Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Akhir yang Bahagia


Satriaku

Suatu sore aku kebingungan mencari Satria. Dia belum makan sejak pagi. Biasanya dia selalu mengeong dan mengendus-endus kakiku saat lapar. Biasanya kalau lapar dia tidak bisa tidur nyenyak. Kucari-cari di dalam rumah, kupanggil namanya berkali-kali, ternyata dia ada di teras, sedang tertidur nyenyak dekat pot tanaman. Mungkin dia baru saja berburu tikus, pikirku. Tapi di dekatnya kulihat ada bekas makanan yang bentuknya mirip seperti whiskas. Biasanya aku memberinya potongan ayam paha rebus. Lalu siapa yang memberinya whiskas?

“Nama kucingmu sama seperti namaku. Apa kau sengaja memberikan nama itu?” Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Akhir yang Bahagia”

Silabus Training Membangun Karakter Remaja


PENGANTAR

Masa Remaja adalah proses pencarian identitas. Proses ini mengeksplorasi seluruh potensi, baik, emosi, pikiran, maupun spiritual mereka, agar terungkap dan berkembang seluruh potensi terbaiknya. Psikodrama adalah metode belajar aktif dengan berdasarkan prinsip Psikologi dan Drama, suatu bentuk teknik belajar yang memungkinkan individu untuk mengeksplorasi Emosi, Kognisi, dan Tindakan, secara menyeluruh.
Isi dari pelatihan ini difokuskan pada 5 bidang kunci kesuksesan di masa depan:
• Rasa Percaya Diri
• Keterampilan Berkomunikasi
• Keterampilan Membina Hubungan Sosial
• Keterampilan Memimpin dan Teamwork
• Efektif Mengelola Sikap
Program ini tepat dilakukan saat MOS (Masa Orientasi Siswa Baru), Orientasi Mahasiswa Baru, LDK, dan Persiapan memasuki Dunia Kerja

BAHASAN

• Berpikir Kreatif
• Kecerdasan Emosi
• Tipe – tipe Kepribadian
• Kepemimpinan.
• Prinsip dan Nilai Universal

METODE

Psikodrama, Belajar Aktif berdasar prinsip Psikologi dan Drama

SASARAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
• Lebih mengenal potensi diri
• Disiplin diri dan berkepribadian yang sehat
• Memiliki sikap mental yang kuat.
• Memiliki semangat kepemimpinan yang baik.
• Menginternalisasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip keutamaan hidup

PESERTA

Remaja – Dewasa Awal (usia 14 – 21 th) Efektif per kelas 20 peserta

WAKTU

Dilaksanakan selama total waktu 16 jam selama 2 hari @ 8 jam. Tepat sekali jika dilakukan selama Week End.

Kontak

Jefry Simanullang  0812 2542 0777

Deddy YE 0815 7500 0571

Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #07 Konseling Ke Empat


Pada akhirnya hati kita akan jatuh pada seseorang yang bisa menghadirkan tawa, rasa nyaman, dan kejernihan dalam berpikir
(Sesi Konseling Keempat)

“Aku memutuskan untuk menjadi pembantu karena aku tidak lagi punya tempat tinggal. Kadang aku ingin tahu bagaimana rasanya hidup di tengah-tengah keluarga meskipun aku tahu bahwa banyak keluarga yang tidak bahagia. Dulu saat liburan sekolah, aku sering diajak berkunjung ke rumah teman-temanku yang sudah diadopsi. Aku iri sekali dengan kehidupan mereka bersama orang tua baru mereka. Kebutuhan mereka tercukupi tanpa harus bersusah payah bersekolah sambil bekerja.

