Aku, Peranku, Ruang Peranku, dan Berkontribusi, Sebuah Refleksi


Waktu masih bayi, ruang gerakku sebatas tempat tidur, dan selalu menempel pada orang tua yang mengendongku apabila diluar tempat tidur.

Waktu usiaku Balita, masih di bawah lima tahun, Ruang gerakku sebatas rumah, paling juga sesekali  ke rumah tetangga itu pun ditemani orang tua. Peranku lebih banyak sebagai buah hati yang menghibur atau juga merepotkan orang tuaku. Menghibur mereka dengan perkembangan kemampuanku bicara, berlari, melompat menari atau menyanyi. Banyak merepotkan pastinya, mereka mencucikan bajuku, menyiapkan makanku, bahkan juga menggendongku. Lanjutkan membaca “Aku, Peranku, Ruang Peranku, dan Berkontribusi, Sebuah Refleksi”

Percakapan di WhatsApp tentang Spiritualitas yang Bekerja dalam Diri


– Aku ingin retreat2 spiritual sprti di foto2 IG mas didi
Aku terbantu bgt kmrin selama souldrama dan sesi terapi 1 kali bersama Connie..

+ Setiap kau berproses Psikodrama (Souldrama) dapat juga kau jadikan itu Retreat mu,…
Setiap saat kau merasa perlu “berhenti sejenak” dan merefleksikan Masa Lalu, atau apa yg sudah kau lakukan,…itu adalah retreat,…
sebaiknya memang ada Mentor yg membimbingmu,…utk menjaga obyektivitas nya,…. Lanjutkan membaca “Percakapan di WhatsApp tentang Spiritualitas yang Bekerja dalam Diri”

Tahap Kehidupan Menurut Jawa Lewat Tembang Macapat


*WIS TEKAN NGENDI URIPMU ???*
Ada *11* fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa sbb :

*1. Maskumambang*

Simbol fase ruh/kandungan di mana kita masih “mengapung” atau “kumambang” di alam ruh dan kemudian di dalam kandungan yang gelap.

*2. Mijil*

Mijil artinya keluar. Ini adalah fase bayi, dimana kita mulai mengenal kehidupan dunia. Kita belajar bertahan di alam baru. Lanjutkan membaca “Tahap Kehidupan Menurut Jawa Lewat Tembang Macapat”

Perjuangan dan Komitmen akan Cinta, Playback Theatre Yogyakarta Pentas yang ke 5 di Beranda Seni Mbah Demang (lanjutan)


Cerita kedua

Adegan Pertama

Anak SD, Gadis, bermain di halaman bersama teman temannya. Om Bi lewat dan melihat sambil tersenyum.

Adegan Kedua

Di rumah Om BI yang banyak anak anak asuhnya, OM Bi menggambar komik dan bercakap dengan Gadis yang sudah SMP dan meminta kesediaannya menjadi Istri. Gadis SMP menolak karena masih kecil. Lanjutkan membaca “Perjuangan dan Komitmen akan Cinta, Playback Theatre Yogyakarta Pentas yang ke 5 di Beranda Seni Mbah Demang (lanjutan)”

Saat Jantungku Masih Berdetak, Aku Bersyukur,….


Awalnya biasa saja, seperti seseorang menemukan hal baru dan merasa bergairah. Jantung ku berdegup lebih kencang. Tapi ini gairah yang berbeda. Ini bukan rasa menyenangkan seperti degup jatuh cinta. Ini sensasi aura kemarahan yang terpapar melalui udara. Semacam itu kira-kira yang terimajinasikan dalam benakku. Tidak biasanya aku mendeteksi begitu cepat amarah seseorang dan ini bukan hanya sekali saja. Ku rasa sudah mulai mengalir melalui jalur listrik nirkabel. Mengapa ku bisa merasakan kemarahan seseorang dalam jarak yang tidak ku kenali, bahkan wajah orangnya pun ku tak dapat mengimajinasikannya. Lanjutkan membaca “Saat Jantungku Masih Berdetak, Aku Bersyukur,….”