Realisme Psikologis dalam Teater – ku


Tulisan ini terinspirasi dengan berita penghormatan kepada Alm. Gabriel Garcia Marquez, penulis yang beraliran “Realisme Magis”. Novelis Peraih Nobel Sastra 1982, yang kubaca di Kompas hari ini, Senin, 21 April 2014.
Aku jadi teringat pada waktu merintis KRST (Keluarga Rapat Sebuah Teater) bersama kawan kawan di Fakultas Psikologi UGM. Kami sepakat untuk mengeksplorasi aliran Realisme Psikologis…(kayaknya ini aliran yang kami bikin-bikin dech! :D)

Waktu itu pertimbangannya sederhana saja, bahwa kami semua belajar Ilmu Psikologi, dan ingin menggabungkan dengan Teater yang Realis. Maksud kami adalah dengan ber-Teater (berkesenian) kami akan mengaplikasikan Ilmu Psikologi yang kami dapatkan di bangku kuliah. Juga bermaksud dalam ber-teater ini kami ingin lebih mengenal diri dan mengembangkan diri. Lanjutkan membaca “Realisme Psikologis dalam Teater – ku”

BERPIKIR TENTANG PERAN


Keterampilan “Mengambil Peran” dapat dikembangkan dengan menggabungkan praktek dan beberapa instruksi yang sistematis. Salah satu cara memulainya adalah dengan mengenali bahwa; kebanyakan orang dalam banyak peran yang mereka mainkan, membawa dalam peran itu sejumlah besar pertanyaan, yang mungkin termasuk pertanyaan-pertanyaan yang disebutkan di bawah ini. Beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin berlaku, tetapi dengan relevansi yang relatif; bahkan mungkin tidak berlaku sama sekali untuk orang tertentu. Meninjau berbagai peran ini dapat berfungsi sebagai sebuah proses pemanasan. Daftar Peran ini juga dapat menjadi latihan untuk mereka berlatih ego pendukung (atau pemain pendukung) dalam sebuah role playing.

Di website lain (wawancara Imajinatif (Imaginative Interviews) saya menyediakan pendekatan awal dengan mengajukan enam pertanyaan:

Apakah keuntungan dari peran ini? Lanjutkan membaca “BERPIKIR TENTANG PERAN”

Kriteria Moreno untuk Tes-tes Sosiometri


Dalam Sosiometri, Metode Eksperimental dalam Ilmu Sosial merupakan  Sebuah Pendekatan untuk Orientasi Baru mengenai Politik.

Moreno menjelaskan sejauh mana kedalaman sebuah kelompok harus diungkap untuk metode yang akan disebut “Sosiometris”. Sebuah istilah yang baginya memiliki makna kualitatif dan tidak akan berlaku kecuali dipenuhinya beberapa kriteria prosesnya di dalam kelompok. Lanjutkan membaca “Kriteria Moreno untuk Tes-tes Sosiometri”

SOSIOMETRI (Metode Utama Psikodrama)


Sosiometri adalah metode kuantitatif untuk mengukur hubungan sosial. Ini dikembangkan oleh psikoterapis Jacob L. Moreno dalam studinya tentang hubungan antara struktur sosial dan kesehatan jiwa (psychological well-being).
Istilah sosiometri berkaitan dengan etimologi Latin,yaitu:
socius berarti hubungan sosial (rekan/pasangan), dan
metrum yang berarti mengukur.

Jacob Moreno mendefinisikan sosiometri sebagai “proses penyelidikan evolusi, pengorganisasian dalam kelompok dan posisi individu di dalamnya”.
Dia melanjutkan dengan menulis: Lanjutkan membaca “SOSIOMETRI (Metode Utama Psikodrama)”

Alternatif Pendidikan Dasar dalam Membangun Karakter


Saya mau berbagi apa yang saya dapatkan di Group Linkedin (Psikodrama Indonesia) yang dituliskan oleh Pak Andrew Jansen, yang dapat menjadi alternatif Pendidikan Dasar dalam Membangun Karakter :

Helen O’Grady adalah lembaga pendidikan non formal yang bertujuan mengembangkan potensi diri dan menggali kreativitas anak dengan memanfaatkan cara drama yang relaks dan penuh imajinasi. Helen O’Grady berbeda dari sanggar drama umumnya. Wadah ini tak bertujuan menciptakan atau melatih anak untuk menjadi seorang bintang panggung drama, sinetron, maupun film. “Meski begitu, tak tertutup kemungkinan bila di kemudian hari mereka juga bisa menjadi bintang drama dan semacamnya. Lanjutkan membaca “Alternatif Pendidikan Dasar dalam Membangun Karakter”

PELATIHAN MODERATE-IMPACT; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 5/7


….sambungan dari …. Pelatihan Low-Impact

Seperti Pelatihan Low-Impact, Pelatihan Moderate-Impact juga berkonsentrasi pada kesadaran umum tentang suatu topik. Selain itu termasuk juga kegiatan partisipatif yang membutuhkan penonton untuk lebih dalam memeriksa berbagai motivasi dan karakter perilaku. Keterlibatan Penonton dalam presentasi Moderate-Impact lebih pada bahwa, mereka diundang untuk “mengajukan pertanyaan” kepada aktor, yang tetap dalam Karakter, yang terdapat dalam pertunjukkan. Melalui interaksi antara Penonton dan “Karakter,” motivasi dalam Karakter ‘dieksplorasi’ dan dibahas dengan bantuan Fasilitator. Kegiatan tambahan juga termasuk membagi audien untuk melakukan kelompok kerja kecil, seperti masing-masing kelompok berkolaborasi dengan aktor untuk mempengaruhi karakter-karakter yang dilakukannya dan mendramatisir cerita. Lanjutkan membaca “PELATIHAN MODERATE-IMPACT; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 5/7”

PELATIHAN LOW-IMPACT: SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 4/7


….sambungan dari ….Jenis Pelatihan Berbasis Drama

Keberhasilan pelatihan Low-Impact membawa peningkatan kesadaran melalui ilustrasi dan mungkin peran model. Fokus presentasi tersebut adalah untuk memperkenalkan topik diskusi untuk khalayak luas yang mungkin tidak akrab dengan materi pelajaran. Tujuan utama dari tingkat pelatihan berbasis drama adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap topik umum. Perusahaan mendapatkan keuntungan dari pendekatan ini bahwa mereka dapat menawarkan presentasi kepada sejumlah besar manajer dan karyawan dalam waktu singkat untuk menghasilkan pemikiran dan diskusi. Lanjutkan membaca “PELATIHAN LOW-IMPACT: SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 4/7”