“Kadang aku menitikkan air mata ketika aku menghadiri pesta pernikahan teman-temanku atau orang lain. Terutama saat mereka melakukan prosesi sungkem dengan orang tua. Orang tua mereka terlihat berat melepaskan anak mereka untuk hidup bersama orang lain. Lalu aku berpikir kalau aku menikah suatu saat nanti, siapa yang akan menjadi wakilku? Tidak akan ada yang berat melepas kepergianku. Tidak ada yang mendampingiku ketika aku pertama kali ke rumah Yudha. Aku tahu yang kulakukan dengan Yudha salah dan dosanya besar. Tapi aku benar-benar merasa sendiri…

“Sampai pada akhirnya aku dipertemukan dengan Rio, dia ibarat oasis di tengah-tengah kehidupanku yang teramat gersang dan hampa. Darinya aku percaya, bahwa di dunia ini masih ada orang baik.

“Kami sering bertukar cerita karena kami memiliki latar belakang kehidupan yang hampir sama. Kami hanya berbeda nasib saja. Dia pernah menjadi anak jalanan, pemulung saat masih kecil, tapi dia masih beruntung. Dia akhirnya diadopsi. Sejak diadopsi, Rio memiliki kehidupan yang jauh lebih baik daripada saat ia masih menjadi pemulung. Tapi di sisi lain orang tua angkatnya juga menuntut Rio untuk tumbuh sesuai dengan apa yang menjadi harapan mereka. Dari sekolah, kuliah, jodoh, pekerjaan, semuanya dipilihkan orang tuanya.

“Tapi, berkaitan dengan jodoh… Pada akhirnya dia menikahi perempuan pilihannya sendiri tanpa restu dari orang tua angkatnya. Perempuan itu tentunya bukan aku.”

Cerita Prita tiba-tiba terhenti. Ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Matanya tertuju pada buku sketsa yang kemudian dibukanya lembar per lembar. Di dalamnya ada banyak tulisan yang pernah ia tulis sendiri. Pada setiap kalimat-kalimatnya selalu disertai dengan gambar ilustrasi. “Setiap aku selesai menulis, Rio selalu membacanya. Kemudian dia menggambarkan ilustrasi untukku.”

Prita menambahkan, “Sepertinya aku sudah terlanjur jatuh cinta terlalu dalam padanya. Jatuh cinta pada seseorang yang tidak bisa kumiliki. Namun jatuh cinta kali ini terasa berbeda dari biasanya. Walaupun aku tidak bisa memilikinya, jatuh cintaku kali ini tidak terasa sia-sia. Bukan jatuh cinta lagi, lebih tepatnya aku telah jatuh hati, karena yang kutahu, pada akhirnya hati kita akan jatuh pada seseorang yang bisa menghadirkan tawa, rasa nyaman, dan kejernihan dalam berpikir.”

…bersambung

Sukses Berdamai dengan Masa Lalu, Contoh Tujuan Psikodrama


Kalau saat hancur ku disayang 

Apalagi saat ku jadi juara

Saat tak tahu arah kau di sana

Menjadi gagah saat ku tak bisa (Bertaut - Nadin Amizah)

Beberapa hari belakangan ini aku suka memutar lagu itu berulang kali. Kadang aku menangis menghayati lagunya karena aku terjebak pada bagian lirik lagu itu. Kata-kata yang sungguh bertolak belakang dengan apa yang kualami.

Sudah cukup lama aku kehilangan peran orang tua secara utuh, pun aku sering mendapatkan kata-kata kasar dan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan dari seseorang selama lebih dari sepuluh tahun. Aku terluka. Cukup dalam. Mungkin sampai saat ini luka itu belum sepenuhnya pulih. Rasa sakit itu masih ada. Aku hanya sedang mencari cara untuk membasuhnya dan merawatnya.

Saat aku melakukan hal baik, aku didiamkan saja. 

Apalagi saat aku hancur, aku tidak akan disayang.

Saat ku tak tahu arah, aku tersesat, dan mencari jalanku sendiri.

Saat ku tak bisa, aku disakiti, tidak ada yang mengambil peran untuk melindungiku.

“Aku tidak cantik, aku tidak pintar, aku tidak disukai, aku tidak dicintai, aku tidak menarik, aku tidak bisa apa-apa, aku tidak diinginkan, aku tidak diharapkan, aku tidak berguna, kehadiranku justru menjadi beban,”

Ada masanya kalimat-kalimat itu sering melekat dalam pikiranku. Ada masanya aku terjebak dan terkungkung dalam pikiran-pikiran yang membuatku tidak bertumbuh. Ada masanya saat aku melakukan sesuatu hal hanya karena ingin dianggap cantik, diinginkan, dan lain-lain. Namun itu sangat menyiksa. Aku malah seperti menyakiti diriku sendiri.

