Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban


Aku yang lahir awal 70-an, masih bisa dianggap Generasi Y, dan jelas masuk dalam kategori Urban Digital. Awalnya belajar menulis di papan tulis dengan kapur, sekarang dapat belajar dari berbagai belahan dunia sambil asyik ngemil di dapur.

Aku juga dapat menyebut diriku Generasi 90-an, yang mengalami perubahan secara bertahap perkembangan teknologi informasi digital. Dalam berkomunikasi jarak jauh, dari lewat telpon koin dengan hanya bicara, sekarang sudah dapat dengan video call saling bicara dan bertatap muka secara bersama. Lanjutkan membaca “Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban”

Bagaimana Bicara di Depan Kamera ? Cara Mempersiapkan Diri untuk New Normal


Kemarin sore, Senin pukul 16.00 WIB, aku @Psikodrama_id dengan Bro Rasyid @rasyid.harry Ngobrol santai live di Instagram. Kami membicarakan pengalaman Bro Rasyid, yang pernah mebuat film indi, youtuber, sutradara teater, dan profesinya sekarang tukang resensi film.

Aku merasa perlu memiliki kemampuan bicara di depan kamera dengan baik. Pekerjaanku sebagai Praktisi Psikodrama, berbagi pengalaman dan melakukan terapi kelompok tidak dapat dilakukan secara offline. Pandemi Covid 19, mengharuskan menjaga jarak fisik dan pihak berwenang melarang unutk membuat kerumunan atau berkelompok, maka mengajar jarak jauh perlu aku lakukan. Aku melakukan eksplorasi tindakan baru, yaitu berlatih berbicara di depan kamera. Aku melakukan live di Instagram dengan mengajak sahabat yang sudah berpengalaman melakukannya. Lanjutkan membaca “Bagaimana Bicara di Depan Kamera ? Cara Mempersiapkan Diri untuk New Normal”

Panduan Sederhana Konseling Online dengan Cara Psikodrama


Hidup bukan seperti drama, tapi hidup itu sendiri adalah drama ~ Burke

Moreno Bapak Psikodrama mengajak tiap individu untuk menjadi Protagonis, Aktor Utama dari drama hidupnya, sehingga dalam Psikodrama Klien disebut Protagonis. Pemeran utama yang menjadi pusat dari jalan cerita hidup, yang menentukan jalan hidupnya, segala keputusannya menjadi penentu hidupnya.  Pemeran utama yang memiliki sifat baik  keberadaannya untuk menghadapi dan mengatasi persoalan yang muncul untuk suatu tujuan. Lanjutkan membaca “Panduan Sederhana Konseling Online dengan Cara Psikodrama”

Bagaimana Psikodrama Mensikapi New Normal Pasca Pandemi Covid 19 ?


Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah,…. demikian lirik sebuah lagu yang terkenal di abad 20 lalu. Masih tetap relevan dapat dijadikan inspirasi dalam melihat situasi Normal Baru yang terjadi.

Dalam istilah drama situasi yang ada oleh Stanislavski disebut Given Circumtance, atau situasi terberi. Keadaan yang diberikan diterapkan pada setting total kondisi lingkungan dan situasional yang mempengaruhi tindakan yang dilakukan setiap aktor dalam drama. New Normal adalah Given Circumtance ini. Lanjutkan membaca “Bagaimana Psikodrama Mensikapi New Normal Pasca Pandemi Covid 19 ?”

Tips Konseling, Penerimaan Diri Apakah Solusi ?


Tulisan ini ditujukan bagi para konselor dan juga para konseli, yang berada dalam situasi kesulitan dalam beradaptasi. Terutama dalam mensikapi kondisi diri terhadap tuntutan lingkungan. Lanjutkan membaca “Tips Konseling, Penerimaan Diri Apakah Solusi ?”

Peran ( Kehadiran ) Guru Tidak Dapat Digantikan Oleh Teknologi, Memberi Semangat Psikodramaku


Aku dapat dari dari Group WhatsApp, tentang pentingnya kehadiran.

Seorang dokter, orang tua murid SMP 107 Jakarta menuliskan begini:

O…..BAPAK/IBU GURUKU

🎀Di saat pandemi covid 19 merambah Indonesia ternyata mampu membukakan mata dunia bahwa kehadiran guru di kelas tak bisa tergantikan teknologi. Orang boleh mengagungkan teknologi. Orang boleh berkata bahwa kemajuan pendidikan diukur dari sarana yang berbasis teknologi. Namun, baru 2 s.d 3 minggu ini pembelajaran diterapkan dengan teknologi, ternyata anak anak sudah mulai bosan.

Pembelajaran dianggap melelahkan, menjenuhkan, dll. Artinya, kehadiran guru memang tak bisa digantikan dg teknologi saja. Meskipun pembelajaran daring ini sdh menggunakan zoom shg dapat bertatap muka daring, kehadiran guru sebagai roh pembelajaran di kelas tetap dirindukan siswa.

Guru guru yang hebat seperti sahabat sahabatku, dengan kelihaiannya mengolah kata, dengan kelembutan tuturnya, dan dengan kemenarikan sikapnya mendapatkan tempat tersendiri di hati anak anak. Bayangkan sudah berapa tahun teman teman mengajar, tetapi sosoknya tetap dirindukan kehadirannya oleh anak anak. Baru diselingi sebentar saja dengan moda daring, mereka sdh tidak sabar lagi menunggu kehadiran guru kembali di dalam kelas. Itulah bahagianya seorang guru, kehadirannya selalu dinanti. Hidup guru.

