Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga


The best of the day

Quality time bersama keluarga

Pagi ini bersama anak dan istri, saya beraktivitas di dapur. Anak saya sedang memasak ayam kecap untuk sarapan pagi. Dia dapatkan resep ayam kecap dan cara memasaknya dari Youtube. Anak saya ingin memperlihatkan kepada saya bahwa dia bisa masak. Sementara istri sedang mempersiapkan bumbu dan sayuran. Istri bersiap memasak sayur asam dan tempe goreng sembari menunggu anak saya selesai memasak. Sementara itu saya menanak nasi sambil memperhatikan anak saya memasak ayam kecap. Sesekali istri saya mengkoreksi cara anak saya memasak dan memberi arahan. Setelah anak saya selesai memasak, giliran istri memasak sayur asam dan goreng tempe. Anak saya dengan bangga menunjukkan hasil masakannya. Saya mencicipi hasil masakannya dan memujinya.

Setelah makan pagi, saya menulis hasil pemeriksaan batin tadi malam. Istri melanjutkan aktivitas mempersiapkan tempat bagi ibu-ibu lingkungan untuk mengumpulkan sampah plastik dan kertas di rumah kami. Sampah tersebut dikumpulkan oleh anggota lingkungan untuk dijual. Uang hasil penjualannya untuk mengisi kas lingkungan. Kas lingkungan digunakan untuk membiayai berbagai keperluan dan kegiatan lingkungan. Lanjutkan membaca “Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga”

Hati hati Motivasi Anak dengan Memberi Hadiah #Goresanku 154


Prinsip terpenting dari dukungan untuk anak adalah memupuk motivasi diri agar tumbuh secara alamiah. Setiap anak terlahir dengan ini, tidak ada yang mengancam atau mengiming-imingi anak untuk belajar berjalan. Saat anak berada dalam lingkungan yang tidak membatasi, anak punya dorongan untuk mencoba dan mengembangkan potensi diri. Lanjutkan membaca “Hati hati Motivasi Anak dengan Memberi Hadiah #Goresanku 154”

Stimulasi Anak Sejak Usia Dini #Goresanku 153


Orangtua dan orang dewasa di sekitar anak sangat menentukan kualitas kehidupan anak dan perkembangannya yang optimal melalui apa yang dilakukan atau tidak dilakukan di lima tahun pertama. Anak mengalami periode sensitif dalam belajar, memiliki keingintahuan alamiah yang sangat besar dan berkembang pesat secara fisik dan mental di bagian awal kehidupannya. Semakin baik stimulasi di usia dini, anak akan semakin siap menghadapi tahap selanjutnya, bisa lebih maju dan tidak kehilangan kesempatan atau mengalami kesenjangan dalam perkembangan. Lanjutkan membaca “Stimulasi Anak Sejak Usia Dini #Goresanku 153”

Cara Komunikasi Efektif dengan Anak #Goresanku 151


Kita punya pilihan setiap kali berinteraksi dengan anak. Biasakan kita memilih cara yang merangsang komunikasi yang baik dan mencoba melakukannya dengan rutin. Sebagian kita tahu dan pernah menggunakan semua cara ini. Yang menyedihkan seringkali cara yang dipilih hanya itu-itu saja, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Lanjutkan membaca “Cara Komunikasi Efektif dengan Anak #Goresanku 151”

Kecerdasan Digital yang tak Bisa Ditunda #Goresanku 149


Cerdas digital adalah bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang cara. Dunia digital penuh pelajaran dan kesempatan, namun tantangannya pun tak kalah besar. Orangtua dan guru bijak justru memilih untuk memberdayakan, bukan memberi larangan tanpa alasan. Kita percaya, latihan ketrampilan hidup di dunia digital, menjadi pintu menumbuhkan kecerdasan yang juga bermanfaat di dunia nyata. Lanjutkan membaca “Kecerdasan Digital yang tak Bisa Ditunda #Goresanku 149”

