Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #11 Sesi Konseling Kedelapan


Ketukan Pintu Hati

“Pada suatu malam, dia mengetuk pintu kamarku. Kuperhatikan matanya sembab seperti habis menangis. Dia bertanya, ‘Kau sedang apa? Sibuk tidak? Seperti biasa, aku hanya ingin bercerita.’

“Sambil kubawakan teh hangat, di ruang tamu, dia meminumnya. Lalu dia berkata, ‘mendiang istriku benar-benar berselingkuh dengan sahabatku dan Gia…Gia terbukti bukan anak kandungku.’ Dia menitikkan air matanya sambil menundukkan kepalanya, aku terdiam sebentar. Aku bisa merasakan kepiluan itu. Mungkin saat itu aku sudah tidak lagi bisa membendung perasaan sukaku padanya. Aku sudah tidak bisa menahan perasaan itu lagi. Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #11 Sesi Konseling Kedelapan”

Silabus Training MANAGEMEN STRES


Pengantar

Tenaga kerja saat ini banyak mengalami kelelahan kerja dan stres. Pekerja di semua tingkatan merasa stres, tidak aman, dan disalahpahami. Mereka merasakan tuntutan di tempat kerja telah menjadi terlalu banyak untuk ditangani. Dampak keuangan dari stres terhadap perusahaan sangat besar. Pelatihan ini membahas penyebab stres tersebut, dan menunjukkan cara melakukan inisiatif yang tepat bagi  karyawan dan perusahaan

Topik Bahasan

Stres menjadi bagian positif yang tidak dapat dihindari dari kehidupan semua orang;
Kenali gejala ketika memiliki “kelebihan stres kronis;” di tempat kerja
Mengidentifikasi situasi yang menyebabkan stres terbesar;
Mengidentifikasi tindakan-tindakan yang menambah stress
Mengembangkan strategi untuk mengubah baik situasi dan tindakan yang dapat diubah;
Mengembangkan teknik untuk menghadapi situasi dan tindakan yang tidak dapat diubah.

Metode

Psikodrama, Pelatihan berdasar Drama

Sasaran

Memahami bahwa stres adalah bagaimana kita bereaksi terhadap situasi eksternal.
Meningkatkan pengendalian emosi.
Bersahabat dengan emosi negatif.
Menjaga fokus pada pekerjaan.
Mendapatkan perspektif tentang apa yang benar-benar penting.
Mengeluarkan energi hanya pada hal-hal yang dapat dikontrol.
Memikul tanggung jawab pribadi untuk situasi mengganggu.
Mengembangkan tanggapan yang lebih baik untuk berbagai situasi

Peserta

Manajer. Profesional, Karyawan yang membutuhkan kemampuan mengendalikan emosi secara efektif untuk menjadi sukses.

Waktu

Dilaksanakan selama total waktu 24 jam selama 3 hari @ 8 jam.

Kontak

Jefry Simanullang  0812 2542 0777

Deddy YE 0815 7500 0571

Silabus Training Mentalitas Dasar Dunia Kerja


PENGANTAR

Pengetahuan dari Sekolah atau Kampus saja tidak cukup sebagai bekal untuk masuk ke dalam dunia kerja. Dibutuhkan mentalitas kerja yang kuat, dan kemampuan beradaptasi dalam situasi yang penuh tekanan. Pelatihan ini mengembangkan metode untuk menyiapkan pribadi yang tangguh dan berkarakter sesuai dengan nilai profesional.

SASARAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
 Memiliki Disiplin diri dan berkepribadian yang kuat.
 Memiliki sikap mental yang kuat.
 Menginternalisasi nilai-nilai keutamaan yang dibutuhkan di Dunia Kerja

TOPIK BAHASAN

 Berpikir Kreatif
 Kecerdasan Emosi
 Memahami Kepribadian Diri
 Team Building, Team Work, Team Spirit
 Budaya Perusahaan/Organisasi

METODE

Psikodrama, Pelatihan Berdasar Drama

PESERTA

Mahasiswa, Karyawan Baru, Management Trainee, maksimum 20 0rang,

WAKTU

Dilaksanakan selama total waktu 16 jam selama 2 hari @ 8 jam.

