Bagaimana Menumbuhkan Engagement pada Millennial dengan Psikodrama


Mengutip Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru yang mengklarifikasi perihal teknologi dalam pendidikan :

Banyak persepsi yang salah, menurut Nadiem, karena dengan dirinya menjadi menteri, maka semua akan diganti dengan aplikasi. “Saya cukup lucu dengan itu,” katanya. Nadiem memberikan klarifikasi bahwa pendidikan adalah apa yang terjadi dalam dua ruang, yaitu di kelas, murid dan guru, serta di rumah, orang tua dan anak.

“Itu kuncinya. Teknologi tidak akan mungkin bisa menggantikan koneksi itu. Karena pembelajaran terbaik itu adanya koneksi batin kuat dan bisa timbul rasa percaya,” turur Nadiem. (dapat dibaca Nadiem Makarim Sampaikan 5 Fokus Utama kepada DPR )

Koneksi Batin yang kuat yang dapat menimbulkan rasa saling percaya, dapat disetarakan dengan 3 Hubungan dalam Psikodrama, yaitu, Hubungan Personal, Hubungan Interpersonal, dan Hubungan Transpersonal. Lanjutkan membaca “Bagaimana Menumbuhkan Engagement pada Millennial dengan Psikodrama”

6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02


sambungan dari : 6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01

Kedewasaan emosional bukanlah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir; itu adalah sesuatu yang perlu Anda usahakan.

Tidak semua orang akan mengambil keuntungan dari situasi untuk belajar tentang kedewasaan emosional mereka sendiri, tetapi bagi mereka yang cukup beruntung untuk memperhatikan dan membuat sebagian besar situasi itu, perubahan dapat terjadi.

Kedewasaan emosional berarti Anda berpikir sebelum bertindak, meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, dan bertanya-tanya tentang dunia pada umumnya – alih-alih berpikir bahwa Anda sudah tahu semua yang perlu diketahui tentang diri Anda, orang lain, dan dunia di sekitar Anda.

Berikut adalah 7 (tujuh) cara Anda bisa menjadi lebih dewasa secara emosional. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02”

6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01


Sering kali lingkungan menilai individu berdasarkan usia kronologis.

Jika Anda pernah bertemu seorang remaja dewasa sebelum waktunya, mengetahui seorang pria paruh baya berperilaku konyol/bodoh. Anda tahu bahwa usia tidak berhubungan dengan cara seseorang tampil di dunia.

Di  dunia ini, usia bukan garansi kematangan. Meskipun terdapat banyak contoh seperti ini dalam lingkungan sekitar kita. Kita cenderung percaya bahwa orang-orang harus “berperilaku sesuai usia”, dan terkejut ketika mengetahui mereka tidak melakukannya. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01”

Refleksi Mengenai Terminologinya #Tulisan 03 Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Refleksi tentang Terminologinya

Memperkenalkan istilah baru mempersulit orang untuk menghargai konsep: Ini adalah masalah jargon. Apakah kita benar-benar perlu menggunakan kata “tele” atau bisakah kita menyinggung dinamika ini menggunakan istilah lain? Lanjutkan membaca “Refleksi Mengenai Terminologinya #Tulisan 03 Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Asal Sejarahnya #Tulisan 02 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


JL Moreno, MD (1889-1974) terkenal karena penemuannya tentang metode psikodrama, tetapi ia juga seorang pemikir yang brilian yang mengarahkan dirinya ke berbagai dinamika psikologis dan sosial terkait, seperti teori peran, filsafat (dan bahkan teologi) tentang kreativitas, dan sosiometri, semua dibahas di bagian lain buku ini. Sebenarnya, Moreno mengembangkan sosiometri dan mulai berpikir tentang tele selama beberapa tahun sebelum ia mengembangkan psikodrama. Jadi, sementara dimungkinkan untuk melakukan sosiometri formal tanpa menggunakan psikodrama; dan dimungkinkan untuk melakukan psikodrama tanpa melakukan sosiometri formal, namun kedua pendekatan tersebut bersifat sinergis. Lanjutkan membaca “Asal Sejarahnya #Tulisan 02 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

MEMBANGUN KARAKTER ANAK SEJAK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI #Goresanku 55


 

Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.
Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age). Lanjutkan membaca “MEMBANGUN KARAKTER ANAK SEJAK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI #Goresanku 55”