Resolusi Konflik dengan Metode Psikodrama


Aku dapatkan dari Google,  Teori konflik melihat kehidupan sosial sebagai sebuah kompetisi, dan berfokus pada distribusi sumber daya, kekuasaan, dan ketidaksetaraan. Tidak seperti teori fungsionalis, teori konflik lebih baik dalam menjelaskan perubahan sosial, dan lebih lemah dalam menjelaskan stabilitas sosial.

Masih selaras dengan hal itu, aku memakai pemahamanku yang lebih banyak berperspektif Psikologi. Aku memilih dari Teori Peran, agar dapat diperankan, didramakan. Konflik adalah ketidak-selarasan, berbeda tujuan, berbeda arah, mungkin juga berbeda cara atau berbeda gaya. Setiap orang memainkan sejumlah peran yang berbeda, dan kadang-kadang peran-peran tersebut membawa harapan-harapan yang bertentangan. Lanjutkan membaca “Resolusi Konflik dengan Metode Psikodrama”

Proposal Psikodrama untuk Mahasiswa Psikologi, Psikolog, dan Praktisi Terapi Kelompok


I. Pengantar

Psikodrama adalah Metode Tindakan (Action Method), sering digunakan sebagai psikoterapi, di mana klien menggunakan dramatisasi spontan, bermain peran, dan presentasi diri yang dramatis untuk mengungkapkan dan mendapatkan wawasan tentang kehidupan mereka.

Psikodrama dikembangkan oleh Jacob L. Moreno, seorang psikiater, psikososiologis sekaligus pendidik Amerika kelahiran Rumania. Ketika tinggal di Wina pada awal 1900-an, Moreno memulai sebuah teater improvisasi, Stegreif theater, the Theatre of Spontaneity, di mana ia merumuskan bentuk psikoterapi yang disebut psikodrama, yang menggunakan dramatisasi improvisasi, permainan peran, dan terapi lainnya, menggunakan ekspresi dramatis yang memanfaatkan dan melepaskan spontanitas dan kreativitas kelompok dan anggota individualnya. Lanjutkan membaca “Proposal Psikodrama untuk Mahasiswa Psikologi, Psikolog, dan Praktisi Terapi Kelompok”

Testimoni Pengalaman Mengikuti Psikodrama di Medan Maret 2019


Psikodrama sebagai  terapi kelompok, Psikodrama yang saya ketahui salah satu bagian dari teknik terapi yang melibatkan orang lain . Cukup  sampai disitu yang saya ketahui.

Bagaimana menerapkan dalam sesi konseling?
Apakah sulit ?
Apa saja yang dipersiapkan?

Itu membuat saya menjadi penasaran….
Maka saya merealisasikan rasa ingin tahu ini …
Dan semuanya terjawab dalam sesi-sesi pelatihan yang sangat Apik dan menyenangkan.

Dalam Psikodrama bukan hanya “protagonis” yang mendapat manfaat tapi peran pengganti yang lain juga terpapar manfaatnya…

Semoga dapat saya  praktekkan dalam kelompok relawan LLHPB Aisyiyah. Terimakasih Mas Retmono Adi untuk pengalaman terindah, memberi ruang dan peluang untuk menjadi apa yang kita mau, tanpa kukungan nilai….

        Tubuh lihai meliuk suka-suka
         Rentang jari riang dalam rasa
          Aku menjadi… Aku adalah Aku

#Psikodrama

Medan, 21 Maret 2019

Sri Ngayomi

Obrolan di Warung Kopi tentang Rencana Psikodrama di Jakarta


Usai acara Pengenalan Psikodrama di Hotel Cakra Kembang Yogyakarta, Temenku mengajak minum kopi sambil ngobrol rencana tindak lanjut dari kerjasama ini. Ia sudah cukup pengalaman mengadakan EO, terutama tentang Pelatihan untuk Pengembangan Diri, baik Pengembangan Personal maupun Profesi.

Salah satu peserta mengungkapkan dalam Lingkaran Penutup, bahwa Acara seperti ini sangat menarik. Sebuah Pelatihan hampir sepenuhnya aktif, tidak menulis tanpa Slide Proyektor, Emosinya dapat, pemahamannya dapat dan menjadi Yakin mampu melakukannya. Belum pernah ia mendapatkan pengalaman seperti itu. Dia yakin bahwa Metode ini (Psikodrama/Action Metode) akan laku jika ditawarkan di Jakarta. Aku senang mendengarnya dan kami di Warung Kopi (Caffee) ingin menindaklanjutinya.

Di Jakarta pernah aku adakan Acara Psikodrama ini, memang cukup antusias pesertanya, namun itu masih kalangan terbatas. Waktu itu aku masih belum tahu “selera” orang Jakarta dengan Psikodrama. Sekarang sudah cukup banyak yang mengetahui Psikodrama, dan aku sendiri juga sudah cukup Percaya Diri (jam terbangku sudah cukup banyak) maka kami putuskan akan melakukan di Jakarta.

