Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif


Tercetus dari obrolan setelah belajar Psikodrama bersama Pengajar Paud di ESKID, Sleman Yogyakarta, pada tanggal 29 Juli 2018.

Anak usia dini sangat peka dan sensitif, masa pertumbuhan dan perkembangannya sangat cepat. Maka guru perlu menyadari hal ini. Jangan sampai guru terjebak pada pengajaran dengan kata-kata yang abstrak, suatu hal yang memang mungkin penting untuk anak – anak itu. Namun perlu disadari bahwa anak tidak hanya belajar melalui kata-kata, anak usia dini belajar dari apa saja yang ditangkap oleh indra dan rasa nya. Ekpresi wajah, gerak tubuh, cepat lambat gerakan, intonasi suara, emosi yang dialami guru, dll. semua diserap dengan cepat. Guru Paud perlu memiliki rasa yang peka dan cinta. Lanjutkan membaca “Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif”

PSIKODRAMA dan Bibliodrama pada Rekoleksi Siswa-siswi SMP


Akhir Maret lalu, memfasilitasi Rekoleksi di SMP Marganingsih Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Pingin aja mencatat urutan prosesnya, mungkin bisa dipakai lain kali, atau juga kalau ada rekan lain yang ingin memakainya.

Menjalin hubungan dengan Diri Sendiri, Orang Lain, dan Tuhan, (Personal, Interpersonal, dan Transpersonal)

A. Lingkaran Pembukaan

1. Berdiri melingkar, tangan kanan, diletakkan di Dada kiri, berkata Personal, tangan kanan di tepukan ke punggung orang sebelahnya sambil berkata Interpersonal, dan selanjutnya tangan kanan diangkat ke atas dan berkata Transpersonal. Lanjutkan membaca “PSIKODRAMA dan Bibliodrama pada Rekoleksi Siswa-siswi SMP”

50 Tips untuk Siswa Magang


Ingatlah! Selain pendidikan Anda, cara transisi paling penting dari siswa menjadi profesional adalah Magang. Ini adalah pengalaman kerja kolaboratif dengan para profesional di bidang yang Anda minati dengan penekanan pada proses belajar dan bukan produktif. Hal ini dapat menjadi komitmen full time atau part time, untuk satu semester atau saat liburan. Dalam pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif saat ini, berbagai pengalaman magang sangat diharapkan oleh calon pemberi kerja. Tanpa hal-hal tersebut, anda dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Jangan menunggu sampai saatnya tiba, dan baru anda sadari bahwa anda tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati. Magang adalah bagaimana anda dapat memastikan nilai jual anda.

Lanjutkan membaca “50 Tips untuk Siswa Magang”

Top 10 Skills yang Dibutuhkan di Dunia Kerja : Sebuah Tanggapan Imajiner


Ada ajakan diskusi di group WhatsApp,

Apakah Pendidikan Formal mampu menyiapkan “TOP 10 Skills” di bawah ini ?
1. Kemampuan untuk bekerja dalam struktur kerja tim
2. Kemampuan untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah
3. Kemampuan untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang-orang di dalam dan di luar organisasi
4. Kemampuan untuk merencanakan, mengatur dan memprioritaskan pekerjaan
5. Kemampuan untuk mendapatkan dan memproses informasi
6. Kemampuan untuk menganalisis data kuantitatif
7. Pengetahuan teknis yang berkaitan dengan pekerjaan
8. Memiliki kecakapan dengan program perangkat lunak komputer
9. Kemampuan untuk membuat dan / atau mengedit laporan tertulis
10. Kemampuan untuk menjual dan mempengaruhi orang lain
http://www.forbes.com/

(Tanggapanku secara imajiner, karena tidak kusampaikan dalam diskusi tersebut. Aku berlagak menggunakan gaya formal. Aku bayangkan aku duduk dalam forum di antara para hadirin , bapak-bapak dan ibu-ibu cerdik cendekia, serta para profesional :D. aku mengangkat tanganku untuk minta giliran, setelah dipersilahkan, aku mulai berbicara) Lanjutkan membaca “Top 10 Skills yang Dibutuhkan di Dunia Kerja : Sebuah Tanggapan Imajiner”

