Pelatihan Integritas dengan Metode Psikodrama


Integritas di sini aku maksudkan keselarasan antara tindakan, ucapan, pikiran dan perasaan. Keselarasan ini bakal terwujud bila seseorang berani jujur pada diri sendiri. Kejujuran pada diri sendiri dilatih dengan mulai mengenal perasaan yang dirasakan.

Psikodrama mengajak setiap orang menjadi Protagonis, aktor utama dari drama hidupnya. Seseorang diajak untuk meyakini bahwa apa yang terjadi dalam hidupnya sepenuhnya adalah tanggung jawabnya. Seseorang diajak untuk mampu melihat bahwa yang terjadi hari ini adalah konsekuensi dari pilihan-pilihan di masa lalunya, baik pilihan sadar maupun tidak sadarnya. Hal yang utama dari kemampuan ini adalah kemampuan mengenali perasaannya, baik saat ini maupun perasaannya pada masa lalu. Menurut “orang tua” banyak tindakan dilakukan berangkat dari perasaan ini. Sayangnya banyak orang tidak menyadari hal ini, lebih tepatnya tidak mau mengakui, maka langkah pertama adalah mengajak orang berani jujur pada perasaannya sendiri. Dengan berani jujur maka perasaan itu akan disadari, dan tindakan yang dilakukan akan mempertimbangakan konsekuensinya.

Mari kita mulai berpsikodrama mengikuti tahapannya:

Tahap Warming Up

Pada tahap ini dapat dilakukan Lokogram, dengan memilih titik, Benar, Baik, Jujur, (letakkan selendang/atau apa pun, pada tiga tempat berbeda di lantai) dengan instruksi: Apa yang paling penting dalam menjalani hidup, Jujur, Baik, atau Benar.  Silahkan berdiri di titik Jujur, Benar, atau Baik. Selanjutannya tiap peserta diminta menjelaskan pilihannya.

Jujur, Baik, dan Benar adalah nilai (value) yang mendukung Integritas. Di sini peserta di ajak untuk berani jujur pada diri sendiri. Melakukan sesuatu yang tidak benar (salah) boleh, melakukan hal yang tidak baik juga boleh, yang penting jujur. Memang dalam tahap warming up (pemanasan) ini dibangun suasana boleh salah, makin banyak melakukan kesalahan makin banyak belajar.

Teknik Sclupture, memahat membuat patung, atau mematung, dapat juga dilakukan. Peserta diminta menjadi pohon dengan tubuhnya, membentuk gesture pohon. Selanjutnya ditanya ia menjadi pohon apa. Diberi instruksi agar tidak berbicara, dan diminta berpasangan menjadi sebuah bentuk pohon. Jika sudah terbentuk berpasang-pasangan, salah satu orang ditanya menjadi pohon apa. tiap pasangan ditanya satu persatu. Sering pasangan yang menunggu giliran ditanya, ada yang bersepakat dan berbicara. Hal ini ditanyakan setelah semua pasangan ditanyai nama pohon.

Siapa yang selama proses tadi bersepakat, berbicara dengan pasangan untuk nama pohonnya. Bukankah tadi sudah diinstruksikan untuk tidak berbicara. Jika ada yang mengaku diberi apresiasi karena kejujurannya. Sedikit direfleksikan betapa sering orang mengusahakan untuk menjadi nampak benar, melakukan tindakan yang melanggar ketentuan, melakukan kecurangan, melakukan hal yang tidak jujur.

Tahap Action

Tawarkan pada peserta, siapa yang bersedia menjadi protagonis, (sesorang yang diminta kesediaannya menceritakan pengalamannya untuk didramakan). Apabila tidak ada dapat dilakukan Sosiometri (salah satu teknik dalam Psikodrama) untuk menentukan protagonisnya.

Protagonis diminta menceritakan pengalamannya pada masa lalu, saat ia melakukan kesalahan dan berani jujur mengakuinya. Pengalamannya itu akan dimainkan lagi (Playback). Jadi Dramanya adalah tentang kejujuran, keberanian bertanggungjawab dan konsekuensinya. (integritas).

Tahap Refleksi

Peserta diminta untuk berdiri melingkar. satu persatu dimintakan untuk mengungkapkan perasaannya sebelum acara, selama acara, dan membagikan pengetahuanya baru apa yang didapatkan selama proses. Acara ditutup dengan saling mengucapkan terima kasih dan bersalaman.