Bulan Maret, ini aku sudah akan ber Psikodrama di Jakarta, kerjasama dengan temen yang akan mempromosikan Cafe Baru nya. Ditawarkan ke publik dengan harga Promo, cukup membayar kopi nya saja. Sebuah konsep yang menarik Psikodrama dilakukan di Cafe, sasarannya karyawan muda yang masih beradaptasi di tepat kerjanya, atau mahasiswa tingkat akhir yang mungkin membutuhkan gambaran tentang dunia kerja.

Ternyata Bulan April Kawan Yogya ku sudah banyak mengadakan acara, maka kami akan mengadakan setelah Lebaran saja, sekalian mencari waktu yang tepat. Dari pengalamannya dalam mengadakan acara penentuan waktu sangat berpengaruh terhadap banyaknya peminat. Apalagi di Jakarta, jika dilakukan akhir minggu, banyak yang tidak suka, karena itu waktu untuk keluarga. Jika dilakukan hari kerja, inginnya dibayari kantor dalam rangka dinas. Apabila kelompok sasarannya Mahasiswa/Pelajar perlu kerjasama dengan institusi Pendidikan nya, jika tidak harganya perlu disesuaikan juga. Aku setuju saja, selain aku tidak pengalaman dalam membuat acara, masih ada cukup waktu untuk pembicaraan lebih detailnya.

Intinya kami akan mengadakan Psikodrama di Jakarta, waktu dan tempatnya akan dibicarakan kemudian. Kopi sudah datang dan makanan juga menyertainya. Maka kami makan dengan melanjutkan obrolan lain.

 

Yogyakarta Maret 2018

 

Retmono Adi

Cerita Dinda dari Samarinda : Psikodrama Semakin Masuk ke Diri Saya


Sabtu pagi di bulan Oktober, bulan penghujan tapi kata Pak Adi, Beliau suka suasana seperti pagi ini, walau menurut saya rada sendu. Tapi saya juga suka.

Bulan ini saya dan rekan rekan dari IKAPSI UNTAG Samarinda mengundang Pak Adi untuk mengisi pelatihan Psikodrama mengenai Management Stress dan Self Compassion. Selain untuk memperkenalkan Psikodrama ke lingkup yang lebih luas, ini juga ajang belajar buat diri saya sendiri, karna nampaknya saya mulai jatuh cinta sama metode ini dan ingin belajar lebih dalam😜
Lanjutkan membaca “Cerita Dinda dari Samarinda : Psikodrama Semakin Masuk ke Diri Saya”

Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa ; Psikodrama di Jakarta


Hai, nama saya Shita.

Saya bekerja di sebuah tempat bimbingan belajar bernama Rakids Baca yang terletak di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya bergabung ke tempat bimbel ini sekitar satu bulan yang lalu. Ada beberapa pertimbangan ketika saya ingin bergabung di tempat ini. Saya yang haus akan hal-hal yang baru selalu bertanya kepada owner saya, kira-kira apa yang bisa saya dapat ketika saya bergabung di Rakids Baca ini. Beliau menjawab “Nanti disini kamu akan dapat banyak pelatihan. Kamu bisa usulkan pelatihan apa yang kamu butuh”. Setelah mendengar jawaban itu saya makin tertarik untuk bergabung ke bimbel di daerah Tebet ini. Tepat hari ini, saya mendapat pelatihan “Psikodrama”. Lanjutkan membaca “Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa ; Psikodrama di Jakarta”

Cerita Sejarah Psikodrama Ku


Sejak Kapan mulai ber-Psikodrama? Pertanyaan yang sering diajukan peserta pada sesi perkenalan.

Aku sejak kuliah sudah suka teater, merintis teater di Psikologi UGM pada tahun 1994 (Keluarga Rapat Sebuah Teater). Pada waktu itu aku berpikir bahwa Ilmu Psikologi mempelajari perilaku dan bermain drama adalah melatih berperilaku yang nantinya akan dipentaskan. Drama dan Psikologi harusnya melengkapi.

Belum ada internet, jadi masih sulit aku menemukan buku atau tulisan yang membahas tentang Psikologi dan Teater, namun aku sudah mencoba-coba praktek teori Psikologi dalam latihan teater. Lanjutkan membaca “Cerita Sejarah Psikodrama Ku”

Apa Psikodrama itu, dan untuk Siapa ?


Kamis, 8 Mei, 2008

Apa Psikodrama itu dan untuk Siapa ?

Psikodrama adalah praktek profesional metode aksi yang diciptakan oleh almarhum Dr Jacob L. Moreno. Psikodrama adalah suatu uji-waktu, metode klinis yang telah terbukti untuk membantu orang, mencapai tujuan pribadi, melalui proses terstruktur, improvisasi dramatis. Secara umum Psikodrama menggunakan, sociometry, dinamika kelompok, teori peran, dan analisa sistem sosial untuk memfasilitasi perubahan konstruktif dalam individu dan kelompok melalui pengembangan persepsi baru atau reorganisasi kognitif pola lama. Psikodrama bukanlah proses yang eksklusif – tidak ada pelatihan khusus, pendidikan, atau pengalaman yang diperlukan dalam rangka untuk mendapatkan manfaat dari berpartisipasi dalam psikodrama.

Lanjutkan membaca “Apa Psikodrama itu, dan untuk Siapa ?”