Tiga Kecerdasan Menuju Karakter Anak Yang Kuat (Studi Kasus Pembelajaran Di SD Islam Istiqomah, Ungaran, Semarang)


celoteh wohingati

1. Intelligence Quotient
Dalam mencapai kesempurnaan di ketiga aspek tersebut, sekolah menerapkan beberapa strategi. Untuk mencapai kesempurnaan di didang intelligence, sekolah memberikan kegiatan pembelajaran yang aktif, memungkinkan anak untuk mengembangkan ide dan pikiran mereka. Namun 90 % teknik yang dipergunakan untuk masih dengan teknik ceramah. Tututan orang tua yang menginginkan anak-anak mereka memiliki nilai tinggi, pembelajaran di Istiqomah pun tidak berbeda dengan sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta yang lain. Sekolah memberikan materi pelajaran dengan intensif, apalagi pembelajaran di kelas VI. Materi yang diberikan adalah materi-materi yang bersifat pengulangan (drill). Dalam hal ini, intelligence quotient merupakan salah satu manefestasi dari olah tubuh anak.
Olah tubuh fisik diberikan melalui beberapa ekstra kurikuler di bidang olah raga. Anak-anak dengan kelebihan di bidang olah raga dibimbing dan dituntun sehingga mampu mengenali kemampuan yang sebenarnya.

2. Spiritual Quotient
Kecerdasaan yang menjadi sangat penting juga adalah spiritual. Spirtual menjadi urgent dalam kaitannya membentuk kepribadiaan anak. Kecerdasan…

Lihat pos aslinya 346 kata lagi

Psychodrama: Trust


christabrennan

Image

Description: Trust is a complicated and delicate subject. So it helps to identify/acknowledge where you are in the trusting process before any change can be made. This psychodrama exercise does just that.

Materials: A large empty room, and four chairs.

DirectionsWarm up: In psychodrama its very important to do warm ups to get the spontaneity flowing. One warm up you can do is called “movement and a sound”. Have the group stand in a circle, one person starts with making up a movement (eg. wiggling arms) and accompanies the movement with a sound (eg. barking like a dog) as son as the person is done the rest of the group repeats that movement and sound in unison. Then quickly move on to the next person and have the group repeat their movement and sound and so on. * Some people will stand there over-thinking the exercise so try to encourage the group to be spontaneous and just go with…

Lihat pos aslinya 261 kata lagi

Ujian Nasional atau perang?


berikut tulisan dari salah satu Group Mailist Psikologi :

Mari kita pikirkan,…apa yang sebenarnya terjadi…….

 

Teman-teman,

Tadi malam temanku Rahmad Zakaria dari Samarinda mengirim email sbb:

” Selamat malam Pak…

Saya lagi baca-baca berita tentang UN dan jadi kepingin minta tanggapan Bapak tentang UN ini…

Mulai Senin lusa, siswa-siswa SMA akan ‘berjuang’ menghadapi UN. Sekolah-sekolah yang menjadi tempat (rayon) distribusi soal diawasi dengan SANGAT KETAT oleh petugas, selain diawasi juga oleh banyak tim independen yang katanya terlihat sangat tegas, dan menjalankan fungsinya dengan sangat baik (baca: benar-benar bertugas mengawasi). Sekolah juga dijaga oleh 1 mobil pasukan (entah polisi atau TNI). Suasana diceritakan sangat tegang, khususnya untuk pihak sekolah.

Saya koq jadi berpikir, sederhana saja Pak…. mengapa suasana mau UN koq jadi mirip mau perang ya Pak?

 

Salam,

Rahmat Zakaria – Samarinda.”

Tanggapan kami sbb: Lanjutkan membaca “Ujian Nasional atau perang?”