Gerimis dan Kenangan, Aku Tetap Bertahan


Tiba tiba saja terbersit kenangan,

Gerimis di luar kali ini  melalui semilir angin membelai kulitku. Dingin menjalar keseluruh tubuhku, merasuk dalam mengusik syaraf syarat ingatanku, menguak memori emosiku. Muncul kenangan peristiwa peristiwa pada saat gerimis tiba.

Kucoba susun keping keping kenangan itu, mulai dari rasa yang mulai menyerbu. Waktu besliweran tak menentu. Aku tak mampu menangkap wujud baku.

Rintik gemerintik ibarat musik, titik titik air berisik bersautan, saat menerpa genting tanah rumah kontrakkan. Tak hendak kuganti dengan orkestra dari youtube di laptop. Biarlah rasa ini tetap menyelimuti, meski kenangan tak tergambar jelas dalam ingatanku.

Aku coba bertahan, memegang rasa, meski tak sanggup menggambar peristiwanya. Kudedikasikan pada realita, yang sering aku angap ilusi semata.

ya,…pasti gerimis akan reda, atau malah mungkin tanda badai akan melanda ?

Gerimis dan kenangan, aku tetap bertahan.

 

Yogyakarta, 20 Mei 2020

…….saat gerimis tak rela didahului senja.