Selesai.

Yogyakarta, 10 Januari 2020

Retmono Adi

 

Menahan Diri, Serial White Rose (3)


Hai hai semua… aku D5 kembali lagi… aku bukanlah anak manja lagi saat ini. Tapi aku akan melanjutkan kisahku.

Kakak sekalian disaat aku memilih untuk mencoba selalu tersenyum, disanalah segalanya terjadi. Kelas 5 SD adalah awal dari semuanya. Mungkin aku terlalu cepat dewasa, harusnya aku bermain dengan kawan kawan dan sebagainya. Akan tetapi sejak sakitku mulai, aku tidak memiliki teman. Mereka mengganggapku merepotkan. Lanjutkan membaca “Menahan Diri, Serial White Rose (3)”

Asal Alami Tele #Tulisan 04 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Asal Alami Tele

 Ada dua komponen tele: (1) adalah preferensi antarpribadi; dan (2) timbal balik. Sebenarnya, ini membingungkan di lapangan, karena sering dalam tes sosiometrik ada non-timbal balik – apa yang kadang-kadang disebut “tele campuran” – sebuah istilah yang juga dapat membingungkan, ambivalensi. Lanjutkan membaca “Asal Alami Tele #Tulisan 04 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Terapi Menulis juga ; Nyanyian Iri Dengki ku


Suatu hari, entah kapan itu,aku pernah mendengar bahwa Iri itu katanya boleh, untuk dua hal ; satu bila kita iri terhadap orang kaya yang menggunakan kekayaannya untuk berjuang di jalan kebaikan, kedua iri terhadap orang pintar yang menggunakan kepintarannya untuk mengajari orang. Atau semacam itulah. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis juga ; Nyanyian Iri Dengki ku”

Tips Kepercayaan Diri atau Kesombongan?


Banyak orang berpikir mereka tahu, atau mereka menunjukkan kepada orang lain sikap yang mereka percaya sepenuhnya dalam apa yang mereka katakan atau lakukan. Memeriksa sejarah, jelas bagi saya bahwa tidak ada seorangpun yang harus benar-benar percaya diri, karena manusia tidak dapat mengetahui sepenuhnya dampak tindakan mereka. Kadar kerendahan hati minimal 10% optimal, dan dalam beberapa kasus, menaikkan tingkat keraguan sampai 60%. Itu sains. Coba lihat. Tapi kebanyakan orang tidak peduli dengan ini. Lanjutkan membaca “Tips Kepercayaan Diri atau Kesombongan?”

50 Tips untuk Siswa Magang


Ingatlah! Selain pendidikan Anda, cara transisi paling penting dari siswa menjadi profesional adalah Magang. Ini adalah pengalaman kerja kolaboratif dengan para profesional di bidang yang Anda minati dengan penekanan pada proses belajar dan bukan produktif. Hal ini dapat menjadi komitmen full time atau part time, untuk satu semester atau saat liburan. Dalam pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif saat ini, berbagai pengalaman magang sangat diharapkan oleh calon pemberi kerja. Tanpa hal-hal tersebut, anda dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Jangan menunggu sampai saatnya tiba, dan baru anda sadari bahwa anda tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati. Magang adalah bagaimana anda dapat memastikan nilai jual anda.

Lanjutkan membaca “50 Tips untuk Siswa Magang”

Saya Sudah Gila Kalau Hanya Ingin Dikasihani


Akhirnya saya mencapai tahap ini juga, saya gila. Saya tertawa, menangis, tanpa dapat saya control. Saya kebingungan, amarah saya menggelegak, dan yang saya butuhkan hanya mengasihani diri sendiri, ingin meminta orang lain peduli, tapi tidak ada yang peduli…jadi yang saya lakukan hanya marah, lanjut tertawa, lanjut menangis, bahkan tanpa saya rasakan. Tapi saya tahu, saya dapat menghilangkan kegilaan ini, rasa marah ini, tapi saya tidak mau, saya ingin membunuh orang, ingin berteriak, ingin memukul tembok….tidak ada yang saya lakukan, saya mengurung semuanya di dalam, jadi yang saya lakukan kembali lagi seperti tadi, tertawa menangis. Lanjutkan membaca “Saya Sudah Gila Kalau Hanya Ingin Dikasihani”