Teknik Psikodrama Atom Sosial untuk Assesmen dan Intervensi Psikologi


Atom Sosial adalah salah satu teknik terapi psikodrama yang membantu dalam mengungkapkan perasaan dan penghargaan seseorang terhadap orang yang kita cintai dan sayangi. J.L. Moreno berhipotesis bahwa unit terkecil umat manusia bukanlah individu melainkan atom sosial. Atom sosial terdiri dari semua hubungan interpersonal klien (mati atau hidup, nyata atau fantasi) yang penting bagi kehidupan sehari-hari klien.

Sebelum memahami tentang atom sosial perlu mengenal Genogram. Apa sebenarnya genogram itu? Genogram adalah jenis pohon keluarga tertentu yang menunjukkan informasi tentang riwayat genetik seseorang. Itu digambar menggunakan simbol atau bentuk dasar yang menggambarkan kualitas suatu hubungan, ikatan emosional, dan orang lain yang signifikan. Informasi utama dan penting lainnya tentang gen dan riwayat kesehatan keluarga dapat diberikan dengan menggunakan diagram ini. Ini dapat digunakan untuk berbagai bidang yang terkait dengan analisis genetik. Lanjutkan membaca “Teknik Psikodrama Atom Sosial untuk Assesmen dan Intervensi Psikologi”

Panduan Latihan Playback Theater V Musik


Latihan Playback Theater Kelima

“MUSIK”

Tujuan: Untuk memperkenalkan penggunaan musik dan suara untuk mengiringi Playback Theater.

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Mengalirkan tepuk tangan
Dalam sebuah lingkaran setiap peserta bertepuk tangan sekali secara berurutan searah jarum jam, sampai kembali lagi ke peserta yang memulainya pertama kali. Permainan ini dapat dimodifikasi dengan terus menerus mempercepat gerakan perputarannya.

2. Hutan tropis Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater V Musik”

Panduan Latihan Playback Theater III, Ritme dan Suara


Latihan Playback Theater Ketiga

“RITME DAN SUARA”

Tujuan : Memperkenalkan kepada para peserta ide untuk menghasilkan bunyi-bunyian melalui suara, tubuh dan peralatan-peralatan untuk memperindah fluid sculptures dan pemeragaan ulang dari kisah yang diceritakan.

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Penciptaan Hujan tropis
Dalam lingkaran, para peserta menyampaikan suara hutan ke peserta disampingnya. Yang pertama adalah suara klik jari, yang kedua suara tepukan tangan, yang ketiga adalah suara ketukan kaki, yang keempat suara klok dari mulut, kemudian urutan suaranya dibalik, setelah ketukan kaki, ketukan tangan, dan klik jari. Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater III, Ritme dan Suara”

Panduan Latihan Playback Theater II. Menciptakan Fluid Sculptures


Latihan Playback Teater Kedua

“MENCIPTAKAN FLUID SCULPTERS”

Tujuan : Mengeksplorasi kondisi fisik aktor dengan pandangan untuk menciptakan Fluid Sculptures

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Mulai dan Berhenti
Seperti pada sesi sebelumnya para peserta harus bergerak dan berhenti bersama sebagai kelompok.

2. Mulai dan Berhenti dengan pernyataan Benar dan Salah
Setelah beberapa menit saat peserta tampaknya telah menangkap tugas yang diintruksikan kepada mereka untuk membuat pernyataan pribadi selama masa berhenti. Misalnya setelah semua berhenti, Susi mengatakan “Saya punya 4 saudara cowok”. Jika peserta yang lain berpikir bahwa yang dikatakan Susi benar, mereka harus berdiri di dekat Susi, kebalikannya jika mereka menduga Susi berbohong maka mereka harus bergerak menjauh dari Susi sejauh mungkin. Setelah itu Susi menyatakan apakah dia tadi jujur atau tidak, kemudian semua orang bergerak lagi. Perlu diperhatikan bahwa dalam tiap berhenti hanya ada satu pernyataan saja (atau satu orang saja yang menyatakan). Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater II. Menciptakan Fluid Sculptures”

Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan


Latihan Playback Theater Pertama

“PENCIPTAAN KESAN”

Tujuan :
Untuk mendukung interaksi dan komunikasi yang lebih baik di antara peserta
Untuk memperkenalkan ide akan penciptaan dan pengartian ulang suatu kesan

POLA LATIHAN

Permainan Interaktif

1. Skala
Peserta diminta membayangkan ada garis memanjang di ruangan di mulai nomor satu hingga sepuluh. Mintalah mereka menempatkan diri dan membentuk barisan berdasarkan tinggi, ukuran sepatu, warna rambut, seberapa menyukai drama, dll. (Mintalah usulan peserta mengenai hal/kriteria untuk membuat urutan. Dalam satu posisi boleh lebih dari satu orang) Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan”

Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama


Psikodrama memiliki 3 tahapan utama, yaitu Warming Up, Action, dan Refleksi atau Integrasi. Nah, tulisan ini adalah panduan yang dapat digunakan untuk tahap ke 3 dari Tahapan Psikodrama yaitu Refleksi atau Integrasi. Aku dapatkan dari materi acara retret online via zoom yang disampaikan oleh Rm Petrus Sunu Hardiyanta, S.J.