Kontak

Jefry Simanullang  0812 2542 0777

Deddy YE 0815 7500 0571

Silabus Training Membangun Karakter Remaja


PENGANTAR

Masa Remaja adalah proses pencarian identitas. Proses ini mengeksplorasi seluruh potensi, baik, emosi, pikiran, maupun spiritual mereka, agar terungkap dan berkembang seluruh potensi terbaiknya. Psikodrama adalah metode belajar aktif dengan berdasarkan prinsip Psikologi dan Drama, suatu bentuk teknik belajar yang memungkinkan individu untuk mengeksplorasi Emosi, Kognisi, dan Tindakan, secara menyeluruh.
Isi dari pelatihan ini difokuskan pada 5 bidang kunci kesuksesan di masa depan:
• Rasa Percaya Diri
• Keterampilan Berkomunikasi
• Keterampilan Membina Hubungan Sosial
• Keterampilan Memimpin dan Teamwork
• Efektif Mengelola Sikap
Program ini tepat dilakukan saat MOS (Masa Orientasi Siswa Baru), Orientasi Mahasiswa Baru, LDK, dan Persiapan memasuki Dunia Kerja

BAHASAN

• Berpikir Kreatif
• Kecerdasan Emosi
• Tipe – tipe Kepribadian
• Kepemimpinan.
• Prinsip dan Nilai Universal

METODE

Psikodrama, Belajar Aktif berdasar prinsip Psikologi dan Drama

SASARAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
• Lebih mengenal potensi diri
• Disiplin diri dan berkepribadian yang sehat
• Memiliki sikap mental yang kuat.
• Memiliki semangat kepemimpinan yang baik.
• Menginternalisasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip keutamaan hidup

PESERTA

Remaja – Dewasa Awal (usia 14 – 21 th) Efektif per kelas 20 peserta

WAKTU

Dilaksanakan selama total waktu 16 jam selama 2 hari @ 8 jam. Tepat sekali jika dilakukan selama Week End.

Kontak

Jefry Simanullang  0812 2542 0777

Deddy YE 0815 7500 0571

SILABUS TRAINING KESADARAN PERAN


Latar Belakang

Tidaklah mudah dalam bersikap ketika memilih bersikap sebagai teman atau rekanan bisnis. Juga kita perlu bersikap tertentu apabila rekan kerja kita punya hubungan saudara dekat dengan atasan kita, atau malah kita sendiri yang memiliki hubungan saudara dengan orang yang memiliki posisi strategis di perusahaan.

Apakah saat Peran kita di rumah masih terbawa di tempat kerja? Atau malah Peran kita di tempat kerja mempengaruhi kehidupan di rumah? Apakah kita menyadari hal-hal tersebut?
Bagaimana dengan Peran kita dalam ber-Sosial? Apakah kita aktif dalam bermasyarakat? Apakah kita adalah Sahabat yang baik bagi teman kita? Masih banyak lagi Peran yang perlu kita sadari agar dapat memberikan kontribusi.

Pemahaman

Kesadaran Peran adalah Proses Adaptasi Diri dalam menghadapi situasi yang ada sehingga mampu memberikan kontribusi optimal dalam melakukan tindakan. Baik dalam kehidupan pribadi, sosial maupun pekerjaan. Kesadaran Peran berdampak pada diri pribadi dan orang lain, serta lingkungan.

Tujuan

1. Memahami dan menghargai adanya berbagai Peran dalam kehidupan
2. Dapat menyelesaikan konflik (dengan diri sendiri maupun dengan orang lain) yang dihadapi serta memberikan solusi dalam bentuk resolusi damai
3. Dapat mengantisipasi timbulnya konflik, melalui kesadaran atas Peran apa yang diharapkan oleh orang lain

Topik Bahasan

1. Mengenal Peran sehari hari
2. Mengenal Peran dalam hidup
3. Menentukan Peran di masa depan

Strategi Penyampaian

Dengan Metode Psikodrama, Aksi dan Refleksi

Durasi

Program ini diselenggarakan selama 1 (satu) hari kerja dengan efektifitas 8 (delapan) jam.