Terharuuuu… Makasih Mama Nabilaaa
#disdikdkijakarta

Aku tidak ingin membahas sebab dan dinamikanya. Aku ingin menyatakan bahwa situasinya mirip dengan psikodramaku sekarang. Psikodrama merupakan Action Method, kekuatannya dengan melakukan tindakan, dan berinteraksi langsung secara spontan dan improvisasional . Psikodrama butuh kehadiran, psikodrama adalah terapi kelompok yang proses terapinya dari interaksi langsung dalam kelompok. Selama Pandemi Covid 19 ini, semua workshop psikodrama ditunda, untuk batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Meskipun prinsip prinsipnya tetap dapat diajarkan lewat teknologi secara online, namun hal ini bukanlah proses terapi kelompok. Proses belajar mengajar (psikodrama) tetap dapat dilaksanakan online, namun proses terapeutiknya tidak.

Dengan tulisan di atas aku melihat bahwa pertemuan, kehadiran, interaksi spontan memiliki “rasa” yang beda, dan ini sesuatu yang penting dalam proses terapi kelompok. Maka aku yakin setelah Pandemi Covid 19 ini berlalu, tetap banyak orang yang membutuhkan Psikodrama.

Amin.

Yogyakarta, 21 April 2020

Retmono Adi

Mengelola Inner Child “HEALING YOUR INNER CHILD”


Tujuan dari bahasan ini adalah untuk memahami “siapa” Inner Child itu, memeriksa dinamikanya, mengidentifikasi inner child yang terluka dan memahami pentingnya menyembuhkan luka itu. Selanjutnya juga untuk mempraktekkan penyembuhan luka batin dalam setting klinis jika dibutuhkan.

Inner Child adalah aspek layaknya anak kecil yang ada dalam pikiran bawah sadar kita. Inner Child dapat dilihat sebagai ‘subpersonalitas’, sisi karakter kita yang dapat mengambil alih ketika kita dihadapkan dengan tantangan atau permasalahan yang menekan. Lanjutkan membaca “Mengelola Inner Child “HEALING YOUR INNER CHILD””

Proposal Psikodrama untuk Mahasiswa Psikologi, Psikolog, dan Praktisi Terapi Kelompok


I. Pengantar

Psikodrama adalah Metode Tindakan (Action Method), sering digunakan sebagai psikoterapi, di mana klien menggunakan dramatisasi spontan, bermain peran, dan presentasi diri yang dramatis untuk mengungkapkan dan mendapatkan wawasan tentang kehidupan mereka.

Psikodrama dikembangkan oleh Jacob L. Moreno, seorang psikiater, psikososiologis sekaligus pendidik Amerika kelahiran Rumania. Ketika tinggal di Wina pada awal 1900-an, Moreno memulai sebuah teater improvisasi, Stegreif theater, the Theatre of Spontaneity, di mana ia merumuskan bentuk psikoterapi yang disebut psikodrama, yang menggunakan dramatisasi improvisasi, permainan peran, dan terapi lainnya, menggunakan ekspresi dramatis yang memanfaatkan dan melepaskan spontanitas dan kreativitas kelompok dan anggota individualnya. Lanjutkan membaca “Proposal Psikodrama untuk Mahasiswa Psikologi, Psikolog, dan Praktisi Terapi Kelompok”

Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha


Lingkaran itu bulat, sama kayak stress itu bikin mbulet

Mager karena stress menghadapi skripsi atau mager karena tak ada kegiatan lain selain urus skripsi. Sama-sama stress. Lebih sering rebahan merupakan sebab atau mungkin juga akibat. Demikian juga sakit kepala. Telur dulu atau ayam dulu. Sama-sama dari telur yang keluar dari ayam.

Pikiran, perasaan dan tindakan itulah esensi dari diri kita. Kadang sulit memilah mana yang duluan muncul, pikiran dulu atau perasaan dulu, atau gara-gara tindakan tertentu. Kalau kita tak bisa memilah dan mengendalikan ,minimal salah satunya. Maka stress bagai lingkaran syetan tak jelas ujung pangkalnya. Lanjutkan membaca “Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha”

Hanya Orang yang Merasa Dicintai yang Mampu Mencintai, Refleksi Pengalaman Cinta


“Menarik nih,..mengenai cinta,…”

Demikian komentarku atas tanggapan bahasan di Group WhatsApp #Indonesiabahagia1 yang dikomandani oleh Iip Fariha. Selanjutnya aku menuliskan pemahamanku tentang mengelola cinta, yang aku dapatkan dari seorang Pastor di Pusat Spiritualitas Girisonta.

Rumusannya sederhana (sebagai bahan refleksi).
– Cinta itu need (menuntut utk diberi)
atau
– Cinta itu Value (suka cita dengan memberi).

“Hanya org yang merasa dicintai mampu mencintai” Lanjutkan membaca “Hanya Orang yang Merasa Dicintai yang Mampu Mencintai, Refleksi Pengalaman Cinta”