Coretan Lama 53; Rindukan Aku, Sesempatmu Saja


 Kujumpai satu kalimat kutipan pada dinding di sebuah kafe.

Bunyinya begini,

“Rindukan aku, sesempatmu saja.”

Lalu dalam hati kutambahkan,

“Dan jangan dipaksakan bila rindu itu memang tidak pernah ada. Barangkali itu adalah pertanda bahwa memang sejatinya kita tidak ditakdirkan untuk bahagia bersama.”

 

Kartasura, 14 April 2019

Qanifara

Coretan Lama 52; Menjadi Dewasa Tidak Sederhana


Ketika pulang,

pikiranku seperti melayang.

Hatiku rasanya

seperti terbagi-bagi.

Ingin kurebahkan

tubuh sambil bicara.

Rasanya seperti menonton film suram.

Lalu terperangkap

dalam layar kaca.

Menjalani adegan demi adegan.

Ah, mungkin aku saja

yang terlalu mendalami cerita-cerita gelap mereka.

Namun satu hal yang kusadari

bahwa proses menjadi manusia dewasa

memang tidak pernah sederhana.

 

Kartasura, 31 Mei 2019

Qanifara

Coretan Lama 51; Sibuk Mencari Pembenaran


Dalam setiap pertengkaran,

kebanyakan dari kita terlalu sibuk mencari pembenaran.

Lalu berakhir pada kesalahpahaman

yang tak terlupakan

bahkan tak termaafkan.

Kita terlalu sering menuntut perubahan

dalam diri orang lain.

Seringnya kita lupa untuk belajar

mencari pemahaman

dari berbagai sisi.

Bisa saja sosok

yang selama ini kita butuhkan,

tidak ada dalam dirinya.

Begitu pula sebaliknya.

Maka tak heran

bila kita sudah saling memiliki

tetapi kita masih sibuk mencari-cari.

Ketika penerimaan

tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan.

 

Kartasura, 13 April 2021

Qanifara

Coretan Lama 50; Hidup Bersama untuk Dapat Melihat Harapan


Dilahirkan dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang jauh dari kata ideal,

bagi anak sepertiku,

kehidupan pernikahan sangatlah rumit.

Tapi satu hal yang kupelajari.

Mungkin fisik dapat membuat kita tertarik.

Tetapi karakter dan pemikiran

yang sejalan dapat membuat kita lebih nyaman

dan mampu bertahan bersama pasangan.

Bertahan bukan karena paksaan

tetapi karena ketika kita bersama,

kita dapat melihat adanya harapan.

 

Kartasura, 27 September 2018

Qanifara

Coretan Lama 49; Lebih Baik Sendiri, daripada Saling Menyakiti


Inginku sederhana.

Dapat terbangun dan menjalani hari

tanpa harus menahan emosi

yang tak bisa disalurkan,

tanpa harus bersusah payah

menyatukan kepala-kepala

dengan pemikiran

yang memang tidak sejalan

yang menyebabkan kesalahpahaman

tak berujung.

Meskipun mungkin hanya tinggal bersama seekor kucing.

Sebab bagi orang ringkih sepertiku,

lebih baik sendiri

daripada bersama tapi saling menyakiti.

 

Kartasura, 12 Agustus 2018

Qanifara

Coretan Lama 48; Manusia Kerap Tidak Bisa Memilih


Manusia kerap tidak bisa memilih

dengan siapa kelak mereka akan dipertemukan.

Begitu pula dengan siapa mereka

akan lebih sering didekatkan.

Yang bisa mereka lakukan

adalah membenahi, meluruskan, dan memperkuat tujuan hidup.

Sebab satu yang selalu kuyakini

bahwa kelak Tuhan akan mempertemukan

dan mendekatkan diri kita

pada orang-orang

yang memiliki tujuan hidup yang sama

dengan kita.

 

Kartasura, 15 Oktober 2016

Qanifara

Coretan Lama 46; Padamu Tidak Kutemukan Titik Temu


Dalam lamunan kesekian,

pada akhirnya selalu kusadari

bahwa kita berada

dalam paham dan resah yang tidak sama.

Rasamu padaku barangkali secuilpun tidak pernah ada.

Sebab nyatanya,

jalan yang kita lalui berbeda.

Tentunya, arah kita tidak saling tertuju.

Padamu tidak kutemukan titik temu.

 

Kartasura 15 April 2017

Qanifara

Coretan Lama 44; Pikiran Terjebak Kata-kata


Barangkali diri ini sedang membutuhkan stimulus yang tepat.

Agar tidak tersesat atau terjebak

pada buah pikiran

yang berisi sekumpulan kata-kata yang tidak tepat.

Semestinya, kata-kata yang maknanya

dapat menjadi kebutuhan jiwa.

Agar tidak seredup hari kemarin.

Agar hati lebih berbinar

seperti saat sedang jatuh cinta.

 

Kartasura, 21 Mei 2017

Qanifara

Coretan Lama 43; Peran sebagai Pembawa Pelajaran Kehidupan


Setiap orang yang kau jumpai dalam hidupmu,

siapapun mereka,

tak lain adalah perantara dari Tuhan

untuk mengirimkan kasih sayang-Nya padamu.

Jangan hanya lihat siapa mereka,

tetapi lihatlah dengan seksama,

peran berharga apa

yang sekiranya dihadirkan

untukmu dalam hidupmu.

Sebab setiap orang memiliki peran

sebagai pembawa pelajaran berharga

tentang kehidupan bagi orang lain.

 

Kartasura, 22 Juni 2016

Qanifara

Coretan Lama 41; Belajar Memahami Perbedaan


Dalam lamunanku kala itu,

aku tiba-tiba saja berpikir bahwa terkadang hidup menuntut kita sebagai manusia,

untuk dapat memiliki pemikiran yang terbuka.

Namun tidak hanya sampai di situ saja.

Kita juga dituntut untuk dapat berpikir secara mendalam tentang segala sesuatu yang melekat dalam diri kita serta tentang keadaaan orang-orang lainnya.

Agar kita bisa belajar memahami setiap perbedaan dan menghargai setiap kebaikan.

Agar kita bisa mensyukuri segala pemberian-Nya yang barangkali kadang kita abaikan.

 

Kartasura, 6 Desember 2018

Qanifara