Hari Orang Tua dan Anak dari Film Animasi Boruto


Terinspirasi dari film serial Boruto,  Naruto Next Generation, Episode Hari Orang Tua dan Anak. Disana diceritakan pentingnya membangun hubungan yang baik antara orang tua dan anak. Sebuah refleksi pada saat menjalani Karantina Mandiri di rumah aja. Lanjutkan membaca “Hari Orang Tua dan Anak dari Film Animasi Boruto”

Pelajaran Hidup dari Seorang Bapak yang Memiliki 12 Anak


Hari ini beliau datang untuk memangkas dahan pohon yang sudah menyentuh kabel listrik. Aku tidak tahu kalau ia sudah ada janjian dengan adikku untuk itu. Memang dahan pohon mangga dan pohon srikaya depan rumah sudah menyentuh kabel listrik itu.

Beliau datang dengan salah satu anak laki-lakinya, yang sudah pernah bantu kami untuk pembenahan instalasi listrik. Itulah alasan mengajak anaknya sehubungan dengan dahan yang mungkin berkenaan dengan kabel listrik. Lanjutkan membaca “Pelajaran Hidup dari Seorang Bapak yang Memiliki 12 Anak”

Saat Aku Muda, atau Saat Aku Tua Nanti, Sebuah Refleksi Bercengkrama dengan Orang Tua


Pernahkah saat masih sangat muda, membayangkan bagaimana sulitnya menjadi orang tua? saya rasa, semua kanak-kanak senang sekali bermain drama menjadi orang tua, dan berpura-pura menjadi mereka dengan meniru perilaku mereka orang tuanya. Atau bahkan merubah peran mereka seperti yang kita inginkan. Lanjutkan membaca “Saat Aku Muda, atau Saat Aku Tua Nanti, Sebuah Refleksi Bercengkrama dengan Orang Tua”

Aja Nggege Mangsa, Semua Ada Waktunya ( Prihatin terhadap Anak-Anak yang dipaksa Cepat Dewasa)


Jaman sekarang semua ingin serba cepat, instant, dunia industri mengajak kompetisi, siapa cepat ia yang dapat. Bahkan ada lagunya The Winner Takes It All (ABBA),  Siapa yang menang ia akan mendapatkan semuanya.

Pahami lebih dalam bahwa kecepatan tidaklah harus berupa kompetisi, sekarang saatnya berkolaborasi. Kecepatan tetap dapat dijadikan salah satu acuan, dengan tetap mempertimbangkan banyak hal, orang lain, anggota team, sumber daya yang ada dll. Lanjutkan membaca “Aja Nggege Mangsa, Semua Ada Waktunya ( Prihatin terhadap Anak-Anak yang dipaksa Cepat Dewasa)”

Hubungan Orang Tua dan Anak dengan Psikodrama


Kamis, 20 September 2018 saya mengundang pak Didik untuk bermain psikodrama bersama anak-anak. Setelah itu acara dilanjutkan diskusi bersama orangtua.

Saat itu ruangan disetting menyerupai restoran. Anak-anak terlihat sangat menikmati permainan tersebut. Anak bermain seakan di restoran yang sesungguhnya. Suasana lebih hidup lagi setelah pak Didik ikut terlibat menjadi musisi, dengan memainkan gitarnya di sudut ruangan.

Kurang lebih 1 jam anak-anak bermain psikodrama. Setelah anak masuk ke kelas masing2, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama orangtua.

Mereka nampak antusias sekali berdiskusi. Banyak hal yang ingin mereka tahu tentang tumbuh kembang anak. Pertanyaan satu persatu dijawab pak Didik dengan gayanya yang santai tapi mengena. Kadang juga diselingi dengan canda tawa sehingga suasana terasa hidup dan tidak membosankan.

Yang menarik lagi disini adalah pesertanya kebanyakan ibu-ibu muda. Jadi ya begitulah ….. heboh banget.

Dan hasilnya adalah ada dampak positif yang didapat dari diskusi ini. Perubahan perilaku anak secara bertahap mulai nampak. Orangtua bersyukur banget dengan keadaan ini.

Terimakasih pak Didik atas bantuannya. Semoga hal ini bisa membantu membangun hubungan kuat antara orangtua dan anak. Sehingga orangtua bisa menghantarkan anaknya untuk melewati masa kanak-kanak mereka lebih bermakna.