Coretan Lama 49; Lebih Baik Sendiri, daripada Saling Menyakiti


Inginku sederhana.

Dapat terbangun dan menjalani hari

tanpa harus menahan emosi

yang tak bisa disalurkan,

tanpa harus bersusah payah

menyatukan kepala-kepala

dengan pemikiran

yang memang tidak sejalan

yang menyebabkan kesalahpahaman

tak berujung.

Meskipun mungkin hanya tinggal bersama seekor kucing.

Sebab bagi orang ringkih sepertiku,

lebih baik sendiri

daripada bersama tapi saling menyakiti.

 

Kartasura, 12 Agustus 2018

Qanifara

Coretan Lama 40; Agar Aku Lebih Berbahagia


Segala yang ada dalam benak

maupun segala rasa yang tersimpan,

terkadang bagi orang sepertiku

rasanya tidak cukup

bila hanya tersampaikan

secara tertulis saja.

Sebab pada akhirnya,

seperti yang sudah-sudah,

aku hanya butuh bicara.

Pada yang sanggup

menerima baik dan burukku.

Agar tidak salah terima.

Agar aku lebih berbahagia.

 

Kartasura, 1 Juni 2017

Qanifara

Coretan Lama 36; Dialog Fiksi #3 Mengapa Kau Tiba-tiba Menghilang Tanpa Kabar?


Dialog Fiksi #3

“Kenapa kau tiba-tiba menghilang tanpa kabar?”

“Karena aku telah menyadari sesuatu.”

“Menyadari apa?”

“Aku tidak akan pernah cukup untukmu.”

“Apa maksudmu?

Aku tidak mengerti.”

“Belum saatnya

kau mengerti dan sangat kumaklumi.

Aku harus pergi sekarang.”

“Apa maksudmu?

Kau akan pergi ke mana?”

“Pergi ke suatu tempat di mana aku bisa merasa diterima sepenuhnya.

Mungkin bagimu aku ini membosankan.

Tidak semua orang bisa menerima kebaikanku, apalagi keburukanku.

Penderitaanku selama ini mungkin akan kau anggap sebagai suatu

hal yang biasa-biasa saja

atau malah kedengarannya bagimu terlalu dramatis

karena kita saat ini berada di fase kehidupan yang berbeda.

Pengalaman emosi kita tak sama.”

“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau maksud…”

“Semuanya sudah terlihat jelas dari caramu memandanginya dan memperlakukannya.

Betapa kilaunya cangkang yang ia kenakan.

Tidak seperti cangkangku

yang telah retak

karena terlalu sering terhempas ombak kehidupan

Cangkangku yang kurang memikat

dan membutuhkan banyak perbaikan.”

 

Kartasura, 7 Februari 2019

Qanifara

Coretan Lama 34; Dialog Fiksi #1 “Aku Tidak Ingin Pulang,”


“Aku tidak ingin pulang,” teriakmu

di kebun binatang

seperti anak kecil

yang sedang kegirangan

berada di toko mainan.

“Kenapa?” tanyaku seolah bingung

padahal aku paham maksudnya.

“Karena saat aku kembali ke tempat tidur,

aku kembali merasa

bahwa ada harapan-harapan

yang tidak bisa terawat dengan baik

khususnya ketika aku memandangi

punggungnya atau menerima pelukannya.

Kami sebetulnya

tak lebih dari sepasang manusia

yang tidak bahagia

tetapi terlalu memaksakan diri

agar terlihat bahagia.

Sering kali

ini membuatku tersiksa.

Katanya dia baik-baik saja.

Aku tidak percaya.

Barangkali dia hanya sibuk

menyangkal perasaannya.

Dia laki-laki

yang cukup baik sebetulnya,

tetapi kini

aku tidak lagi nyaman

bila bersamanya.”

 

Kartasura, 21 Januari 2019

Qanifara

Coretan Lama 33; Fase Kehampaan dan Kepahitan


Fase

Kehampaan dan kepahitan

yang kupelajari

baik dari kehidupan orang lain atau kehidupanku sendiri

sering membuatku merasa

seperti lima belas tahun lebih tua

daripada usiaku

yang sebenarnya.

Pemikiranku

sudah sampai ke mana-mana.

Tapi langkahku

masih jauh.

Masih banyak fase

yang harus kujalani dan lalui.

Yang kutahu,

ada lubang dalam hatiku

yang perlu ditambal,

ada sisi kanak-kanak dalam diriku

yang perlu kubasuh dan kurawat

lukanya.

Agar aku bisa lebih tangguh

menjalani lika-liku kehidupan.

 

Kartasura, 6 Oktober 2018

Qanifara

Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita


Dari sudut pandangku sebagai Penulis

Aku belum pernah hamil. Aku pastinya belum pernah mengalami keguguran. Aku belum pernah bersetubuh dengan orang lain. Barangkali cerita tentang keguguran yang kutuliskan adalah simbol dari ketidaksiapanku untuk punya anak. Kalau orang-orang pada umumnya takut bila tidak bisa punya anak, aku malah sebaliknya. Salah satu ketakutan terbesarku adalah punya anak. Lanjutkan membaca “Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita”

Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio


Untuk Rio

Kita memang bukan pasangan sempurna

Kata orang, pernikahan terasa indah dan bahagia

Hanya di tiga atau lima tahun pertama

Delapan tahun berlalu, rasa itu nyatanya masih terus ada dan kian menyala

Hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna ketika bersama

Walaupun belum ada anak di rumah kita Lanjutkan membaca “Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio”

Coretan Lama 17; Kembali pada Panggilan Hati


Panggilan Hati

Semua kembali pada panggilan hati.

Pun pekerjaan.

Tanpa ada paksaan.

Melainkan sepenuh cinta dan ketulusan.

Lagi-lagi Tuhan menyuruh waktu

untuk menjawab

ke mana hati dan jiwa ini

akan berlabuh.

Entah kepada apa atau kepada siapa.

Entah seberapa lama.

Entah seberapa dalam proses yang akan ada.

Sedangkan aku senantiasa

memaksa waktu untuk menjawab.

Jawabannya pastilah,

“Tunggu lebih lama lagi.

Bersabarlah.” 

 

Kartasura, 4 November 2016

Qanifara

Coretan Lama 12; Pembaca Kehidupan


Andai saja

aku dapat membaca

sekaligus menghabiskan satu buku cerita dengan cepat.

Secepat aku menangkap perasaanku padamu.

Secepat aku menangkap perasaanmu pada yang lain.

Namun aku tetaplah pembaca yang lamban.

Sebab telah banyak tahun-tahun yang kulalui

untuk kudedikasikan diri sebagai pendengar,

bukan sebagai pembaca sejati.

Tapi setidaknya,

dari cerita yang sempat kubaca dan kuhabiskan,

telah memberikan warna baru pada hari-hariku yang kelabu.

Sebagian besar memperluas sudut pandangku

yang dahulu luar biasa sempitnya.

 

Kartasura 2 Januari 2018  

Qanifara

Coretan Lama 07; Bisikan pada Lautan


Dalam riuhnya ombak pantai

yang menggulung pasang surut kehidupan,

aku ingin berbisik pada lautan.

Bahwa kelak

kau dan aku

akan dipersatukan

pada persamaan

prinsip

dan

tujuan

yang tidak terlepas dari restu Tuhan.

Atas kesabaran

yang penuh pengorbanan.

 

Kartasura, 17 Desember 2018

Qanifara