Coretan Lama 28; Aku Belajar Memahami Seseorang


Belajar Memahami

Bagiku memahami buku sama halnya

dengan memahami seseorang.

Dibutuhkan kesabaran.

Kita tidak bisa menilai

hanya dari segi permukaan atau luarnya saja,

tetapi kita perlu mendalami keseluruhan isi

yang ada di dalamnya

dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.

Juga dibutuhkan perasaan

dan pikiran yang selaras.

Sebab sering kali dengan memahami,

kita baru bisa menerima,

memaafkan,

serta mensyukuri

segala hal baik di masa lalu

maupun di masa sekarang.

 

Kartasura, 13 Juli 2016

Qanifara

6 Langkah Mengolah Luka Inner Child Menuju Kesembuhan


Ada 6 langkah untuk membantu menyembuhkan inner child kita yang terluka. Menurut John Bradshaw, penulis buku Home Coming: Reclaiming and Championing Your Inner Child, proses ini melibatkan enam langkah:

1. Keyakinan, bahwa apa yang terjadi pastilah memiliki hikmah dan sesuatu yang baik.
2. Validasi, perlu validasi ulang, pastikan yang terjadi dengan melihat dari berbagai sudut pandang.
3. Shock dan kemarahan, mulai menyadari perasaan marah, menemukan sesuatu yang baru, pemahaman baru yang selama ini ditekan atau diingkari, awalnya akan marah pada lingkungan luar dirinya, orang lain, namun selanjutnya akan mengarah pada diri sendiri.
4. Kesedihan, Ada muncul kesedihan, mengapa hal itu bisa terjadi, kesadaran bahwa marah pada diri sendiri tidak cukup untuk memperbaiki situasi. Hingga puncaknya sudah tidak dapat mengungkapkan rasa, tinggallah air mata.
5. Penyesalan, merasa bahwa yang terjadi, juga karena ada kontribusi diri sendiri. Mulai mengasihani diri, menyesal dan bertobat, mohon ampunan
6. Kesunyian diri, Ada kelegaan bahwa semua berasal dari diri sendiri, dan bisa diatasi oleh diri sendiri, dan ada tekad untuk berani menjadi diri sendiri.

Kesemua langkah tersebut adalah proses yang akan dialami dalam pengolahan inner child untuk menuju kesembuhan.

Bila ada yang berminat dengan 6 langkah ini melalui Psikodrama dapat kita lakukan. Silahkan isi kolom komentar atau kontak langsung Jefri 0812 252 0777 untuk pengaturan waktunya.

Yogyakarta, 22022021

<p value="<amp-fit-text layout="fixed-height" min-font-size="6" max-font-size="72" height="80"><a href="https://retmonoadi.com/about/&quot; target="_blank" rel="noreferrer noopener">Retmono Adi</a>Retmono Adi

Mengambil dari Mengelola Inner Child “HEALING YOUR INNER CHILD”

Coretan Lama 25; Energi dari Orang yang Berarti


Energi

Bahkan

untuk melakukan sesuatu

hal yang kita sukai sekalipun,

kita butuh energi.

Energi bagiku

tidak hanya didapat

dari makanan atau minuman saja.

Bisa pula didapat

dari orang-orang

yang berarti bagimu.

Bisa pula dari seseorang

yang mungkin baru kau dengar

hela nafasnya saja

atau

tawa renyahnya,

atau

baru kau lihat batang hidungnya

yang berminyak saja

kau merasa tenteram dan damai.

Sebab kau menyadari

bahwa ketika bersamanya,

kau diberkahi rasa cukup

dan

kemudahan untuk menikmati

segala yang Tuhan beri.

Untuk bersyukur pun

dibutuhkan cara dan proses.

Dan setiap orang

masing-masing memiliki

cara dan prosesnya sendiri.

 

Kartosura, 26 Juni 2018

Qanifara

Coretan Lama 23; Berada di Titik Balik


Pernahkah kau berada di titik balik

di mana kau sudah tidak lagi mencari

dan

menginginkan apa-apa

selain suatu tempat

di mana kau bisa didekatkan

dengan orang-orang

yang kau harap dapat membuatmu

lebih mudah

dalam mencintai dirimu sendiri,

terutama mencintai Tuhan,

dan

mencintai kehidupan dengan lebih baik?

 

Kartasura, 10 Mei 2017

Qanifara

Coretan Lama 21; Berjalan Walaupun Sendiri


Berjalan

Terus saja berjalan

walaupun orang-orang

yang berarti dalam hidupmu

harus pergi,

meninggalkanmu sendiri.

