Puasa adalah Mengolah Rasa, Mengendalikan Diri, Memberikan Kuasa Ilahi Bekerja


Puasa merupakan proses melatih Rasa untuk membangun hubungan yang baik dengan diri sendiri. Bagaimana Rasaku sekarang berhubungan dengan Masa laluku, dan juga bagaimana caraku menggapai Masa depan. Aku “isa rumangsa” (bisa menyadari) perilaku dalam hidupku.

Aku mengendalikan diri, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, lingkungan sosial dan lingkungan alamku. Dengan Rendah Hati berani meminta maaf, dengan Besar Hati memaafkan. Menahan hawa nafsu duniawi, yang lebih banyak merusak hubungan sosial dengan orang lain, dan menciderai alam. Menyerahkan sebagian dari hasil kerjaku untuk orang yang kurang mampu, dengan kesadaran bahwa hasil kerja itu juga merupakan hasil bantuan dari orang-orang lain yang ada di sekitarku, baik langsung maupun tidak langsung.

Aku berserah diri, memberikan diriku ada dalam Kuasa Ilahi. Aku membangun hubungan yang baik dengan Penciptaku. Mempelajari  lagi yang tertulis di Kitab Suci, mendengarkan kata kata orang bijak yang menyejukkan hati, yang menuntun jalanku agar lebih dekat pada-Nya. Serta mohon berkah untuk dimampukan bersyukur atas apa pun yang telah terjadi.

Selamat berpuasa, ……

 

Yogyakarta, 4 Mei 2019

Retmono Adi

Seseorang Tidak Bisa Mencintai bila Tidak Pernah Dicintai, karena Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa


Kata orang, seseorang tak bisa mencintai bila tak pernah di cintai. Ku rasa ini terlalu ekstrim ya. Sepertinya sulit menemukan fakta bahwa seseorang tak pernah mendapatkan cinta. Hanya saja cinta itu apa, seperti apa rasanya bagi seseorang tentu sangatlah subjektif. Jenis cinta pun sepertinya beragam, tetapi aku tak ingin membahas teori cinta atau pun bernostalgia soal cinta. Cinta itu rasa, itu saja. Biarlah setiap orang memaknakannya dengan cara nya masing-masing. Lanjutkan membaca “Seseorang Tidak Bisa Mencintai bila Tidak Pernah Dicintai, karena Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa”

7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu


Kita semua memiliki sisi gelap di dalam diri kita. Setiap hari, kita bertarung melawan mereka – terkadang kita kalah, kadang kita menang. Sisi gelap ini yang menghantui kita dapat dilihat dalam pandangan sekilas atau dalam keadaan penuh kekalutan. Dan karena kesalahan dan rasa malu kita, kita cenderung mengabaikan dan menguburkan mereka.

Kita berpikir bahwa mereka harus tetap tersembunyi karena mereka tidak dapat dan tidak seharusnya ada dalam diri kita yang sadar. Masyarakat mengatakan pada kita untuk fokus pada pemikiran positif/ hal baik seperti cinta dan terang, tetapi tidak pada sisi gelap atau shadow. Fokus pada sisi positif itu mudah dan nyaman. Lanjutkan membaca “7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu”

Prihatin Bullying di Indonesia


Tanpa disadari, mungkin kita juga sering melakukan perundungan ( bullying ) pada orang lain. Saat mengatakan orang gemuk, jelek, bodoh, banci, serta berbagai stigma negatif lainnya. Mungkin saat mengatakan itu, maksud kita adalah untuk bercanda, tapi efek yang ditimbulkannya sama sekali tidak lucu dan bisa jadi tidak terduga.

Pikiran manusia cenderung mengingat yang buruk dan mengabaikan yang baik. Saat seseorang diberi penguatan positif seperti dipuji pintar, cantik, langsing, baik.. maka efek positif ini hanya bertahan sementara saja, namun apabila mendapat penguatan negative, efek nya berlangsung sangat lama. Lanjutkan membaca “Prihatin Bullying di Indonesia”