Coretan Lama 38; Aku Dapat Menjemput Kebahagiaan Itu Lagi


Tidurlah diriku

Tidak ada yang merindukanku kalau aku terbangun

Tidak ada yang akan merawatku kalau aku jatuh sakit

Tidak ada yang akan menyiapkan makanan kalau aku lapar

Tidak ada yang peduli apakah aku sedang merasa bahagia, sepi, bersedih hati, atau bahkan depresi

Tapi ingatlah selalu bahwa Tuhan masih bersedia mencukupi kebutuhanku walaupun setiap harinya banyak dosa-dosa yang harus kucuci

Supaya aku dapat menjemput kebahagiaan itu lagi, meskipun tidak di hari ini

 

Kartasura, 22 Februari 2021

Qanifara

3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini


Pandemi membuat banyak orang memiliki tingkat kecemasan atau stres yang tinggi. Mereka resah memikirkan kondisi yang terjadi saat ini maupun masa depan. Kapan kondisi ini akan berakhir.

Saat tinggal di rumah, atau melakukan isolasi mandiri, stres juga menghampiri dan membuat otak menjadi  buntu. Kita dalam keadaan kewaspadaan yang konstan. Mengalami kebuntuan pemikiran adalah respons jangka pendek. Konsekuensi dari terkunci dalam keadaan stres dalam jangka panjang dapat berupa fisik maupun mental. Lanjutkan membaca “3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini”

7 Langkah Terapi Singkat Berfokus Solusi / Solution-Focused Brief Therapy (SFBT Techniques)


Solution-Focused Therapy adalah pendekatan yang memberdayakan klien untuk memiliki kemampuan mereka dalam memecahkan masalah kehidupan. Daripada psikoterapi tradisional yang berfokus pada bagaimana suatu masalah berasal, SFT memungkinkan fokus yang berorientasi pada tujuan untuk pemecahan masalah. Pendekatan ini memungkinkan diskusi berorientasi masa depan, daripada diskusi berorientasi masa lalu untuk menggerakkan klien ke depan menuju penyelesaian masalah mereka saat ini.

Ide utama di balik SFBT adalah bahwa tekniknya berdasarkan psikologi positif dan berfokus pada solusi untuk memberikan waktu yang singkat bagi klien untuk menjalani terapi. Secara keseluruhan, meningkatkan kualitas hidup untuk setiap klien, dengan mereka sebagai pusat dan pendorong pertumbuhan mereka. SFBT biasanya memiliki rata-rata 5-8 sesi.

Selama sesi, tujuan ditetapkan. Tindakan eksperimental khusus dieksplorasi dan diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari klien. Dengan melacak apa yang berhasil dan di mana penyesuaian perlu dilakukan, klien lebih mampu melacak kemajuannya.

Sebuah metode yang dikembangkan dari Miracle Question yang berjudul The Miracle Method. Langkah-langkahnya mengikuti di bawah ini (Miller & Berg, 1996). Ini dirancang untuk memerangi minuman beralkohol yang bermasalah tetapi berguna di semua bidang perubahan.

  1. Nyatakan keinginan Anda agar sesuatu dalam hidup Anda menjadi berbeda.
  2. Bayangkan keajaiban terjadi, dan hidup Anda berbeda.
  3. Pastikan keajaiban itu penting bagi Anda.
  4. Jaga agar keajaiban tetap kecil.
  5. Definisikan perubahan dengan bahasa yang positif, spesifik, dan berupa perilaku.
  6. Nyatakan bagaimana Anda akan memulai perjalanan Anda, bukan bagaimana Anda akan mengakhirinya.
  7. Perjelas tentang siapa, di mana, dan kapan, tetapi bukan mengapa.

Pendekatan ini telah digunakan di banyak bidang berbeda, termasuk pendidikan, terapi keluarga, dan bahkan di lingkungan kantor. Menciptakan peluang kooperatif dan kolaboratif untuk memecahkan masalah memungkinkan kapabilitas memperluas pikiran. Menerangi jalur pilihan adalah cara yang menarik untuk memungkinkan orang menjelajahi bagaimana sebenarnya mereka ingin menunjukkan diri di dunia ini.

Terima kasih sudah membaca!

 

Diambil dan diterjemahkan bebas dari:

7 Best Solution-Focused Therapy Techniques and Worksheets (+PDF) oleh Kelly Miller

Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder


Pada tanggal 27 Maret 2021, Aku memfasilitasi terapi Psikodrama Online via Zoom Meeting, dengan teknik pertukaran peran ( Role Reversal ) mengolah permasalahan Perfeksionis dengan Minder atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Sebelum proses dimulai aku menyarankan kepada peserta untuk mengganti nama aslinya menjadi nama binatang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga privasi dan memberi keberanian lebih untuk bereksplorasi.

