Apa itu Doubling, dan Kegunaannya dalam Psikodrama ?


Dalam psikodrama, Doubling adalah teknik di mana seorang peserta, mungkin diminta oleh direktur psikodrama, penambahan-penambahan peran (Self, pertukaran peran) dari protagonis, biasanya dengan berdiri di belakangnya (boleh juga dengan meletakkan tangan di punggungnya) dan mengatakan hal-hal yang mungkin ingin dikatakan atau ditahan oleh sang protagonis. Lanjutkan membaca “Apa itu Doubling, dan Kegunaannya dalam Psikodrama ?”

3 Tahapan Utama dalam Psikodrama dan Sedikit Catatan Tambahan


Psikodrama terdiri dari tiga tahap utama, yaitu:

1. Pemanasan (Warming up)
2. Pentas (Action)
3.  Integrasi / Refleksi

Tiga tahap ini menjadi tahapan utama untuk membantu mengintegrasikan proses psikodrama ke dalam kelompok, dalam merancang spontanitas, dan mengaplikasikannya ke proses terapi. Boleh juga jika ingin ditambahkan untuk mengawali dengan tahap Perkenalan, dan diakhiri dengan tahap Penutup, berterima kasih dan bersalaman. Lanjutkan membaca “3 Tahapan Utama dalam Psikodrama dan Sedikit Catatan Tambahan”

Teater Dalam Dunia Pendidikan, Mari Diskusi……


Teater adalah salah satu bentuk seni yang paling kuat, namun paling sedikit dimanfaatkan dalam pendidikan, dalam eksplorasi tentang keterkaitan diri dengan orang lain, pengembangan pemahaman tentang diri, dan empati kritis. Tidak hanya bagi manusia tetapi juga terhadap lingkungan alam, dan sosial, teater adalah media yang lebih baik.

Drama mengunakan teks atau berskenario hanya satu bagian kecil dari teater, pengalaman yang jauh lebih signifikan dimungkinkan terwujud melalui permainan peran, latihan teater, Olah tubuh dan Olah suara, pengendalian tindakannya dalam kelompok dan berlakunya spontanitas. Pengalaman seperti itu penting tidak hanya bagi guru dalam perkembangan mereka sendiri, tetapi juga untuk mempersiapkan anak-anak.

Terjemahan dari status Instagram @rangbumi_applied_theatre

Adakah yang tertarik dan ingin mendiskusikan lebih dalam ? Atau bahkan ingin sharing karena sudah menerapkannya?

Mari berbagi…..

 

Yogyakarta, 2 September 2019

 

Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame


Konseling, 28 June 2019

Aku mendapat klien, dengan permasalahan kesulitan berhubungan dengan Orang Tuanya. Perempuan, usia 20-an tahun, Karyawati sebuah perusahaan Nasional, status belum menikah, Sarjana S1. Posisi kerjanya di bagian Administrasi.

Setelah perkenalan dan menceritakan latar belakang permasalahan yang dihadapinya. Aku menanyakan film apa yang terakhir dia tonton. Ia menjawab, Avengers Endgame. Karena aku juga mengikuti film Avengers, dan mengenal karakter tokoh tokohnya, maka aku mencoba menggunakan teknik Proyeksi dalam proses konseling ini. Lanjutkan membaca “Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame”

Naruto adalah Tontonan dengan Banyak Kebijaksanaan Pelajaran Hidup


Iruka mengajariku … bukan untuk menilai orang berdasarkan reputasinya tetapi dengan kepribadian mereka.

Haku mengajariku … bahwa tidak ada yang baik atau jahat ketika aku melindungi orang yang aku cintai.

Neji mengajariku … bahwa jika aku meninggalkan harga diriku, aku dapat mengubah nasibku. Lanjutkan membaca “Naruto adalah Tontonan dengan Banyak Kebijaksanaan Pelajaran Hidup”

Di Akhir Hidupnya Dr. Jung Sudah Tidak Mengalami Mimpi Lagi


Suzanne Percheron: Saya mengira bahwa Anda memiliki/mengalami mimpi (dalam tidur) ?

Dr. Jung: Tidak, saya hampir sudah tidak pernah bermimpi lagi (!!!)

Saya dulu biasanya bermimpi ketika saya mulai untuk mengungkap/menemukan alam bawah sadar/unconscious saya

Bermimpi ketika alam bawah sadar memiliki pesan atau suatu hal yang ingin disampaikan kepada saya (semacam existential message), tapi alam sadarku/my consciousness selalu menerima/reseptif sekarang sejak pintu itu terbuka (pintu penghubung alam bawah sadar)
Saya sekarang siap menerima apapun.

Melalui diriku alam bawah sadar dapat mengalir ke dalam alam sadarku/my consciousness.

Saya sudah tidak lagi memiliki prasangka, rasa takut, atau resisten (menolak pada hal-hal yang datang/terjadi dalam hidup).

Mimpi adalah suatu cara dimana alam bawah sadar/unconscious membuat dirinya dikenal/diketahui di dalam alam kesadaran/consciousness.

Banyak orang yang tidak mengingat mengenai mimpi mereka karena alam bawah sadar/the unconscious tahu bahwa dia tetap tidak akan didengarkan oleh si orang tersebut, jadi apa gunanya; sehingga mereka tidak mengingat mimpi mereka.

[apa gunanya Anda ingat mimpi itu, toh Anda tidak akan mau mendengarkan saya (unconsciousness) juga.

~~C. G. Jung, Emma Jung and Toni Wolff – A Collection of Remembrances; Pages 51-70

 

Penerjemah

Muslimah A. Salam.
Explorer dari Kota Palu, Sulawesi Tengah.

*diterjemahkan bebas dari :  Late in his life Dr. Jung stopped dreaming

 

Satu Kata yaitu Menyenangkan, Kesan Saat Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar


Pada hari Selasa tersebut, saya dan kawan-kawan melaksanakan kegiatan bermain Psikodrama bersama 15 andik yang telah kami pilih sesuai dengan kriteria yang telah kami tentukan dari 160-an andik yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Kegiatan kami laksanakan dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Rancangan kegiatan dari warming up terlebih dahulu dengan di mulai dari pengenalan diri dengan berpose, setelah itu dilanjutkan dengan sosiometri, lokogram, dan sculpture. Setelah warming up, dilanjutkan dengan action.

Action berupa “memaafkan” dan teknik membayangkan masa lalu/masa depan. Dalam pelaksanaannya, karena waktunya tidak cukup jadi yang teknik “membayangkan” tidak jadi dilakukan. Setelah semua kegiatan dilakukan, kami menutupnya dengan reflection dari keseluruhan kegiatan.

Kesan saya mengenai kegiatan yang kami lakukan ini jika misal diungkapkan dalam satu kata yaitu menyenangkan. Tidak ada lagi yang bisa saya ungkapkan selain itu. Walaupun memang kegiatannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, tapi saya benar-benar menikmati kegiatan ini.

Surakarta, 6 Agustus 2019

Hajjy