Harusnya Malam Ini Berkumpul Bersama Keluarga


Duduk terpaku sendiri di depan Laptop
….teman setia selama Corona

Suara Takbir bersautan dari seluruh penjuru angin
membuka kenangan,
keliling kampung, memukul kentongan
Cahaya obor penerang jalan
sesekali berhenti menyalakan petasan,
suara letusan disusul teriak kegirangan

tak sampai pukul 9 sudah pulang ke rumah
….tersedia makanan berlimpah
…..kue kue kering, hingga sayur berkuah
..baju, sepatu baru ditata rapi
….dielus diraba dibawa mimpi

malam Lebaran selalu dinantikan
sekali tidak bermain di bawah rembulan
suka citanya tak terperikan
berkumpul bersama handai taulan

Tahun ini 2020
pandemi melanda negeri bahkan seluruh bumi
wajib karantina mandiri, jaga jarak untuk peduli
orang tua di kampung tak boleh dikunjungi
demi selamat tak tertulari

jadi kali ini
….sendiri di tanah orang bergelut memori

doa dan puji pada Illahi
….tetap berbunyi meski lirih di hati.

menyeruak sesak mengoyak dada,
…terangkum kata kata

Harusnya malam ini berkumpul bersama keluarga.

Yogyakarta, 23 Mei 2020

Retmono Adi

Perihal Kekuatan, Kekuasaan, Refleksi dari Film Animasi Black Clover


Film Animasi yang berjudul Black Clover atau Semanggi Hitam, bercerita tentang para penyihir yang melindungi kerajaan, dengan tokoh utama Asta dan Yuno. Aku tidak ingin menuliskan ceritanya, melainkan tentang lambang lambang (metapora) yang ada di animasi itu.

Kekuasan adalah kekuatan untuk mengendalikan, dalam Film Animasi ini adalah Kekuatan Sihir. Kekuatan Sihir tersebut ada pada Buku Sihir, yang akan memilih penggunanya sendiri. Ada orang- orang tertentu yang memiliki bakat memiliki kekuatan sihir. Saat memasuki usia dewasa ada upacara tertentu dan buku sihir akan memilih penggunanya. Lanjutkan membaca “Perihal Kekuatan, Kekuasaan, Refleksi dari Film Animasi Black Clover”

Perihal Menulis, Mencoba BerBuah dalam Kekeringan


Apa yang harus aku lakukan dengan kekeringan ini?
Sampai kapan aku terus mencari dan menunggu?
Pesan apa yang perlu dipetik dari proses ini?
Entah mengapa tidak ada yang datang

Kering, kering, kering

Aku mengerti sekarang mengapa banyak penulis atau mereka yang masuk di bidang sastra terlihat berbeda, eksentrik, unik, kadang juga terlihat moody, berada di dunianya sendiri, dan seterusnya. Saya yakin banyak yang akan tidak setuju dengan pernyataanku ini, mohon maaf, tapi tidak ada niat dan maksud untuk menyinggung perasaan. Saya menyadari kalau pernyataan itu berdasarkan stereotipe, paham. Lanjutkan membaca “Perihal Menulis, Mencoba BerBuah dalam Kekeringan”

Terapi Menulis #03 Dorongan itu Muncul lagi


oleh Ayati Rini

Selama beberapa hari terakhir, aku bukan tidak mengalami apa yang kualami pada hari-hari sebelumnya. Masih seperti sebelumnya, karena ada pemicu atau tidak ada pemicu, tiba-tiba ada dorongan kuat dari dalam diri untuk meracau. Kepalaku terasa berkedut-kedut dan berat, lalu sekujur tubuhku mulai ingin melakukan hal yang repetitif. Kelenjar air mataku terasa meradang, sementara tenggorokanku tercekat. Aku mencoba menjalani seperti apa yang dikatakannya: menyalakan alarm untuk satu jam ke depan kemudian menuliskannya. Namun, dorongan di dalam diriku menolakku untuk menulis. Ia menolak untuk dilihat, ditonton, diketahui, diidentifikasi, kemudian pada akhirnya dihilangkan. Yang aku ketahui saat ini, ada dua dorongan di dalam diriku: dorongan untuk bisa terus sadar seperti saat aku menulis ini, dan dorongan untuk gelisah. Keduanya ingin menguasai diri ini secara penuh dan tidak ingin disingkirkan secara penuh. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis #03 Dorongan itu Muncul lagi”

Antri Yuk ! ( Pendidikan Karakter)


Vinayo ca susikkhito, etaṁmaṅgalamuttamaṁ
Terlatih baik dalam tata susila, itulah berkah utama
Maha Manggala Sutta – Buddha

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan global yang melanda kota- kota metropolitan di berbagai penjuru dunia. Di Bangkok, ibukota dari Kerajaan Thailand, lalu lintas bisa berhenti total sampai berjam jam seperti halnya di Jakarta. Medan sebagai calon kota metropolitan sudah mulai mengikuti jejak dari kota kota tersebut dalam hal kemacetan lalu lintasnya. Lanjutkan membaca “Antri Yuk ! ( Pendidikan Karakter)”

Malu Bertanya Sesat di Jalan, Banyak Bertanya Otak Tersesat


13 November 2015

Pepatah jaman dulu kan selalu berkata seperti itu ya, malu bertanya sesat di jalan! Ingat tidak, ketika masih SD, kita selalu diwajibkan untuk menghafal pepatah dan peribahasa, salah satunya ya itu. setelah dihafalkan selama bertahun-tahun, tanpa disadari pepatah itu bersemayam dalam-dalam di otak saya. Kalau ada apa-apa, bertanyalah……masalahnya kan kalau malu bertanya bisa sesat di jalan. Nah, yang saya tidak tahu, ternyata kalau terlalu banyak bertanya, atau bertanya tanpa berpikir dulu, bisa jadi pertanyaan tersebut malah membuat kita tambah tersesat. Lanjutkan membaca “Malu Bertanya Sesat di Jalan, Banyak Bertanya Otak Tersesat”