PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA


Seorang karyawan mengaku kepada manajernya bahwa rekan-rekan kerjanya mengiriminya ofensif e-mail. Seorang sales representative, Afrika-Amerika pertama yang bekerja di tenaga penjualan serba putih (kulit putih), mengatakan kepada manajer bahwa dia ingin mengajukan keluhan EEO. Situasi rumit seperti ini merupakan tantangan sehari-hari di lingkungan perusahaan saat ini.  Misalnya: keterampilan dalam menangani topik hangat seperti keragaman di tempat kerja, pelecehan seksual, dan kekerasan di tempat kerja naik ke posisi utama dalam ukuran keberhasilan kepemimpinan, serta ” people skills ” mendapatkan kredibilitas dan kewibawaan. Seandainya paradigma strategis lebih daripada reaktif, dinamika manusia adalah untuk mengubah pemikiran kita, maka paradigma baru untuk pelatihan harus mengantar pada perubahan.
Lanjutkan membaca “PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA”

Tahap Kehidupan Menurut Jawa Lewat Tembang Macapat


*WIS TEKAN NGENDI URIPMU ???*
Ada *11* fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa sbb :

*1. Maskumambang*

Simbol fase ruh/kandungan di mana kita masih “mengapung” atau “kumambang” di alam ruh dan kemudian di dalam kandungan yang gelap.

*2. Mijil*

Mijil artinya keluar. Ini adalah fase bayi, dimana kita mulai mengenal kehidupan dunia. Kita belajar bertahan di alam baru. Lanjutkan membaca “Tahap Kehidupan Menurut Jawa Lewat Tembang Macapat”

Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame


Konseling, 28 June 2019

Aku mendapat klien, dengan permasalahan kesulitan berhubungan dengan Orang Tuanya. Perempuan, usia 20-an tahun, Karyawati sebuah perusahaan Nasional, status belum menikah, Sarjana S1. Posisi kerjanya di bagian Administrasi.

Setelah perkenalan dan menceritakan latar belakang permasalahan yang dihadapinya. Aku menanyakan film apa yang terakhir dia tonton. Ia menjawab, Avengers Endgame. Karena aku juga mengikuti film Avengers, dan mengenal karakter tokoh tokohnya, maka aku mencoba menggunakan teknik Proyeksi dalam proses konseling ini. Lanjutkan membaca “Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame”

Naruto adalah Tontonan dengan Banyak Kebijaksanaan Pelajaran Hidup


Iruka mengajariku … bukan untuk menilai orang berdasarkan reputasinya tetapi dengan kepribadian mereka.

Haku mengajariku … bahwa tidak ada yang baik atau jahat ketika aku melindungi orang yang aku cintai.

Neji mengajariku … bahwa jika aku meninggalkan harga diriku, aku dapat mengubah nasibku. Lanjutkan membaca “Naruto adalah Tontonan dengan Banyak Kebijaksanaan Pelajaran Hidup”

Belajar Budi Pekerti Melalui Praktek Psikodrama ( Playback ), Berani Jujur dan Bertanggung jawab


Budi pekerti merupakan wujud dari pemahaman akan aturan, tata krama, hukum, agama, adat-istiadat, norma sosial, dan nilai-nilai luhur. Penanaman budi pekerti lebih merasuk bila dilakukan dengan tindakan nyata sehari-hari. Bila seorang anak sejak dini sudah ditanamkan dasar-dasarnya, dengan berjalannya waktu nilai tersebut akan berkembang seturut usianya.

Berikut salah satu praktek Psikodrama, yang dapat mengungkapkan bagaimana budi pekerti merasuk pada seorang anak. Lanjutkan membaca “Belajar Budi Pekerti Melalui Praktek Psikodrama ( Playback ), Berani Jujur dan Bertanggung jawab”

6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01


Sering kali lingkungan menilai individu berdasarkan usia kronologis.

Jika Anda pernah bertemu seorang remaja dewasa sebelum waktunya, mengetahui seorang pria paruh baya berperilaku konyol/bodoh. Anda tahu bahwa usia tidak berhubungan dengan cara seseorang tampil di dunia.

Di  dunia ini, usia bukan garansi kematangan. Meskipun terdapat banyak contoh seperti ini dalam lingkungan sekitar kita. Kita cenderung percaya bahwa orang-orang harus “berperilaku sesuai usia”, dan terkejut ketika mengetahui mereka tidak melakukannya. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01”

Aja Nggege Mangsa, Semua Ada Waktunya ( Prihatin terhadap Anak-Anak yang dipaksa Cepat Dewasa)


Jaman sekarang semua ingin serba cepat, instant, dunia industri mengajak kompetisi, siapa cepat ia yang dapat. Bahkan ada lagunya The Winner Takes It All (ABBA),  Siapa yang menang ia akan mendapatkan semuanya.

Pahami lebih dalam bahwa kecepatan tidaklah harus berupa kompetisi, sekarang saatnya berkolaborasi. Kecepatan tetap dapat dijadikan salah satu acuan, dengan tetap mempertimbangkan banyak hal, orang lain, anggota team, sumber daya yang ada dll. Lanjutkan membaca “Aja Nggege Mangsa, Semua Ada Waktunya ( Prihatin terhadap Anak-Anak yang dipaksa Cepat Dewasa)”