Kala Psikolog ber Gosip, Apakah dapat menjadi sebuah Refleksi Profesional ?


Hari ini kami bergosip. Kami duduk melingkar ditemani teh hangat dan beragam cemilan ala grup arisan. Diantara tumpukan berkas dan buku-buku referensi, makanan itu seperti obat penenang bagi yang mulai pening kepala. Sebab ini bukan grup guyon dan gosip entertain biasa yang menyenangkan. Bukan sembarang gosip karena kepo atau mencari-cari urusan dalam negeri orang lain. Walaupun ada kesamaannya dengan gosip guyon dalam hal bahwa kami juga bisa ngakak sampai menangis miris. Sebab ini memang gosip diantara kawan-kawan profesional dalam rangka membahas kasus klinis yang serius. Ini bedah kasus di meja bundar di pandu profesor handal kebanggaan kami. Agak merinding mendengarnya, karena pembicaraan berisi kepahitan hidup dan dinamika manusia yang sedang berjuang untuk menjadi utuh dan sehat mental. Lanjutkan membaca “Kala Psikolog ber Gosip, Apakah dapat menjadi sebuah Refleksi Profesional ?”

Cerita Mawar #part 16 menjadi Teman yang Berkualitas


Aku menemukan sesuatu yang mencengangkan dalam minggu ini (21-2-2019). Kejadian mencengangkan mulai dari pertemanan, hubungan konseling, hingga topik perkuliah, serta dosen yang konon agak horor di mata kakak tingkat. Mari kita mullai dengan pikiran yang mengganggu diriku terlebih dahulu…

Entah kenapa sejak hari sabtu minggu lalu. Entah mengapa aku jadi menangis dan bersedih sangat lama ya sekitar 30 menit, dan entah kenapa juga aku tiba-tiba terbesit untuk menjadikan pemikiran dan emosiku dalam bentuk gambar, pada waktu itu aku menggambar HTP. Setelah itu aku mengirimkan gambar ini pada seseorang yang sedang dekat denganku, beliau berkata padaku makna dari gambar tersebut sama dengan makna Prapaskah, dan juga aku mendapatkan pesan singkat yang sangat menenangkan aku seketika itu juga. Pesan tersebut berisikan bahwa apapun pilihanku adalah baik adanya, tidak ada yang salah. Pilihlah sesuatu yang baru, dan ambil pengalaman serta terima konsukuensi, dengan syarat aku mesti siap dahulu, jika belum siap maka perlu persiapan terlebih dahulu. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 16 menjadi Teman yang Berkualitas”