SHARING PENGALAMAN SETELAH MENGIKUTI PELATIHAN


MIND-BODY-SOUL AWAKENING
Kelas Psikodrama III

Pagi itu , 7 September 2015 , pukul 06.05. WIB kereta saya tiba di sebuah stasiun kereta api di Semarang. Tanpa membuang-buang waktu lagi saya bergegas keluar dari stasiun tersebut dan segera mencari taxi untuk menuju kampus untuk mengisi kuliah pagi jam 07.00 WIB. Rasa lelah dan kantuk yang biasa saya rasakan setelah bepergian jauh pagi itu seperti enggan menghampiri saya meski sepanjang perjalanan mulai pukul 23.00 WIB hingga jam kedatangan tersebut lebih banyak saya habiskan dengan begadang (sibuk berselancar di dunia maya dari searching jurnal hingga chating dengan teman). Efektif jam tidur saya malam itu hanya sekitar 2-3 jam namun yang menakjubkan adalah saya tetap merasa bugar dan yang lebih dahsyat lagi adalah saya merasakan bibir saya sulit untuk tidak mengukir senyuman (semoga saja pagi itu tidak ada orang yang menganggap saya gila karena tersenyum-senyum sendiri) . Lanjutkan membaca “SHARING PENGALAMAN SETELAH MENGIKUTI PELATIHAN”

CARI MUKA ADALAH SKILL…???


sebuah diskusi yang diawali pertanyaan oleh Kinki Rovelt Vinsensius Sitorus :

” knp org yg cari muka yg tidak ada isinya lbh banyak dikasih kesempatan drpd orang yg tidak bisa mencari muka yg punya keinginan kuat u/ dpt lebih? pdhal saya sering mendengar cari muka itu adlh skill ?”

…dan mengalirlah kristal-kristal pemikiran para praktisi. kusalin disini agar lebih banyak yang terlibat berdiskusi,….

Syahrezal .Simple sih pak Kinki, karena mereka menunjukkan keinginan dan ketertarikannya dan mampu menjual diri untuk mendapat promosi. Ya memang ini merupakan skill mirip sales menjual produk 🙂 Untuk menjadi anggota DPR saja orang perlu menunjukkan keinginan dan niat baiknya dahulu untuk membantu rakyat baru kemudian dia dipilih oleh rakyat. Kalau anda tidak menunjukkan keinginan dan niat baik anda mana mungkin orang mengetahui keinginan anda tersebut. Lanjutkan membaca “CARI MUKA ADALAH SKILL…???”

Andaikan Pemimpinku…… ( Panduan Memilih Pemimpin untuk Pemilu Nanti )


9 Kualitas dari Orang yang ber-Keyakinan Diri

Pertama-tama: Keyakinan diri bukanlah keberanian, angkuh, sombong, atau berpura-pura berani. Keyakinan diri bukanlah muka tembok atau kurang ajar terhadap orang lain.

Keyakinan diri adalah tenang: Ini adalah ekspresi alami dari Kemampuan, Keahlian, dan Penerimaan diri.
Saya beruntung mengetahui sejumlah orang yang benar-benar memiliki Keyakinan Diri. Kebanyakan bekerja dengan saya di HubSpot, yang lain adalah sesama pendiri Startups sendiri,serta beberapa di antaranya saya temui melalui kegiatan Angel Investment Activity. Namun mayoritas adalah orang-orang yang saya temui sepanjang karir saya dan yang bekerja di berbagai industri dan profesi.

Kehadirannya tidaklah mengejutkan, Mereka semua menunjukkan sejumlah kualitas Lanjutkan membaca “Andaikan Pemimpinku…… ( Panduan Memilih Pemimpin untuk Pemilu Nanti )”

Niat Masuk Psikologi


Selamat Pagi sejawat komunitas psikologi ysh,

Senin pagi adalah lembaran baru di awal pekan. Pagi ini saya tertarik untuk merenungkan semua yang pernah saya dengar tentang psikologi. Saya ingin berbagi tentang renungan itu dengan sejawat sekalian dengan harapan semoga kita dapat meluruskan yang keliru, menggarisbawahi yang benar dan aktif melakukan sosialisasi sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing, juga mengembangkan agar peran dan fungsi psikologi semakin jelas bagi semua pihak, internal dan eksternal. Saya berharap semua anggota milis ini dapat menyampaikan pemikiran dan pemahaman untuk kita renungkan bersama lalu kita benahi bersama pula.
– Setiap kali diundang sebagai dosen tamu di beberapa  fakultas, negeri maupun swasta, saya selalu suka mengajukan pertanyaan, “Apa alasan anda memilih bidang studi ini?” Surprise juga buat saya ketika sekitar 80 % menjawab ‘kecemplung’ (= tercebur) alias tidak diniatkan. Jawaban ini juga saya peroleh dari mahasiswa psikologi. Tidak heran ketika ditanya media, mahasiswa tersebut tidak dengan lantang dan percaya diri menyebutkan alasannya, malah terkesan ragu. Ironisnya, ada di antara mahasiswa yang mempertanyakan beda psikolog dan psikiater (wah ini pe er gede untuk para dosen ya). Lha kalau mahasiwa psikologi masih ada yang seperti itu, apa yang kita harapkan dari awam? Saya tidak tahu apakah yang semula kecemplung itu lalu menjadi paham dan suka dengan bidang studi yang ditempuhnya yaitu menjadi ilmuwan psikologi dan psikolog.

Gerakan Mari Tersenyum


Mengapa gerakannnya mari ter-“SENYUM” , dalam memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia,???

…….yang secara internasional mengambil tema:“Depression: A Global Crisis”……
dan….tampaknya Jakarta …. Indonesia juga kecipratan hal ini.  Reaksinya adalah berbagai perilaku yang tidak produktif. ……yang menonjol adalah perilaku merusak seperti membakar, merubuhkan, tawuran, berlalulintas seenaknya…….

….. tagline Himpsi Jaya adalah “Transform People a Better Life”….

(Jo Remeser)

……..orang banyak,…. dapat merasakan dan memahami bahwa ter -SENYUM, itu baik dan Sehat……

Ada tanya yang terasa,…….

Bagaimana mengenai …BELA RASA, …..untuk Korban Tawuran, atau ….yang sedang Krisis…..?

…dapatkah dibayangkan,?… memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia…dilakukan kunjungan ke rumah Korban tawuran, yang meninggal…dan kita mengajak…MARI ter -SENYUM

Dalam hal ini, saya merasa PRIHATIN saja.

Memperingati Hari Kesehatan Mental 10 Oktober 2012


……barusan mendapat email dari group PsiIndonesia,  berisi  ajakan memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2012,.
 
Ada tertulis :
 
Saya tahu bagaimana teman2 pengurus jungkir balik meluangkan waktu ekstra untuk mempersiapkan peringatan Hari Kesehatan Mental 10 Oktober 2012. yang secara internasional mengambil tema:“Depression: A Global Crisis”.
Tampaknya Jakarta dan Indonesia juga kecipratan hal ini. Reaksinya adalah berbagai perilaku yang tidak produktif. Salah satu yang menonjol adalah perilaku merusak seperti membakar, merubuhkan, tawuran, berlalulintas seenaknya. Lanjutkan membaca “Memperingati Hari Kesehatan Mental 10 Oktober 2012”