Terus Maju, Bertransformasi untuk Lebih Memberi Kontribusi


Hari Minggu yang lalu, aku ke Gereja, Kidul Loji, kotbah Romo ada tentang Surat Gembala. Ajakan dari Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang, untuk menjadi Pribadi Bertransformasi, dalam Surat Gembala tersebut mengajak untuk Bertobat, Terlibat, dan Berbuah Berkat.

Pertobatan yang kuyakini adalah berani mengubah diri dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru. Awalnya aku bekerja sendiri. Aku mengubah diri, aku akan melibatkan diri dan orang lain, agar sinergi, dengan demikian akan dapat memberikan lebih banyak kontribusi.

Sesuai dengan keadaanku saat ini, aku sedang bertransformasi dari Pekerja Lepas (trainer lepas) mau membuat Perusahaan Terbatas (PT) menjadi Pemilik Usaha. (baca: Aku dan Keterlambatanku …,)

Ya,…tentu tidak mudah, namun ini adalah pilihanku. Ini adalah jalan Ninjaku, mengutip apa kata Naruto, Film Animasi dari negeri Sakura. Dengan penuh kesadaran aku memilihnya, mengekplorasi segala kemungkinan agar dapat menjadi jalan bagi kehidupan. Lanjutkan membaca “Terus Maju, Bertransformasi untuk Lebih Memberi Kontribusi”

Aku dan Keterlambatanku, Indah pada Waktunya.


Dulu waktu SMA aku paling sering terlambat. Dan bukti akan hal itu adalah dipanggilnya Orang tuaku ke sekolah untuk membahas masalah keterlambatanku ini. Di SMA kalau terlambat di wajibkan senam di Teras di dekat ruang Kepala Sekolah. Setelah senam baru diijinkan masuk untuk mengikuti pelajaran jam berikutnya, setelah diberikan surat keterangan dari Wakil Kepala Sekolah. Lanjutkan membaca “Aku dan Keterlambatanku, Indah pada Waktunya.”

Peserta Psikodrama di Jakarta bisa Mendapatkan SKP dari IPK


Tanggal 1-2 Februari 2020, Psikodrama yang dilaksanakan selama 2 hari,  mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) dari Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia.  Hal ini  merupakan bukti pengakuan terhadap Psikodrama sebagai terapi kelompok yang selama ini aku lakukan. Bagiku ini adalah tonggak penting atas perjuanganku dalam mengenalkan Psikodrama. Lanjutkan membaca “Peserta Psikodrama di Jakarta bisa Mendapatkan SKP dari IPK”

Cara Bersyukur dengan Mencari Alasan Logisnya


Semua orang mengetahui pentingnya bersyukur, dan sering diungkapkan dengan kata-kata. Tulisan ini mengajak lebih mampu melihat kenyataan yang terjadi sebagai alasan bersyukur itu, sehingga syukur itu berdasarkan pengalaman konkrit sendiri, tidak terjebak pencitraan dengan menipu diri. Lanjutkan membaca “Cara Bersyukur dengan Mencari Alasan Logisnya”

Latihan Bersyukur Sederhana dengan Melihat Pengalaman Masa Kecil


Aku ikut Group WA Latihan Rohani, yang dibimbing oleh Romo Sunu. SJ. Kami bergabung dari kebersamaan kami mengikuti lokakarya Latihan Rohani di Pusat Spiritual Girisonta Ungaran Kabupaten Semarang. Waktu itu Romo Sardi SJ yang mengampu dan Romo Sunu SJ, mengisi materi Latihan  Rohani dalam kehidupan sehari hari. Kami tertarik dengan sharing beliau, kemudian ingin lebih lanjut memahami Latihan Rohani dalam hidup sehari-hari. Romo Sunu SJ, bersedia membimbing kami jarak jauh melalui Group WA. Lanjutkan membaca “Latihan Bersyukur Sederhana dengan Melihat Pengalaman Masa Kecil”

Pelajaran Hidup dari Seorang Bapak yang Memiliki 12 Anak


Hari ini beliau datang untuk memangkas dahan pohon yang sudah menyentuh kabel listrik. Aku tidak tahu kalau ia sudah ada janjian dengan adikku untuk itu. Memang dahan pohon mangga dan pohon srikaya depan rumah sudah menyentuh kabel listrik.

Beliau datang dengan salah satu anak laki-lakinya, yang sudah pernah bantu kami untuk pembenahan instalasi listrik. Itulah alasan mengajak anaknya sehubungan dengan dahan yang mungkin berkenaan dengan kabel listrik. Lanjutkan membaca “Pelajaran Hidup dari Seorang Bapak yang Memiliki 12 Anak”

Pelajaran dari “Kehadiran” Presiden Jokowi ke Natuna


Ini bukan tulisan politik, aku tetap dalam tema psikologi dengan penerapan yang lebih luas. Perlu aku sampaikan dulu agar tidak “merasa tertipu” oleh judulnya. Aku mau mengangkat tema bahwa Kehadiran adalah penting.

Apa yang menjadi dasar pertimbangan Presiden Jokowi, perlu hadir ke Natuna? Banyak penjelasan bisa didapatkan dari berbagai sudut pandang. Aku melihat dari impact yang terjadi saja. Fakta menunjukkan bahwa setelah Presiden Jokowi datang ke Natuna, Kapal-kapal Asing dari China keluar dari perairan Indonesia. Keributan di Media Sosial perihal issu Natuna juga mereda. Lanjutkan membaca “Pelajaran dari “Kehadiran” Presiden Jokowi ke Natuna”