Dalam retret tersebut ada refleksi dan Rm Sunu SJ, memberikan panduan refleksinya secara tertulis. Pada akhir acara aku minta ijin dari Beliau untuk aku gunakan dalam praktek psikodrama dan menuliskan ulang di sini agar dapat dipelajari dan dilakukan banyak orang. Beliau mengijinkannya.

Yuks kita pelajari bersama dan mempraktekkan Percakapan 3 Putaran. Lanjutkan membaca “Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama”

Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp


Shalom. Selamat sore Mas Adi. Saya Rani, psikolog Samarinda, pernah ikut pelatihan psikodrama Mas Adi di kampus Untag. Mau berkonsultasi, Mas tentang psikodrama

Ya,..gimana?

Mas Adi, permisi konsultasi via WA ya mas.
Saya sekarang kerja di RSJ, mas. Saya ada rencana mau adakan kegiatan Dinamika Kelompok di pasien rawat inap, salah satu sesinya dengan psikodrama. Apakah mas Adi ada saran atau pernah berkegiatan dengan pasien ODGJ mas? Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp”

Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder


Pada tanggal 27 Maret 2021, Aku memfasilitasi terapi Psikodrama Online via Zoom Meeting, dengan teknik pertukaran peran ( Role Reversal ) mengolah permasalahan Perfeksionis dengan Minder atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Sebelum proses dimulai aku menyarankan kepada peserta untuk mengganti nama aslinya menjadi nama binatang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga privasi dan memberi keberanian lebih untuk bereksplorasi.

Yuks kita mulai, Lanjutkan membaca “Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder”

Bagaimana Cara Mengurangi Kecemasan dengan Teknik Psikodrama ?


Siang tadi aku baca WA dari teman yang sudah sering mengikuti workshop Psikodrama. Dia sangat antusias dengan metode psikodrama. Jadi ia menanyakan lewat WA bagaimana cara mengurangi kecemasan dengan teknik psikodrama ? 

Aku ingin bagikan chat-nya agar dapat dibaca bagi yang membutuhkan. Aku edit sedikit untuk tata tulis dan alurnya agar lebih mudah memahaminya.

Yuks kita ikuti!

+ Pak, cara mengurangi kecemasan dengan teknik psikodrama itu bagaimana ya?

 – Mau kelompok atau Pribadi?

+ Kalau pribadi?

– Diobyektifikasi Lanjutkan membaca “Bagaimana Cara Mengurangi Kecemasan dengan Teknik Psikodrama ?”

Silabus Pelatihan Psikodrama Kesadaran Peran


Latar Belakang

Tidaklah mudah dalam bersikap ketika memilih bersikap sebagai teman atau rekanan bisnis. Juga kita perlu bersikap tertentu apabila rekan kerja kita punya hubungan saudara dekat dengan atasan kita, atau malah kita sendiri yang memiliki hubungan saudara dengan orang yang memiliki posisi strategis di perusahaan.

Apakah saat Peran kita di rumah masih terbawa di tempat kerja? Atau malah Peran kita di tempat kerja mempengaruhi kehidupan di rumah? Apakah kita menyadari hal-hal tersebut?
Bagaimana dengan Peran kita dalam ber-Sosial? Apakah kita aktif dalam bermasyarakat? Apakah kita adalah Sahabat yang baik bagi teman kita? Masih banyak lagi Peran yang perlu kita sadari agar dapat memberikan kontribusi.

Pemahaman

Kesadaran Peran adalah Proses Adaptasi Diri dalam menghadapi situasi yang ada sehingga mampu memberikan kontribusi optimal dalam melakukan tindakan. Baik dalam kehidupan pribadi, sosial maupun pekerjaan. Kesadaran Peran berdampak pada diri pribadi dan orang lain, serta lingkungan.

Tujuan

1. Memahami dan menghargai adanya berbagai Peran dalam kehidupan
2. Dapat menyelesaikan konflik (dengan diri sendiri maupun dengan orang lain) yang dihadapi serta memberikan solusi dalam bentuk resolusi damai
3. Dapat mengantisipasi timbulnya konflik, melalui kesadaran atas Peran apa yang diharapkan oleh orang lain

Topik Bahasan

1. Mengenal Peran sehari hari
2. Mengenal Peran dalam hidup
3. Menentukan Peran di masa depan

Strategi Penyampaian

Dengan Metode Psikodrama, Aksi dan Refleksi

Durasi

Program ini diselenggarakan selama 1 (satu) hari kerja dengan efektifitas 8 (delapan) jam.

Peserta

Manager, Karyawan, Mahasiswa, Pengajar

Kontak

Jefry Simanullang  0812 2542 0777

Deddy YE 0815 7500 0571