengizinkannya untuk itu. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis #01 Pada Suatu Malam”