Terapi Menulis #03 Dorongan itu Muncul lagi


Selama beberapa hari terakhir, aku bukan tidak mengalami apa yang kualami pada hari-hari sebelumnya. Masih seperti sebelumnya, karena ada pemicu atau tidak ada pemicu, tiba-tiba ada dorongan kuat dari dalam diri untuk meracau. Kepalaku terasa berkedut-kedut dan berat, lalu sekujur tubuhku mulai ingin melakukan hal yang repetitif. Kelenjar air mataku terasa meradang, sementara tenggorokanku tercekat.

Aku mencoba menjalani seperti apa yang dikatakannya: menyalakan alarm untuk satu jam ke depan kemudian menuliskannya. Namun, dorongan di dalam diriku menolakku untuk menulis. Ia menolak untuk dilihat, ditonton, diketahui, diidentifikasi, kemudian pada akhirnya dihilangkan. Yang aku ketahui saat ini, ada dua dorongan di dalam diriku: dorongan untuk bisa terus sadar seperti saat aku menulis ini, dan dorongan untuk gelisah. Keduanya ingin menguasai diri ini secara penuh dan tidak ingin disingkirkan secara penuh. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis #03 Dorongan itu Muncul lagi”

Terapi Menulis #02 Ia Semakin Mengerti Tanda-tanda Orang


“Jangan tuliskan apa-apa. Aku tidak ingin ketahuan. Jangan katakan apa-apa. Jangan temukan aku. Jangan ceritakan. Ujarkan pada dirimu sendiri. Kalian menyedihkan. Tidak mau. Aku takut dengan kalian.”

Ia meracau sendiri sembari menangis dengan lebih keras dari biasanya siang itu. Sebelumnya, ia memainkan melodi keyboar di kunci minor. Lantunan musik dan puisi sedih membawanya pada air mata, hingga ia mencoba membuka pintu itu. Pintu itu diganjal dari dalam; gelap dan tak terlihat apapun. Ada sesuatu–atau bahkan seseorang–di dalam sana. Ialah Sang Penjemput yang telah Warni ketahui juga bahwa keadaannya pun tidak baik-baik saja. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis #02 Ia Semakin Mengerti Tanda-tanda Orang”

Cerita Mawar #part 10 Perjamuan Kudus Pertama


Aku melakukan pengakuan iman percaya pada tanggal 2 desember 2018, dan aku mendapatkan perjamuan kudus pertama pada 20 Januari 2019. Aku tidak mengambil formulir jemaat perjamuan kudus yang mestinya aku isi. Aku tidak mengisi formulir dan berniat tidak mengambil perjamuan karena aku memang tidak mau. Aku merasa belum pantas, siap dan layak secara iman. Asher atau penerima tamu di gereja berkata kepadaku bahwa ada perjamuan kudus… aku menjawab ya aku tahu dan aku tidak mengambil. Asher akhirnya mempersilahkan aku masuk ruang ibadah kebaktian. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 10 Perjamuan Kudus Pertama”

Cerita Mawar #part 07 Terpaksa 01 Minggu yang Ekstrim


Pernahkah Anda berada dalam satu minggu yang penuh dengan distress, kejutan (bukan ulang tahun), pengambilan keputusan segera, prediksi masa depan kacau (putus kuliah, menjadi tulang punggung, knowledge-skill terbatas, masuk berita nasional). Izinkan aku untuk memberi penjelasan apa yang dimaksud sebelumnya.

Aku berada pada keluarga kristen protestan, aku di baptis anak saat bayi dan melakukan pengakuan iman tanggal 2 desember 2018. Baptis bayi ini menandakan orang tua menyerahkan anak kepada Tuhan, sedangkan pengakuan iman menandakan anak yang mengaku percaya sendiri di hadapan Allah bukan lagi karena orang tua. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 07 Terpaksa 01 Minggu yang Ekstrim”

Cerita Mawar #part 06 Pantaskah Aku Menyerah ?


Setiap orang di dunia ini pasti memiliki masalah yang beragam tentunya. Setiap orang juga memiliki keterampilan yang berbeda untuk mengatasi masalah tersebut. Pernahkah Anda mengalami stres dan seluruh dunia terasa tidak membantu?

Mari aku coba perjelas dengan topik psikologi dan adat atau aliran kepercayaan. Aku coba berikan contoh hal yang pernah terjadi dalam dunia kerja profesional. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 06 Pantaskah Aku Menyerah ?”