Niat Masuk Psikologi


Selamat Pagi sejawat komunitas psikologi ysh,

Senin pagi adalah lembaran baru di awal pekan. Pagi ini saya tertarik untuk merenungkan semua yang pernah saya dengar tentang psikologi. Saya ingin berbagi tentang renungan itu dengan sejawat sekalian dengan harapan semoga kita dapat meluruskan yang keliru, menggarisbawahi yang benar dan aktif melakukan sosialisasi sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing, juga mengembangkan agar peran dan fungsi psikologi semakin jelas bagi semua pihak, internal dan eksternal. Saya berharap semua anggota milis ini dapat menyampaikan pemikiran dan pemahaman untuk kita renungkan bersama lalu kita benahi bersama pula.
– Setiap kali diundang sebagai dosen tamu di beberapa  fakultas, negeri maupun swasta, saya selalu suka mengajukan pertanyaan, “Apa alasan anda memilih bidang studi ini?” Surprise juga buat saya ketika sekitar 80 % menjawab ‘kecemplung’ (= tercebur) alias tidak diniatkan. Jawaban ini juga saya peroleh dari mahasiswa psikologi. Tidak heran ketika ditanya media, mahasiswa tersebut tidak dengan lantang dan percaya diri menyebutkan alasannya, malah terkesan ragu. Ironisnya, ada di antara mahasiswa yang mempertanyakan beda psikolog dan psikiater (wah ini pe er gede untuk para dosen ya). Lha kalau mahasiwa psikologi masih ada yang seperti itu, apa yang kita harapkan dari awam? Saya tidak tahu apakah yang semula kecemplung itu lalu menjadi paham dan suka dengan bidang studi yang ditempuhnya yaitu menjadi ilmuwan psikologi dan psikolog.