Peserta

Manager, Karyawan, Mahasiswa, Pengajar

Kontak

Jefry Simanullang  0812 2542 0777

Deddy YE 0815 7500 0571

Rekontruksi adalah Penerapan Teknik Psikodrama untuk Psikologi Forensik


Sedang ramai Rekontruksi perihal bentrokan baku tempak antara Polisi dan Laskar FPI yang mengakibatkan tewasnya 6 orang anggota FPI. Aku tidak ingin membahas mengenai kontraversi antara berbabagi pihak mengenai peristiwa tersebut. Aku ingin menyatakan bahwa Rekonstruski tersebut juga merupakan penerapan Teknik Psikodrama. Lanjutkan membaca “Rekontruksi adalah Penerapan Teknik Psikodrama untuk Psikologi Forensik”

Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #03


Pada Suatu Gerimis di Sore yang Manis

Mereka tinggal di sebuah rumah bergaya minimalis yang di setiap sudut ruangannya berwarna putih. Lengkap dengan taman kecil di samping kamar tidur mereka. Prita berdiri di depan jendela, memandangi gerimis yang turun membasahi taman. Rio duduk di tempat tidur, memandangi Prita dari agak jauh. Memperhatikan rambut Prita yang tergulung dan agak sedikit basah terkena gerimis dari luar. Prita mengenakan daster berwarna krem dengan bahu yang agak terbuka. Rio bangkit dari tempat tidurnya. Ia dekap tubuh Prita dari belakang. Dagunya ia tempelkan pada pundak kanan Prita. Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #03”

Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #01


Suatu saat kita pasti akan kehilangan sesuatu, kita hanya menunggu waktu

Mereka terdiam sesaat memandangi darah itu. Darah yang merembes dari rok Prita merembet hingga menodai kain sprei putih di atas kasur. Buru-buru Prita hendak mengambil kain sprei itu untuk dicucinya, namun tiba-tiba Rio langsung merebutnya.

“Sini biar aku saja yang cuci. Sebaiknya kau ganti pakaian dan kemudian istirahat.” Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #01”

Sukses Berdamai dengan Masa Lalu, Contoh Tujuan Psikodrama


Kalau saat hancur ku disayang 

Apalagi saat ku jadi juara

Saat tak tahu arah kau di sana

Menjadi gagah saat ku tak bisa (Bertaut - Nadin Amizah)

Beberapa hari belakangan ini aku suka memutar lagu itu berulang kali. Kadang aku menangis menghayati lagunya karena aku terjebak pada bagian lirik lagu itu. Kata-kata yang sungguh bertolak belakang dengan apa yang kualami.

Sudah cukup lama aku kehilangan peran orang tua secara utuh, pun aku sering mendapatkan kata-kata kasar dan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan dari seseorang selama lebih dari sepuluh tahun. Aku terluka. Cukup dalam. Mungkin sampai saat ini luka itu belum sepenuhnya pulih. Rasa sakit itu masih ada. Aku hanya sedang mencari cara untuk membasuhnya dan merawatnya.

Saat aku melakukan hal baik, aku didiamkan saja. 

Apalagi saat aku hancur, aku tidak akan disayang.

Saat ku tak tahu arah, aku tersesat, dan mencari jalanku sendiri.

Saat ku tak bisa, aku disakiti, tidak ada yang mengambil peran untuk melindungiku.

“Aku tidak cantik, aku tidak pintar, aku tidak disukai, aku tidak dicintai, aku tidak menarik, aku tidak bisa apa-apa, aku tidak diinginkan, aku tidak diharapkan, aku tidak berguna, kehadiranku justru menjadi beban,”

Ada masanya kalimat-kalimat itu sering melekat dalam pikiranku. Ada masanya aku terjebak dan terkungkung dalam pikiran-pikiran yang membuatku tidak bertumbuh. Ada masanya saat aku melakukan sesuatu hal hanya karena ingin dianggap cantik, diinginkan, dan lain-lain. Namun itu sangat menyiksa. Aku malah seperti menyakiti diriku sendiri.

