Menyambut Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi Relawan Siaga Bencana yang Sehat Mental


Tanggal 10 Oktober dijadikan sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. WHO pertama kali menginisiasi Hari Kesehatan Mental Sedunia pada tahun 1992, misinya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan advokasi masyarakat seluruh dunia mengenai kesehatan jiwa. Meningkatkan kesadaran seputar kesehatan mental dan memobilisasi usaha untuk mendukung kesehatan mental yang lebih baik.
Lanjutkan membaca “Menyambut Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi Relawan Siaga Bencana yang Sehat Mental”

Mindfulness, Meditasi, dan Psikodrama


Mindfulness adalah kondisi kesadaran penuh, (kondisi mental yang dicapai dengan memusatkan kesadaran seseorang pada saat ini, sementara dengan tenang mengakui dan menerima perasaan, pikiran, dan sensasi tubuh seseorang, digunakan sebagai teknik terapi ~ terjemahan Google),biasanya untuk melatihnya kebanyakan orang dengan Meditasi.

Bagaimana Psikodrama dapat untuk melatih mindfulness?

Berikut saya kutip tulisan “Guru” Spiritual yang saya dapatkan dari Group Telegram :

Meditasi adalah ” jalan”. Meditasi yang sering kliru dalam pemahaman bahwa meditasi harus mengikuti serangkaian laku paten (yang ditetapkan), harus memfokuskan diri pada penangkapan vision yang beragam warna dan macamnya dalam lapisan alam kasat saat diri memasuki alam dibawah sadar.
…….
Meditasi ada dua yaitu meditasi secara pasif dan meditasi secara aktif, serta disesuaikan dengan tujuan daripada meditasi tersebut. Karena sesungguhnya keseluruhan dari tindakan gerak maupun diam tubuh kita secara material dan immaterial adalah pola meditasi karena meditasi adalah jalan menuju pencapaian suwung-wening. (Keheningan/Kesadaran Penuh/Mindfullnes)
Meditasi aktif adalah ketika kita menjalani kehidupan kita sehari-hari secara sadar, dan tetap eling – waspada dengan segala tarikan situasi-kondisi sekitar diri (kita merasa sedang diamati/ berada dalam panggung layar Sang Sutradara Kehidupan). Sementara meditasi pasif adalah meditasi yang dilakukan dengan menghentikan aktifitas pancainderawi, sementara memasuki penggunaan panca indriyawi (indera batin). Sering disebut samadi/ ekstase.
……….
~ Tunjung Dhimas Bintoro

Berdasar kutipan diatas maka Psikodrama lebih pada melatih Meditasi Aktif untuk menuju kesadaran, di dalam Psikodrama kita dapat melatih tiap Indra kita, dengan beberapa teknik aktif, Merasa. Kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan Drama. Dengan saling bergantian memfokuskan pada gerak dan memberi kesempatan intuisi dalam mengaktifkan Indera mana yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas merespon. Kondisi ini membutuhkan konsentrasi yang kadarnya setara dengan Konsentrasi dalam meditasi pasif. Apakah Meditasi Aktif ini lebih mudah atau lebih sulit untuk mencapai Mindfulness, tentu saja tiap orang akan berbeda tergantung karakter masing masing. Meskipun demikian Psikodrama memberikan alternatif cara untuk melatih Mindfulness.

Yogyakarta, 22 Maret 2018

Antri Yuk ! ( Pendidikan Karakter)


Vinayo ca susikkhito, etaṁmaṅgalamuttamaṁ
Terlatih baik dalam tata susila, itulah berkah utama
Maha Manggala Sutta – Buddha

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan global yang melanda kota- kota metropolitan di berbagai penjuru dunia. Di Bangkok, ibukota dari Kerajaan Thailand, lalu lintas bisa berhenti total sampai berjam jam seperti halnya di Jakarta. Medan sebagai calon kota metropolitan sudah mulai mengikuti jejak dari kota kota tersebut dalam hal kemacetan lalu lintasnya. Lanjutkan membaca “Antri Yuk ! ( Pendidikan Karakter)”