Kesadaran dan Pengendalian Diri menjadi Dasar Memaafkan


Lanjutan dari apa perlu memaafkan orang lain…

Saya merasa sangat terbantu sekali dengan materi kotbah bapak dan juga saat doa setelah kotbah dimana saya bisa benar benar bertemu musuh saya. Oleh karena itu saya ingin berdiskusi dengan bapak. Pak Didik langsung mensetujui kita akan bertemu di akhir pekan.

Kemudian saat yang paling aku nantikan tiba juga, Sabtu 6 april 2019 aku memiliki relasi dengan orang yang berasal dari teologia dan masih nyambung dengan psikologi. Jarang sekali aku bertemu orang yang berasal dari teologia namun ketika bertemu kasus psikologi bisa membantu. Adapun aku bertemu pasti usianya sudah hampir 60 tahun. Untuk isi percakapan detailnya aku sudah lupa karena aku mengetik ini 1 minggu kemudian, jadi aku mencoba menjadikan berdasarkan memoriku. Lanjutkan membaca “Kesadaran dan Pengendalian Diri menjadi Dasar Memaafkan”

Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2


Sharing ini adalah lanjutan dari sharing sebelumnya, dengan judul artikel yang sama.. (Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya…..)
Jadi, sekitar sebulan setelah mengikuti psikodrama, saya yang perantau akhirnya pulang ke rumah dan bisa bertemu orang tua. Seperti yang saya ceritakan di sharing sebelumnya, saya memiliki rasa sakit hati yang cukup dalam terhadap ayah saya, yang baru saya sadari sepenuhnya sewaktu mengikuti psikodrama. Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk mengatakan terang-terangan kepada ayah saya, setidaknya supaya saya bisa lega dan beliau mengetahui perasaan saya selama ini. Lanjutkan membaca “Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2”