Butuh waktu dan proses yang tidak sebentar bagiku untuk memahami diriku sendiri. Prosesnya naik turun, cukup bergejolak, dan sering terasa menyakitkan.

Hingga pada satu titik, inginku sederhana. Sekitar tiga tahun lalu aku menulisnya sendiri, “pernahkah kau berada di titik balik di mana kau sudah tidak lagi mencari dan menginginkan apa-apa selain suatu tempat di mana kau bisa didekatkan dengan orang-orang yang kau harap dapat membuatmu lebih mudah dalam mencintai dirimu sendiri, terutama mencintai Tuhan, dan juga mencintai kehidupan dengan lebih baik?”

Beruntungnya, aku masih diberi kesempatan untuk menelusuri dan mendalami arti ‘cinta’ itu sendiri. Aku masih diberi kesempatan untuk memperluas sudut pandangku tentang kehidupan yang dulunya kurasa sangat sempit.

Semua itu kuperoleh dari berbagai sumber, ilmu yang kuperoleh dari mana saja, orang-orang yang pernah kujumpai, buku-buku cerita yang pernah kubaca, film-film yang kutonton, inspirasi-inspirasi yang kudapatkan dari internet, hobi yang kutekuni, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, semuanya kukembalikan pada niat. Jadi ketika aku merasa terpuruk akan kegagalanku dalam meraih sesuatu, aku mencoba bertanya kepada diriku sendiri. Apa sebenarnya tujuan atau niatku melakukan hal itu? Apakah tujuan atau niatku itu mengarah pada kebaikan atau malah bersifat merugikan? Kalau sekiranya malah merugikan, berarti tujuanku perlu kuubah dengan disertai harapan yang tidak berlebih.

Pada akhirnya aku tidak perlu membuktikan kepada orang lain. Aku hanya perlu membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku tidak seburuk yang kupikirkan, bahwa aku mampu melalui hal-hal yang sulit. Seperti yang sudah-sudah, kehidupan tidak hanya mengajarkan tentang penerimaan hasil tapi juga tentang bagaimana manusia belajar menghargai setiap proses yang ada di setiap fase, baik dalam suka maupun dukanya.

Beruntungnya lagi, di tahun yang penuh dengan ketidakpastian dan keputusasaan ini, aku masih diberi kesempatan untuk belajar psikodrama. Kabar baiknya, belajar psikodrama dengan Pak Didik memberi warna baru di kehidupanku, serta memberi ruang yang lebih luas dan dalam bagiku untuk lebih berani mengekspresikan diri, dengan cara yang lebih baik.

Semakin ke sini, aku semakin lebih percaya diri untuk berbagi kebaikan kepada siapa saja dengan berlandaskan value cinta yang kutemukan melalui psikodrama. Aku menjadi tergerak untuk melihat kebaikan dari setiap ketidaksempurnaan yang ada pada diri sendiri dan orang lain.

Caraku memandang kehidupan, kini berbeda. Kumaknai dari sudut pandang yang baru. Yang kutahu, kelak akan tiba saatnya bagi manusia untuk berkelana, mencari sesuatu yang tidak fana. Menelusuri sekumpulan makna. Lalu mendalaminya dengan sepenuh cinta.

Dari seorang perempuan yang namanya sedang tidak ingin disebut,


14 Desember 2020

Belajar dari Masa Lalu untuk Merangkai Masa Depan? Modal Utama Resolusi


Mumpung bulan Desember, banyak orang mulai berrefleksi mengenai perjalanan hidup selama setahun ini, untuk selanjutnya membuat resolusi di tahun depan 2021. Aku mengcopy beberapa pernyataan yang cukup membingungkan, namun juga mengajak untuk merenung sebagai modal unutk membuat Resolusi. Sengaja aku copy apa adanya agar siapa pun dapat menemukan pemahamannya sendiri. Lanjutkan membaca “Belajar dari Masa Lalu untuk Merangkai Masa Depan? Modal Utama Resolusi”