6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01


Sering kali lingkungan menilai individu berdasarkan usia kronologis.

Jika Anda pernah bertemu seorang remaja dewasa sebelum waktunya, mengetahui seorang pria paruh baya berperilaku konyol/bodoh. Anda tahu bahwa usia tidak berhubungan dengan cara seseorang tampil di dunia.

Di  dunia ini, usia bukan garansi kematangan. Meskipun terdapat banyak contoh seperti ini dalam lingkungan sekitar kita. Kita cenderung percaya bahwa orang-orang harus “berperilaku sesuai usia”, dan terkejut ketika mengetahui mereka tidak melakukannya. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01”

Aja Nggege Mangsa, Semua Ada Waktunya ( Prihatin terhadap Anak-Anak yang dipaksa Cepat Dewasa)


Jaman sekarang semua ingin serba cepat, instant, dunia industri mengajak kompetisi, siapa cepat ia yang dapat. Bahkan ada lagunya The Winner Takes It All (ABBA),  Siapa yang menang ia akan mendapatkan semuanya.

Pahami lebih dalam bahwa kecepatan tidaklah harus berupa kompetisi, sekarang saatnya berkolaborasi. Kecepatan tetap dapat dijadikan salah satu acuan, dengan tetap mempertimbangkan banyak hal, orang lain, anggota team, sumber daya yang ada dll. Lanjutkan membaca “Aja Nggege Mangsa, Semua Ada Waktunya ( Prihatin terhadap Anak-Anak yang dipaksa Cepat Dewasa)”

Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )


Membaca bahasa emosi dari tubuh sesederhana langkah 1,2,3 namun percayalah bahwa ini ternyata tidak mudah.
Yang harus anda lakukan untuk dapat memahami tubuh anda, dapat dilakukan dengan satu teknik sederhana berikut: duduklah dan hindari pengganggu, rasakan apa dan dimana emosi berada, apa yang menyebabkannya, insight apa yang muncul. Fokuskan pada innerlife. Berlatihlah secara berulang. Lanjutkan membaca “Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )”

Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )


Suatu ketika saya membaca sebuah buku, tiba-tiba tangan saya mencari stoples dan mulai makan keripik. Saya bertanya apakah saya lapar? Seberapa banyak keripik yang harus saya makan untuk menghilangkan lapar saya. Rupanya perut saya mulai terasa penuh dan sebah tetapi saya masih mengunyah keripik tanpa melihat. Tangan meraih stoples otomatis dan menjejalkan keripik ke mulut dan mengunyahnya tanpa benar-benar di rasakan. Lanjutkan membaca “Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )”

Indikator Emosi ( tulisan ke 1 seri mengenal Rahasia Bahasa Emosi )


Ketika pertama kali anda membeli mobil, seorang sales mobil akan menjelaskan pada anda arti setiap tanda pada dashboard mobil anda. Apa artinya lampu yang menyala, di mana letak tombol untuk tujuan tertentu dan apa yang harus dilakukan bila muncul tanda-tanda seperti indikator lampu merah, kedipan atau suara-suara yang berbeda dari biasanya. Lanjutkan membaca “Indikator Emosi ( tulisan ke 1 seri mengenal Rahasia Bahasa Emosi )”

Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 13 Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele


Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele

 Salah satu tujuan Moreno adalah untuk memungkinkan tele (hubungan baik) untuk beroperasi lebih banyak dalam organisasi hubungan formal maupun informal, sehingga orang yang menikmati satu sama lain dalam perkumpulan  atau saling melengkapi keterampilan masing-masing dapat memilih untuk bekerja pada proyek kelas, seperti mitra laboratorium, atau dalam tim di pekerjaan mereka. Teman sekamar di asrama, anggota komite, dan pengelompokan lainnya harus ditugaskan berdasarkan preferensi yang mereka tentukan sendiri dan bukan berdasarkan kriteria sewenang-wenang yang dipaksakan oleh mereka yang bertanggung jawab. Lanjutkan membaca “Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 13 Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele”

Sensi dan Baper menjadi Modal Awal untuk Belajar Empati dengan Mengolah Memori Emosi


Sekolah lebih banyak mengajarkan pengetahuan yang mengolah pikiran, sesuatu yang penting dalam membangun bekal untuk menjalani kehidupan. Telah banyak contoh penemuan hebat dari hasil mengolah pikiran ini. Teknologi Informasi, 4.0, Hape, internet, AI, adalah capaian capaian yang belum pernah ada sebelumnya.

Sekarang saatnya  mengolah Rasa juga. Bagaimana pun adanya Rasa, pastilah memiliki guna. Puncak dari kemampuan merasa adalah Empati, dan lembah dari kemampuan merasa adalah Baper terlalu Sensi. Masyarakat umum lebih sering menghindari rasa ini, karena fokus pada kondisi yang di Lembah (Baper terlalu sensi), bahkan mengusahakan jika mungkin untuk tidak berurusan dengan Rasa. Sebuah konsekuensi dari terlalu fokus mengolah pikiran sehingga mengabaikan berkah Rasa ini. Rasa juga merupakan anugerah yang perlu diolah agar mampu berfaedah.

Bagaimana mengolahnya? Lanjutkan membaca “Sensi dan Baper menjadi Modal Awal untuk Belajar Empati dengan Mengolah Memori Emosi”