Yuks kita mulai, Lanjutkan membaca “Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder”

Cerita Hari Ini Bersama Mahasiswa Relawan Sosial


Ceritanya aku ingin tahu apa yang dibutuhkan kawan kawan mahasiswa relawan sosial agar lebih dapat berkontribusi dan lebih banyak belajar dari pengalamannya. Informasi ini akan kugunakan untuk menyusun Program Magang, Proses Pembelajaran Kontekstual Berbasis Proyek.

Adalah relawan Yogyakarta Mengajar yang bermarkas di rumah Ijo, yang juga Kantor LKS Indriyanati yang aku tempati. Hari ini mereka berkumpul katanya mau mengadakan rapat, namun yang datang hanya sebagian sehingga pertemuan diisi dengan bermain UNO Batang. Aku bergabung meminta kesediaan mereka untuk memberikan informasi perihal kebutuhan mereka agar menjadi lebih optimal sebagai relawan sosial. Lanjutkan membaca “Cerita Hari Ini Bersama Mahasiswa Relawan Sosial”

7 Langkah Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis


Bagaimana keterampilan analitis Anda?

Keterampilan berpikir analitis, seperti keterampilan lainnya, adalah alami bagi beberapa orang tetapi tidak bawaan untuk semua orang. Anda harus memiliki minat, dorongan, dan ketekunan untuk mempelajari topik tertentu untuk memperoleh keterampilan ini. Lagi pula, mengembangkan seperangkat keterampilan analitis adalah seperti keterampilan lain yang membutuhkan latihan dan penerapan. Jika Anda siap untuk meningkatkan keterampilan analitis Anda, silahkan baca terus. Lanjutkan membaca “7 Langkah Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis”

Coretan Lama 36; Dialog Fiksi #3 Mengapa Kau Tiba-tiba Menghilang Tanpa Kabar?


Dialog Fiksi #3

“Kenapa kau tiba-tiba menghilang tanpa kabar?”

“Karena aku telah menyadari sesuatu.”

“Menyadari apa?”

“Aku tidak akan pernah cukup untukmu.”

“Apa maksudmu?

Aku tidak mengerti.”

“Belum saatnya

kau mengerti dan sangat kumaklumi.

Aku harus pergi sekarang.”

“Apa maksudmu?

Kau akan pergi ke mana?”

“Pergi ke suatu tempat di mana aku bisa merasa diterima sepenuhnya.

Mungkin bagimu aku ini membosankan.

Tidak semua orang bisa menerima kebaikanku, apalagi keburukanku.

Penderitaanku selama ini mungkin akan kau anggap sebagai suatu

hal yang biasa-biasa saja

atau malah kedengarannya bagimu terlalu dramatis

karena kita saat ini berada di fase kehidupan yang berbeda.

Pengalaman emosi kita tak sama.”

“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau maksud…”

“Semuanya sudah terlihat jelas dari caramu memandanginya dan memperlakukannya.

Betapa kilaunya cangkang yang ia kenakan.

Tidak seperti cangkangku

yang telah retak

karena terlalu sering terhempas ombak kehidupan

Cangkangku yang kurang memikat

dan membutuhkan banyak perbaikan.”

 

Kartasura, 7 Februari 2019

Qanifara

Coretan Lama 33; Fase Kehampaan dan Kepahitan


Fase

Kehampaan dan kepahitan

yang kupelajari

baik dari kehidupan orang lain atau kehidupanku sendiri

sering membuatku merasa

seperti lima belas tahun lebih tua

daripada usiaku

yang sebenarnya.

Pemikiranku

sudah sampai ke mana-mana.

Tapi langkahku

masih jauh.

Masih banyak fase

yang harus kujalani dan lalui.

Yang kutahu,

ada lubang dalam hatiku

yang perlu ditambal,

ada sisi kanak-kanak dalam diriku

yang perlu kubasuh dan kurawat

lukanya.

Agar aku bisa lebih tangguh

menjalani lika-liku kehidupan.

 

Kartasura, 6 Oktober 2018

Qanifara

Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram


Pada tahap warming up ada satu teknik yang sering aku gunakan dalam mengajak peserta untuk lebih berani jujur pada diri sendiri, yaitu Sosiometri, Lokogram. Peserta aku minta melakukan pemilihan hal yang penting dalam hidup. Apakah mereka memilih untuk hidup secara benar, atau baik atau jujur.

Aku menentukan 3 titik di lantai dalam jarak tertentu, yang aku beri tanda dengan selendang warna. Titik 1 aku beri selendang warna putih untuk yang memilih bahwa yang penting dalam hidup adalah baik. Titik 2 warna kuning untuk benar dan Titik 3 warna merah untuk jujur. Lanjutkan membaca “Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram”