Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps


Tulisan ini sudah seijin yang bersangkutan. Dibagikan agar dapat menjadi inspirasi bagi kawan yang ingin melakukan telekonseling dan kawan yang mungkin memiliki permasalahan serupa.
Aku tuliskan seperti yang terjadi pada chat WhatApps, agar tetap otentik.

Oh ya proses ini adalah proses yang kesekian kalinya ya,..jadi telah terjadi proses saling percaya dalam komunikasi lewat WhatApps ini.

Yuks, kita ikuti prosesnya.

+ Hallo selamat malam kak maaf jika saya menggangu waktu kakak malam-malam Lanjutkan membaca “Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps”

Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri


Adalah kami Angkatan 91 Psikologi UGM. Beberapa dari kami membuat WAG untuk berlajar menulis. Di group itu aku menawarkan ide langsung membuat buku tentang perjalanan hidup sejak kami bertemu di tahun 1991 hingga 2021. Pengalaman selama 30 tahun yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa Psikologi dan adik-adik SMA yang ingin merangkai masa depan. Lanjutkan membaca “Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri”

Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata


Sejak kuliah aku memiliki impian bahwa drama atau teater dapat untuk menerapkan ilmu psikologi yang aku tekuni. Seorang kawan lama memintaku menjadi observer, adalah Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK) melaksanakan program Workshop Kreativitas Berbasis Seni untuk sebuah BUMN.

Catatan Amatan Workshop Kreativitas Berbasis Seni

Art per se is not a therapy but art can be therapeutic

Hasil yang Memuaskan

Lanjutkan membaca “Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata”

Hati Hati Melakukan Self Diagnosis terhadap Masalah Psikologi


Yang dimaksud dengan self diagnosis adalah upaya mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan secara mandiri, misalnya dari teman atau keluarga, dan media sosial bahkan pengalaman sakit di masa lalu, kemudian percaya sepenuhnya dan (tanpa sadar) melakukan tindakan tindakan yang mendukung keyakinannya tersebut.

Walau merasa menunjukkan gejala psikologis tertentu, mendiagnosisnya sendiri merupakan tindakan yang berbahaya karena belum tentu benar-benar menderita gangguan mental yang diyakini.

Aku sebenarnya jika diperiksa dengan alat test psikologi tentang gangguan jiwa pastilah banyak simptom simtom yang “sakit”. Banyak kelakuan yang aku lakukan diluar batas wajar bagi kebanyakkan orang, Bahkan jika aku menemukan atau orang menyebut ada gejala tertentu dalam masalah kejiwaan, malah aku lakukan dan aku tunjukkan perilaku yang mendukung itu. Ada kebanggaan tersendiri yang aku rasakan kala mampu melakukan seperti yang orang anggap “gila” itu. Di sini aku melakukan dengan pilihan sadar dan paham konsekuensi, hal ini karena aku suka terhadap akting/seni peran. didukung aku sekarang juga mendalami Psikodrama yang disebut juga ekplorasi tindakan.

Aku berpikiran positip dan sadar terhadap perilaku yang dianggap gangguan kejiwaan itu, bangga melakukannya serta sadar proporsinya, Kapan Di mana dan menikmatinya, dan yang terutama aku mendapatkan respon yang aku harapkan secara “sehat” karena hal itu menjadi karya seni.

Aku bayangkan apabila orang tersebut melakukan perilaku yang “tidak wajar” itu dengan penuh kesakitan dan mendapatkan reward negatif serta dilakukannya bukan berdasarkan pilihan sadar atau terpaksa karena tidak memiliki pilihan lain. sehingga memperparah kondisinya. Perilakukanya menjadi tidak produktif dan dapat merugikan orang lain.

Aku tidak bermaksud mendiskreditkan, atau menyalahkan orang itu. Aku melihatnya juga merupakan orang yang perlu dibantu. Kondisi yang dialami memang sedang dalam tekanan psikologi. Ia berusaha mengatasi sendiri, namun kemampuan, wawasan dan teknik metodenya tidak ia kuasai, atau bahkan salah penggunaannya. Situasi yang memperparah permasalahannya. Maka perlu hati hati dalam melakukan self diagnosis ini.

Bagaimana yang sebaiknya dilakukan ?

Pertama, jika hal itu tidak mengganggu atau mempengaruhi dalam menjalani kehidupan sehari hari, Oke aja,..nikmati …kan bosen lah hidup biasa biasa aja, normal normal aja,….eksplorasi saja siapa tahu malah menjadi karya.

Kedua, jika sudah menyulitkan dalam menjalani kehidupan sehari hari, atau bahkan muncul perasaan tidak produktif, tidak berguna, orang orang disekitar seperti menghindar, atau menarik diri dari lingkungan sosial saatnya untuk eminta bantuan ahlinya. Hubungi profesional kesehatan mental agar mendapat bantuan yang optimal. Ada banyak layanan sosial di masa pandemi ini untuk dukungan psikososial, baik secara online maupun offline, bahkan banyak juga yang tanpa biaya.

Ketiga, perlu dipahami apabila sudah memutuskan untuk meminta bantuan profesional kesehatan mental (dokter jiwa, psikolog) berarti sudah memiliki sikap dan pikiran yang terbuka. Kesadaran diri bahwa keadaan tidak baik baik saja atau sadar bahwa diri sakit merupakan kondisi awal untuk proses kesembuhannya.

