Mendidik Karakter Anak Jaman Now


Menulis kembali apa yang didapat pada seminar parenting orang tua murid kelas bimbingan Budi Pekerti Tzuchi Medan dengan topik ” Mendidik anak berkarakter jaman Now ” minggu 18 Maret 2018, dengan nara sumber dari Jakarta, Ibu Melly Kiong, seorang penulis dan praktisi Mindful Parenting.

Semua orang tua ingin anak nya tumbuh berkarakter baik, prestasi, bijaksana, berbudi pekerti, mandiri dan lain lain. Namun sadarkah orang tua bahwa sebenarnya pendidikan karakter itu bukan dari sekolah tapi dari keluarga, didikan orang tua sejak kecil sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhan masa depan anak nantinya.

Semua anak terlahir polos dan bersih, mereka merekam dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya kemudian menjadikannya kebiasaan, dari kebiasaan membentuk karakter, bukan orang tua tidak mau mendidik anaknya menjadi berkepribadian atau berkarakter baik, hanya saja mereka tidak tahu bagaimana caranya. Lanjutkan membaca “Mendidik Karakter Anak Jaman Now”

Antre Yuk ! Pendidikan Karakter Dasar yang Penting


Vinayo ca susikkhito, etaṁmaṅgalamuttamaṁ
Terlatih baik dalam tata susila, itulah berkah utama
Maha Manggala Sutta – Buddha

 

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan global yang melanda kota- kota metropolitan di berbagai penjuru dunia. Di Bangkok, ibukota dari Kerajaan Thailand, lalu lintas bisa berhenti total sampai berjam jam seperti halnya di Jakarta. Medan sebagai calon kota metropolitan sudah mulai mengikuti jejak dari kota kota tersebut dalam hal kemacetan lalu lintasnya. Lanjutkan membaca “Antre Yuk ! Pendidikan Karakter Dasar yang Penting”

Penyebab Luka Batin Anak #Goresanku 138


Suatu ketika …. pada waktu anak-anak bermain di dalam kelas, salah satu anak jatuh dan kepalanya terantuk ubin.

Ibu: Nggak papa, nggak usah nangis. Anak laki-laki harus kuat, malu dong kalau nangis.
Anak: ….. menahan tangis sambil memegang kepalanya yang sakit.

Di sini anak mengumpulkan semua kekuatan dalam dirinya untuk menahan gejolak emosi yang bisa keluar karena sakit.

Sebenarnya kita bisa membiarkan anak untuk mengeluarkan emosinya. Bisa saja berupa tangisan, teriakan dsb. Sebaliknya, kita malah memaksa anak untuk menekan emosinya. Rasanya kitapun sebagai orang tua juga pernah merasakan bagaimana bila kita menahan emosi saat ada suatu kejadian / masalah.

Perlu dicermati ….. emosi itu ada dalam diri manusia. Jika ditahan dan tidak dikeluarkan, maka akan menjadi penyakit. Air mata itu ada dalam diri manusia, berfungsi  sebagai jalan keluar emosi yang terhambat ( tidak keluar dengan kata-kata )

Semua emosi yang tertahan dan tidak terselesaikan, berpotensi menyebabkan LUKA BATIN.

Tubuh manusia normal itu bisa sakit dan ada obatnya untuk menyembuhkan. Dan apabila batin manusia yang sakit ….. apa obatnya ?

Luka batin seseorang hanya bisa mungkin disebabkan oleh orang-orang terdekat. Hubungan terdekat manusia diawali dari hubungan anak dan orang tua. Dan tidak jarang, masalah terbesar berawal dari hal ini.

Oleh sebab itu, marilah sebagai orang tua sebaiknya bisa memberikan warisan yang baik bagi anak-anak kita. Biarlah mereka tumbuh  sebagai anak-anak yang ceria. Dengan tidak meninggalkan luka batin yang akan menghambat pertumbuhan mereka. Dan tentunya akan bisa merusak masa depan anak.

Kusuma, Peb”17

ANAK YANG TANGGUH #Goresanku 94


” Awas jangan lari-lari, jalan saja …..!”
“Gimana sih kok manjat-manjat nanti jatuh lho! “.

Setidaknya kita bisa menghindari kata ” JANGAN ” kepada anak-anak kita. Biarkan anak bereksplorasi ….. sehingga semuanya itu bisa menjadikan anak yang tangguh.

anak yang tangguh

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty