MENYADARI, Puisi Hasil Refleksi setelah Belajar Psikodrama di UNS Surakarta


MENYADARI

Terkadang hidup hanya rutinitas
Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak
Berdinamika dengan kesibukan
Namun lupa untuk menyadari bahwa
Inti dari semua itu adalah
Aku, diriku sendiri

Aku mulai menyadari
Bahwa hidupku ada di tanganku
Terlepas dari takdir Sang Ilahi
Aku menyadari bahwa aku mampu
Untuk menjadi lebih baik dari sekarang
Menjadi diriku yang pemaaf
Dan tak sungkan untuk meminta maaf

Menyadari bahwa menerima realita kehidupan
Walau berbeda dengan harapan adalah pembelajaran
Pembelajaran untuk bersyukur dan ikhlas menerima
Mulai menyadari kembali bahwa
Mempercayai orang lain itu okay
Semua baik-baik saja

Dan aku memahami bahwa
Bertahan dalam suatu proses
Serta menghargai proses itu hingga akhir
Akan membawa hal baik dalam diri

Colomadu, 16 Juni 2019

Anis Syarifah Madyarti
Terimakasih @psikodrama_id

Hidup Hari Ini


Hari ini apa yang sudah saya lakukan? Bangun pagi, melihat Pasir (bukan nama sebenarnya) masih tidur, lalu tidur lagi. Kenapa? Karena saya tidak ingin dia terbangun karena saya bangun pagi. Guling-guling kiri kanan, mulai bosan, melihat apakah Pasir  sudah bangun….belum, lalu memutuskan untuk tidur lagi. Kenapa? Karena Pasir tampak lelah, saya tidak ingin dia terbangun karena saya membuat gerakan-gerakan di ranjang. Akhirnya Pasir bangun, jam 8 lebih, mukanya letih, saya pijat dia sedikit, berharap bisa mengurangi letihnya. Lalu dia bangun, pindah ke kamar sebelah, ngobrol ceria lewat jempolnya dengan Batu. Tidak lama, Pasir bertanya, sarapan apa? Ya, sarapan, makan siang, dan makan malam, adalah tugas saya….pertanyaan itu adalah pertanyaan yang harus saya jawab, dan saya selalu melakukannya untuk menyenangkan Pasir. Lanjutkan membaca “Hidup Hari Ini”

NILAI NILAI KEHIDUPAN #Goresanku 133


Apa kunci membangun relasi dan disukai orang lain?

Mengasihi dan menerima diri sendiri apa adanya.

Jika kita bahagia dan menerima diri sendiri seutuhnya,

Maka hubungan kita dengan orang lain pun akan baik dan harmonis.

Sebaliknya,

Jika pribadi kita terluka,

Meski berusaha menyenangkan dan berbuat baik pada orang lain,

Tanpa disadari luka dan kepahitan akan tersebar serta terpantul kembali,

Melalui sikap, kata-kata atau ketersinggungan.

Semakin kita berusaha agar disukai orang lain,

Semakin kita menunjukkan perasaan tidak suka pada diri sendiri.

 

Prinsipnya:

Semakin besar kebahagiaan yang dimiliki,

Semakin besar pula kebahagiaan yang dipancarkan.

Semakin kita menyukai diri sendiri,

Semakin orang lain menyukai kita pula.

Hanya sesuatu yang sudah kita miliki,

Yang dapat dibagikan pada orang lain.

 

Lalu bagaimana solusinya?

Sembuhkan luka dengan mengampuni diri sendiri dan orang lain.

Kenali nilai-nilai positif yang kita miliki,

lalu tingkatkan dan berbanggalah.

Hargai, kagumi dan cintai diri sendiri dengan cara

mengatakan hal-hal positif pada diri sendiri sesering mungkin.

 

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty