Sebenarnya Aku ini Siapa?


Sebenarnya aku ini siapa?

Tiga puluh tahun lebih usia, masih juga aku susah mengenalinya.

Kebanggaan orang tua? 

Ah, orang tuaku sudah tak ada. Jadi kurasa bukan lagi itu.

Kebanggaan guru-guru? 
Ah, itu sungguh dari cerita lampau.

Kebanggan saudara-saudara? Bisa saja.
Tapi apa aku bahagia karena orang bangga padaku? 
Ah, enggak, aku biasa saja.
Jujur saja, aku lebih suka kaya raya.

Sebenarnya aku ini siapa?
Belasan tahun menjauh dari akar lahirku,
Tapi tak juga aku mengenal dirku.

Kadang sering takjub dengan cara semesta bekerja
Aku tak tahu apa-apa, tapi masih bisa hidup juga.
Ah, Tuhan memang serba tak terduga.

Tak kenal diri membuatku seperti sampan di tengah badai
Terombang ambing ke sana kemari
Tak ada jangkar, atau dayung untuk kupegang kendali
Aku, tak tahu harus apa lagi
Haruskah aku diam menunggu mati?

Sementara badai, terus mengamuk tak peduli
Dan aku memohon badai agar mau berhenti.

Cih. Memangnya aku siapa?
Mengharap badai reda demi sebutir manusia
Lagi-lagi, aku tak tahu harus menjawab pertanyaanku sendiri:

Sebenarnya, aku ini siapa?

<p value="<amp-fit-text layout="fixed-height" min-font-size="6" max-font-size="72" height="80">Depok 9 Maret 2021Depok 9 Maret 2021

Serat Sembadra

Terapi Menulis #01 Pada Suatu Malam


Air mata itu berhenti mengalir sesaat sebelum Warni mengetikkan kata demi kata yang dirangkainya ketika baru turun dari motor. Ia kini tengah merebahkan badannya di atas kasur yang telah lama tak ditidurinya. Sebetulnya, matanya telah lelah membuka sebab hari ini berlalu dengan cukup melelahkan. Ia ingin menutup hari dengan terlelap nyenyak, namun sepertinya peristiwa tadi belum mengizinkannya untuk itu. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis #01 Pada Suatu Malam”

Sang Kelomang Bunuh Diri ?


Hidup itu sulit? Tahu kenapa? Karena manusia mengejar kesempurnaan, sedangkan di muka bumi ini tidak ada yang sempurna. Manusia menyukai kepastian, padahal satu-satunya hal yang pasti di planet ini adalah ketidakpastian. Manusia membenci perubahan, masalahnya hanya ada satu yang konstan di jagat raya ini, perubahan. Jadi? Manusia menentang kodrat alam, mencari masalah dalam hidupnya yang pendek ini? Lanjutkan membaca “Sang Kelomang Bunuh Diri ?”

Aku Ingin Menjadi Diri Sendiri #Goresanku 103


“IP kamu semester ini kenapa turun lagi?”
“Ya, emang lagi turun aja, Pa. Kenapa sih, cuma turun dikit juga.”
“Kamu harusnya contoh tu si Randi, anaknya teman mama . Dia bisa dapat beasiswa ke Jerman. IPnya bagus terus. Kamu contoh dia dong.”
“Udah ah. Aku udah kenyang. Mau ke kamar aja.”

Selalu begitu.
Mama selalu punya contoh untuk membanding-bandingkan Aku dengan anak temannya yang lain. Dari dulu selalu begitu. Anak temannya Mama yang beginilah, sepupu temen Papa yang begitulah.  Lanjutkan membaca “Aku Ingin Menjadi Diri Sendiri #Goresanku 103”

Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober, Sebuah Refleksi


Aku barusan mendapat email dari group PsiIndonesia yang berisi ajakan memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2012,.
Ada tertulis :
Saya tahu bagaimana teman2 pengurus jungkir balik meluangkan waktu ekstra untuk mempersiapkan peringatan Hari Kesehatan Mental 10 Oktober 2012. yang secara internasional mengambil tema:“Depression: A Global Crisis”.
Tampaknya Jakarta dan Indonesia juga kecipratan hal ini. Reaksinya adalah berbagai perilaku yang tidak produktif. Salah satu yang menonjol adalah perilaku merusak seperti membakar, merubuhkan, tawuran, berlalulintas seenaknya. Lanjutkan membaca “Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober, Sebuah Refleksi”