Dalam gelap,

dalam tidurmu

yang lelap,

selipkanlah mimpi

bahwa semuanya akan baik-baik saja

dengan bersama

atau pun

sendiri.

 

Kartasura, 26 September 2018

Qanifara

Psikodrama Membantu Lebih Cinta (Peran) Menjadi Diri Sendiri


Mumpung dalam suasana Valentine, tema cinta menjadi bahasan utama. Kali ini Aku mau merangkum dari beberapa pernyataan yang menunjukkan bahwa Psikodrama mampu menjadikan tiap pribadi lebih CINTA berperan menjadi diri sendiri.

Moreno sendiri sebagai Pencetus Psikodrama menggunakan istilah Protagonis bagi pribadi yang berproses dalam psikodrama. Moreno mengajak tiap pribadi untuk menjadi Tokoh Utama dari drama hidupnya. Dapat juga dikatakan bahwa Moreno mengajak tiap orang untuk berani menjadi diri sendiri. Pernyataan tersebut diimplementasi pada Tahap Warming Up dibangun suasana Boleh Salah, agar tiap peserta berani Spontan, jujur pada diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Lanjutkan membaca “Psikodrama Membantu Lebih Cinta (Peran) Menjadi Diri Sendiri”

Coretan Lama 19; Berdialog dengan Diri Sendiri


Berdialog

Setahun belakangan ini

banyak hal

yang mungkin sulit

untuk kutuangkan

dalam bentuk tulisan ataupun lisan.

Semakin ke sini,

semakin kusadari

bahwa tidak semua orang bisa

menangkap dengan tepat

apa yang ingin kita sampaikan.

Pun kusadari

bahwa tidak semua orang

siap secara mental,

secara emosi untuk bersedia

menjadi pendengar yang baik

atas segala keluh kesah

atau bahkan

cerita bahagia kita.

Mungkin hanya segilintir orang

yang betul-betul bersedia

menjadi pendengar

yang baik sekaligus

yang dapat memahami

setiap maksud dengan tepat.

Kini tak akan lagi

kupaksakan untuk menjelaskan.

Tidak perlu kepada banyak orang,

cukup kepada

yang benar-benar bersedia mendengar

dan

dapat memahami dengan tepat.

Kalau tidak bisa,

barangkali akan kubagi

dengan diriku sendiri.

Barangkali juga,

menyulam bisa menjadi

salah satu mediaku

untuk berkontemplasi.

Untuk mendengarkan isi hati

yang sebenar-benarnya.

Untuk berdialog dengan diriku sendiri

tanpa ada interupsi,

bisa dengan ditemani

secangkir teh atau kopi.   

 

Kartasura 20 November 2019  

Qanifara

Coretan Lama 18; Perpisahan, Kita Semua Berhak Bahagia


Perpisahan

Kadang ada saat di mana kau harus pergi

menjauh dari mereka

yang sejatinya tidak ditakdirkan

untuk bisa memahami arti keberadaanmu.

Atas dasar rasa sakit

yang tak tertahankan lagi.

Untuk apa bersama tapi saling menyakiti?

Untuk apa bersama tapi tidak bisa saling berbagi,

memahami, mengisi, dan melengkapi?

Pergi bukan hanya demi kebaikan diri sendiri

tapi juga demi kebaikan bersama.

Sebab sebagai manusia,

kita semua berhak bahagia.

 

Kartasura, 29 Oktober 2018

Qanifara

Coretan Lama 17; Kembali pada Panggilan Hati


Panggilan Hati

Semua kembali pada panggilan hati.

Pun pekerjaan.

Tanpa ada paksaan.

Melainkan sepenuh cinta dan ketulusan.

Lagi-lagi Tuhan menyuruh waktu

untuk menjawab

ke mana hati dan jiwa ini

akan berlabuh.

Entah kepada apa atau kepada siapa.

Entah seberapa lama.

Entah seberapa dalam proses yang akan ada.

Sedangkan aku senantiasa

memaksa waktu untuk menjawab.

Jawabannya pastilah,

“Tunggu lebih lama lagi.

Bersabarlah.” 

 

Kartasura, 4 November 2016

Qanifara

Coretan Lama 15; Diam-diam Mencari Arti Semua yang Terjadi


Diam diam

Mencari arti tentang semua yang telah terjadi.

Menyaring isi hati dan pikiran

di salah satu sudut dekat jendela rumah makan.

Diam-diam melepas yang semu,

menanamkan yang nyata.    

 

Kartasura, 7 September 2017 

Qanifara