Butuh waktu dan proses yang tidak sebentar bagiku untuk memahami diriku sendiri. Prosesnya naik turun, cukup bergejolak, dan sering terasa menyakitkan.

Hingga pada satu titik, inginku sederhana. Sekitar tiga tahun lalu aku menulisnya sendiri, “pernahkah kau berada di titik balik di mana kau sudah tidak lagi mencari dan menginginkan apa-apa selain suatu tempat di mana kau bisa didekatkan dengan orang-orang yang kau harap dapat membuatmu lebih mudah dalam mencintai dirimu sendiri, terutama mencintai Tuhan, dan juga mencintai kehidupan dengan lebih baik?”

Beruntungnya, aku masih diberi kesempatan untuk menelusuri dan mendalami arti ‘cinta’ itu sendiri. Aku masih diberi kesempatan untuk memperluas sudut pandangku tentang kehidupan yang dulunya kurasa sangat sempit.

Semua itu kuperoleh dari berbagai sumber, ilmu yang kuperoleh dari mana saja, orang-orang yang pernah kujumpai, buku-buku cerita yang pernah kubaca, film-film yang kutonton, inspirasi-inspirasi yang kudapatkan dari internet, hobi yang kutekuni, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, semuanya kukembalikan pada niat. Jadi ketika aku merasa terpuruk akan kegagalanku dalam meraih sesuatu, aku mencoba bertanya kepada diriku sendiri. Apa sebenarnya tujuan atau niatku melakukan hal itu? Apakah tujuan atau niatku itu mengarah pada kebaikan atau malah bersifat merugikan? Kalau sekiranya malah merugikan, berarti tujuanku perlu kuubah dengan disertai harapan yang tidak berlebih.

Pada akhirnya aku tidak perlu membuktikan kepada orang lain. Aku hanya perlu membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku tidak seburuk yang kupikirkan, bahwa aku mampu melalui hal-hal yang sulit. Seperti yang sudah-sudah, kehidupan tidak hanya mengajarkan tentang penerimaan hasil tapi juga tentang bagaimana manusia belajar menghargai setiap proses yang ada di setiap fase, baik dalam suka maupun dukanya.

Beruntungnya lagi, di tahun yang penuh dengan ketidakpastian dan keputusasaan ini, aku masih diberi kesempatan untuk belajar psikodrama. Kabar baiknya, belajar psikodrama dengan Pak Didik memberi warna baru di kehidupanku, serta memberi ruang yang lebih luas dan dalam bagiku untuk lebih berani mengekspresikan diri, dengan cara yang lebih baik.

Semakin ke sini, aku semakin lebih percaya diri untuk berbagi kebaikan kepada siapa saja dengan berlandaskan value cinta yang kutemukan melalui psikodrama. Aku menjadi tergerak untuk melihat kebaikan dari setiap ketidaksempurnaan yang ada pada diri sendiri dan orang lain.

Caraku memandang kehidupan, kini berbeda. Kumaknai dari sudut pandang yang baru. Yang kutahu, kelak akan tiba saatnya bagi manusia untuk berkelana, mencari sesuatu yang tidak fana. Menelusuri sekumpulan makna. Lalu mendalaminya dengan sepenuh cinta.

Dari seorang perempuan yang namanya sedang tidak ingin disebut,


14 Desember 2020

Ide Menulis Muncul dalam Perjalanan #Tips Menulis


Awalnya diniatkan untuk mengetahui bagaimana prosedurnya dalam mendapatkan Kartu Prakerja. Aku langsung saja mendaftar dan mengikuti arahan yang ada. Perlu fokus dan konsisten terus maju, akhirnya aku lolos mendapatkan Kartu Prakerja. 