Demikian semoga dapat bermaanfaat. Apabila membutuhkan layanan psikologi aku dapat membantu, atau paling tidak dapat menjadi tempat untuk berbagi rasa. Silahkan kontak IG @psikodrama_ig atau twitter @r3tmono via DM Feel Free aja. Terima kasih.

Yogyakarta, 29 Oktober 2021

Retmono Adi

5 Tips Membangun Kepekaan Sosial


Pagi tadi saat buka WAG ada tulisan yang menarik, mengenai kepekaan sosial yang menurutku sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan saat ini. Oleh karena itu aku copas dan kusimpan serta kubagikan disini. Semoga bermanfaat.

Kepekaan Sosial 

Pagi rekan rekan semua, semoga dalam keadaan baik.. mari kita lanjutkan pembahasan kita, bagaimana caranya agar kita tidak menjadi orang-orang yang tidak peka sosial alias EQ jongkok? Lanjutkan membaca “5 Tips Membangun Kepekaan Sosial”

Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama


Psikodrama memiliki 3 tahapan utama, yaitu Warming Up, Action, dan Refleksi atau Integrasi. Nah, tulisan ini adalah untuk panduan pada tahap ke 3 dari Tahapan Psikodrama yaitu Refleksi atau Integrasi. Aku dapatkan dari materi acara retret online via zoom yang disampaikan oleh Rm Petrus Sunu Hardiyanta, S.J.

Dalam retret tersebut ada refleksi dan Rm Sunu SJ, memberikan panduan refleksinya secara tertulis. Pada akhir acara aku minta ijin dari Beliau untuk aku gunakan dalam praktek psikodrama dan menuliskan ulang di sini agar dapat dipelajari dan dilakukan banyak orang. Beliau mengijinkannya.

Yuks kita pelajari bersama dan mempraktekkan Percakapan 3 Putaran. Lanjutkan membaca “Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama”

Menjadikan Musik sebagai Mood Booster


Mood booster terdiri atas dua kata dalam bahasa Inggris, yang jika diartikan secara harfiah, mood berarti perasaan atau suasana hati, sementara booster berarti pendorong atau pendongkrak. Jika digabung, mood booster adalah sesuatu yang bisa bikin Anda kembali senang, ceria, dan bersemangat lagi setelah mengalami kejadian yang buruk.

jika hatimu gundah

ingin bersemangat

lebih berkonsentrasi

dengarkan musik

banyak tawaran di youtube

yang sudah menentukan mood apa yang diinginkan

cukup dengarkan

dan tidak ada satu menit mood sudah berubah mengikuti musik

pilih mana saja, sedih, gembira, berani,

hidup jadi berwarna warni

tidak merasa sendiri

ini juga sehat mental

karena ini juga masuk dalam musik terapi.

eh,… bisa juga membantu study

selamat menikmati musik

hati hati terhadap lirik nya ya, jika ingin konsentrasi belajar, malah nanti ikut nyanyi ngga jadi belajar,…wkwkwk

dan tertikam kenangan, Ambyar dech

yuks, siapa yang selalu ditemani musik saat mengerjakan tugas ?

mari berbagi di sini !

Yogyakarta 15 Juni 2021

Retmono Adi

Coretan Lama 52; Menjadi Dewasa Tidak Sederhana


Ketika pulang,

pikiranku seperti melayang.

Hatiku rasanya

seperti terbagi-bagi.

Ingin kurebahkan

tubuh sambil bicara.

Rasanya seperti menonton film suram.

Lalu terperangkap

dalam layar kaca.

Menjalani adegan demi adegan.

Ah, mungkin aku saja

yang terlalu mendalami cerita-cerita gelap mereka.

Namun satu hal yang kusadari

bahwa proses menjadi manusia dewasa

memang tidak pernah sederhana.

 

Kartasura, 31 Mei 2019

Qanifara

Coretan Lama 49; Lebih Baik Sendiri, daripada Saling Menyakiti


Inginku sederhana.

Dapat terbangun dan menjalani hari

tanpa harus menahan emosi

yang tak bisa disalurkan,

tanpa harus bersusah payah

menyatukan kepala-kepala

dengan pemikiran

yang memang tidak sejalan

yang menyebabkan kesalahpahaman

tak berujung.

Meskipun mungkin hanya tinggal bersama seekor kucing.

Sebab bagi orang ringkih sepertiku,

lebih baik sendiri

daripada bersama tapi saling menyakiti.

 

Kartasura, 12 Agustus 2018

Qanifara

Coretan Lama 44; Pikiran Terjebak Kata-kata


Barangkali diri ini sedang membutuhkan stimulus yang tepat.

Agar tidak tersesat atau terjebak

pada buah pikiran

yang berisi sekumpulan kata-kata yang tidak tepat.

Semestinya, kata-kata yang maknanya

dapat menjadi kebutuhan jiwa.

Agar tidak seredup hari kemarin.

Agar hati lebih berbinar

seperti saat sedang jatuh cinta.

 

Kartasura, 21 Mei 2017

Qanifara