PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA


Seorang karyawan mengaku kepada manajernya bahwa rekan-rekan kerjanya mengiriminya ofensif e-mail. Seorang sales representative, Afrika-Amerika pertama yang bekerja di tenaga penjualan serba putih (kulit putih), mengatakan kepada manajer bahwa dia ingin mengajukan keluhan EEO. Situasi rumit seperti ini merupakan tantangan sehari-hari di lingkungan perusahaan saat ini.  Misalnya: keterampilan dalam menangani topik hangat seperti keragaman di tempat kerja, pelecehan seksual, dan kekerasan di tempat kerja naik ke posisi utama dalam ukuran keberhasilan kepemimpinan, serta ” people skills ” mendapatkan kredibilitas dan kewibawaan. Seandainya paradigma strategis lebih daripada reaktif, dinamika manusia adalah untuk mengubah pemikiran kita, maka paradigma baru untuk pelatihan harus mengantar pada perubahan.
Lanjutkan membaca “PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA”

WASPADALAH TERHADAP KEKUATAN DRAMA! : SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 7/7


Sambungan dari  Pelatihan High-Impact ……

WASPADALAH TERHADAP KEKUATAN DRAMA!
Sejauh drama memiliki potensi untuk menciptakan kesempatan belajar yang tajam dan sangat sukses, mungkin juga memiliki kapasitas untuk memanipulasi, mendistorsi, dan berkompromi dengan tujuan pelatihan dan integritas peserta. Menjadi sangat penting bahwa Trainer harus terampil dalam merancang, mengembangkan, dan memfasilitasi pelatihan berbasis drama, terutama ketika digunakan untuk mengatasi topik kontroversial, seperti SARA. Script harus ditulis untuk menghindari stereotip kelompok atau mengorbankan etika. Lanjutkan membaca “WASPADALAH TERHADAP KEKUATAN DRAMA! : SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 7/7”

SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #TeoriPsikodrama 1/7


 Seorang karyawan mengaku kepada manajernya bahwa rekan-rekan kerjanya mengiriminya ofensif e-mail. Seorang sales representative, Afrika-Amerika pertama yang  bekerja di tenaga penjualan serba putih (kulit putih), mengatakan kepada manajer bahwa dia ingin mengajukan keluhan EEO. Situasi rumit seperti ini merupakan tantangan sehari-hari di lingkungan perusahaan saat ini.  Misalnya : keterampilan dalam menangani topik hangat seperti keragaman di tempat kerja, pelecehan seksual, dan kekerasan di tempat kerja naik ke posisi utama ukuran keberhasilan kepemimpinan, serta ” people skills ” mendapatkan kredibilitas dan kewibawaan. Seandainya paradigma strategis lebih daripada reaktif dinamika manusia adalah untuk mengubah pemikiran kita, maka paradigma baru untuk pelatihan harus mengantar pada perubahan.
Lanjutkan membaca “SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #TeoriPsikodrama 1/7”