4 Tahapan Penting bagi Kematangan Emosi yang Berguna Selama Pandemi ini


Pandemi ini membuat banyak orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi. Sejumlah orang khawatir sakit atau tertular Covid-19. Di sisi lain mereka juga risau masalah finansial, pekerjaan, masa depan, dan kondisi setelah pandemi. Saat ini kita hidup dalam masa-masa yang tidak pasti. Beberapa orang bahkan takut terhadap ketidakpastian dan ketidaktahuan. 

Saat pandemi terjadi, aspek emosional manusia adalah yang paling pertama diserang. Emosi merupakan semacam sistem pertahanan pertama yang ada pada diri kita sebagai makhluk biologis. Setiap manusia memiliki rasa takut, cemas, dan terancam jika ada sesuatu yang bisa menyakiti atau membuatnya jadi tidak nyaman. Lanjutkan membaca “4 Tahapan Penting bagi Kematangan Emosi yang Berguna Selama Pandemi ini”

Meski Pandemi Covid 19, Selalu Ada Peluang dari Situasi yang Terjadi bagi Seorang Aktor


Dunia adalah Panggung sandiwara, menggunakan drama sebagai alat bantu bukanlah hal baru. Para filsuf Yunani dan Romawi kuno sampai dramawan kontemporer,  telah menggunakan  sebagai cara yang menarik untuk bercermin dan mengeksplorasi kondisi manusia.

Pandemi menjadikan Kondisi Tidak Pasti

Lanjutkan membaca “Meski Pandemi Covid 19, Selalu Ada Peluang dari Situasi yang Terjadi bagi Seorang Aktor”

Hari Orang Tua dan Anak dari Animasi Boruto


Terinspirasi dari film serial Boruto,  Naruto Next Generation, Episode Hari Orang Tua dan Anak. Disana diceritakan pentingnya membangun hubungan yang baik antara orang tua dan anak. Sebuah refleksi pada saat menjalani Karantina Mandiri di rumah aja. Lanjutkan membaca “Hari Orang Tua dan Anak dari Animasi Boruto”

NEW NORMAL adalah MATINYA HIPERREALITA


Ini tulisan bagus untuk direnungkan, bukan tulisanku, ini tulisan aslinya (NEW NORMAL adalah MATINYA HIPEREALITA ). Aku share di sini agar dapat kusimpan untukku, dan orang lain yang mungkin membutuhkan juga. Selamat merenungkan.

Lanjutkan membaca “NEW NORMAL adalah MATINYA HIPERREALITA”

Bagaimana Cara Psikodrama untuk Mensikapi New Normal Pasca Pandemi Covid 19 ?


Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah,…. demikian lirik sebuah lagu yang terkenal di abad 20 lalu. Masih tetap relevan dapat dijadikan inspirasi dalam melihat situasi Normal Baru yang terjadi.

Dalam istilah drama situasi yang ada oleh Stanislavski disebut Given Circumtance, atau situasi terberi. Keadaan yang diberikan diterapkan pada setting total kondisi lingkungan dan situasional yang mempengaruhi tindakan yang dilakukan setiap aktor dalam drama. New Normal adalah Given Circumtance ini. Lanjutkan membaca “Bagaimana Cara Psikodrama untuk Mensikapi New Normal Pasca Pandemi Covid 19 ?”

Tak Mudah Memahami Pesan dari Drama Serial Hanya dari Satu Episode


Episode kali ini tentang berita sedih, yang diterima Konoha tentang Jiraiya yang gugur dalam menjalankan misinya. Kepedihan nampak di setiap tokoh yang ada, dengan ekspresi yang berbeda.

Aku dapat merasakan kepedihan itu, karena aku mengikuti seluruh episode sebelumnya. Cerita masih berlanjut panjang, aku akan tetap merasa pedih jika episode ini adalah yang terakhir. Lanjutkan membaca “Tak Mudah Memahami Pesan dari Drama Serial Hanya dari Satu Episode”

Tips Konseling, Penerimaan Diri Apakah Solusi ? Refleksi di Kala Pandemi


Tulisan ini ditujukan bagi para konselor dan juga para konseli, yang berada dalam situasi kesulitan dalam beradaptasi. Terutama dalam mensikapi kondisi diri terhadap tuntutan lingkungan. Lanjutkan membaca “Tips Konseling, Penerimaan Diri Apakah Solusi ? Refleksi di Kala Pandemi”

Gerimis dan Kenangan, Aku Tetap Bertahan


Tiba tiba saja terbersit kenangan,

Gerimis di luar kali ini  melalui semilir angin membelai kulitku. Dingin menjalar keseluruh tubuhku, merasuk dalam mengusik syaraf syarat ingatanku, menguak memori emosiku. Muncul kenangan peristiwa peristiwa pada saat gerimis tiba.

Kucoba susun keping keping kenangan itu, mulai dari rasa yang mulai menyerbu. Waktu besliweran tak menentu. Aku tak mampu menangkap wujud baku.

Rintik gemerintik ibarat musik, titik titik air berisik bersautan, saat menerpa genting tanah rumah kontrakkan. Tak hendak kuganti dengan orkestra dari youtube di laptop. Biarlah rasa ini tetap menyelimuti, meski kenangan tak tergambar jelas dalam ingatanku.

Aku coba bertahan, memegang rasa, meski tak sanggup menggambar peristiwanya. Kudedikasikan pada realita, yang sering aku angap ilusi semata.

ya,…pasti gerimis akan reda, atau malah mungkin tanda badai akan melanda ?

Gerimis dan kenangan, aku tetap bertahan.

 

Yogyakarta, 20 Mei 2020

…….saat gerimis tak rela didahului senja.

Cara Menghadapi Tekanan Masalah Selama Pandemi Covid 19


Selama karantina mandiri, aku bermain catur dengan kawan tetangga rumah. ada yang menarik dari permainan mereka, saat bermain melawan aku mereka bermain rapi bagus, meski mereka tetap kalah. Namun saat mereka main sendiri antar mereka aku melihat langkahnya seperti kacau, saat posisi tertekan mereka membuat langkah bunder salah fatal dan kalah. Lanjutkan membaca “Cara Menghadapi Tekanan Masalah Selama Pandemi Covid 19”

Bertahan dalam Harapan … * Refleksi terhadap Pandemi Corona


Kita, bersama sebagian besar umat manusia di bumi kini sedang meniti hari hari itu, dimana banyak hal mau tidak mau berubah secara mendadak.
Banyak hal yg semula tak terpikirkan, harus dijalani. Kita terhenyak, kaget, panik, ada yang kemudian menggapai-gapai makna atas semua ini. Namun tak sedikit pula yang abai, tak paham dan tak mau paham akan kondisi ini, menutup mata, bahkan menentang atas semua informasi yang diterima, demi merasa bahwa semua ‘baik-baik saja’. Dan merasa bahwa kehidupan masih ‘seperti biasa’. Lanjutkan membaca “Bertahan dalam Harapan … * Refleksi terhadap Pandemi Corona”