Aku mendaftar pelatihan yang memang aku butuhkan, yaitu kelas menulis kreatif non fiksi. Aku ingin meningkatkan kemampuanku menulis untuk meningkatkan penyebaran Psikodrama dan menawarkan kegiatan pelatihannya. Lanjutkan membaca “Ide Menulis Muncul dalam Perjalanan #Tips Menulis”

STIMULASI ANAK USIA DINI #Goresanku 153


Orangtua dan orang dewasa di sekitar anak sangat menentukan kualitas kehidupan anak dan perkembangannya yang optimal melalui apa yang dilakukan atau tidak dilakukan di lima tahun pertama. Anak mengalami periode sensitif dalam belajar, memiliki keingintahuan alamiah yang sangat besar dan berkembang pesat secara fisik dan mental di bagian awal kehidupannya. Semakin baik stimulasi di usia dini, anak akan semakin siap menghadapi tahap selanjutnya, bisa lebih maju dan tidak kehilangan kesempatan atau mengalami kesenjangan dalam perkembangan. Lanjutkan membaca “STIMULASI ANAK USIA DINI #Goresanku 153”

Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis


Namanya Prita. Tidak ada nama belakang. Seorang perempuan. Saat menginjak usia ke sepuluh, ia mulai hidup sebatang kara. Sejak kecil ia tidak tahu siapa ayah kandungnya bahkan hingga dewasa. Sebelum ibunya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri, Prita kecil sering mengajak ibunya bicara di kamar dalam sebuah kos-kosan sederhana, tapi hanya sedikit respon yang kerap diterimanya. Tidak ada yang bisa diajaknya bicara selain tetangganya. Seorang ibu-ibu paruh baya yang tinggal bersama dengan cucunya di kamar sebelah, orang pertama yang mengajarinya baca tulis dan naik sepeda. Orang pertama yang menumbuhkan kecintaannya pada buku tepat sebelum Prita tinggal di panti asuhan. Lanjutkan membaca “Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis”

MELAWAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH PAUD #Goresanku 147


Masalah perundungan adalah salah satu masalah dalam pendidikan dan pengasuhan. Bahkan hal itu bisa juga terjadi pada anak pra sekolah (PAUD). Kadang kita tidak menyadarinya, seringkali perudungan terjadi pada saat anak-anak bermain bersama di sekolah. Ibarat alarm, begitu mendengar kata ” bully ” orang langsung peduli. Sayangnya kesadaran tinggi di masyarakat masih banyak miskonsepsi. Terlepas dari semangat melakukan perbaikan, kesalahpahaman masih sering kali memperburuk keadaan. Lanjutkan membaca “MELAWAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH PAUD #Goresanku 147”

Pengalaman Belajar Psikodrama di Hari Pertama Secara Online


“Ok. Silahkan mulai ceritakan tentang dirimu. Pilih saja mana yang menurutmu penting untuk aku ketahui sehingga aku dapat memahami hubunganmu dengan psikodrama,” kata Pak Didik.

Membuka diri merupakan langkah awal yang perlu kulakukan di hari pertamaku belajar psikodrama. Kuutarakan saja siapa diriku dan bagaimana latar belakang kehidupanku kepada Pak Didik melalui telepon. Lanjutkan membaca “Pengalaman Belajar Psikodrama di Hari Pertama Secara Online”

Nilai-Nilai Keutamaan dalam Film Serial Anime yang Sesuai untuk Remaja


Selama Pandemi Covid 19, aku melakukan karantina mandiri, dengan memilih lebih banyak waktu di rumah saja. Selain untuk membuat tulisan dan melakukan Zoominar mengenai Psikodrama, aku menonton film Serial Anime, Naruto, Black Clover, Boruto, Chou Yuu Sekai: Being the Reality dan beberapa yang lain. Ada yang masih tayang serialnya, dan ada yang sudah tamat. Hal ini juga menjadi cara mencari bahan yang dapat dibagikan saat  memfasilitasi workshop psikodrama. Lanjutkan membaca “Nilai-Nilai Keutamaan dalam Film Serial Anime yang Sesuai untuk Remaja”