Cope with the Toxic Person, Tanya Jawab di WhatsApp


Muslimah :

Mas, aku mau nanya.

Waktu malam itu, bu F….. cerita tentang toxic friend di tempat kerjanya. Kalau menghadapi individu begitu cukup diminimalisir saja interaksinya (interaksi yang penting-penting dan perlu saja).
dan memaklumi kalau dia sebagai individu yang bermasalah.
Apa begitu saja atau ada hal lain ya mas sebagai tambahan cope with the toxic person?

Kalau dalam keluarga atau pasangan yang memang sudah menjadi bagian dari hidup kita dan kemungkinannya kecil untuk meminimalisir pertemuan gimana ya mas? Lanjutkan membaca “Cope with the Toxic Person, Tanya Jawab di WhatsApp”

50 Tips untuk Siswa Magang


Ingatlah! Selain pendidikan Anda, cara transisi paling penting dari siswa menjadi profesional adalah Magang. Ini adalah pengalaman kerja kolaboratif dengan para profesional di bidang yang Anda minati dengan penekanan pada proses belajar dan bukan produktif. Hal ini dapat menjadi komitmen full time atau part time, untuk satu semester atau saat liburan. Dalam pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif saat ini, berbagai pengalaman magang sangat diharapkan oleh calon pemberi kerja. Tanpa hal-hal tersebut, anda dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Jangan menunggu sampai saatnya tiba, dan baru anda sadari bahwa anda tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati. Magang adalah bagaimana anda dapat memastikan nilai jual anda.

Lanjutkan membaca “50 Tips untuk Siswa Magang”

“I Stand on the Right Side”… Really?


Wandering Wondering Mind

AVA dukungan Intan Jeanie AVA dukungan Intan Jeanie

Beberapa hari ini beberapa orang di media sosial ramai-ramai mengganti AVA-nya dengan gambar yang mendukung salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Tidak ada masalah sih dengan hal ini, wong masa kampanye sudah resmi dimulai beberapa hari yang lalu dan orang tentu bebas mau mendukung capres yang mana. Patut dicatat pula, saya tidak bermaksud berkampanye untuk salah satu capres. Buat saya, kampanye untuk pemilihan presiden tahun ini sudah sampai pada tahap yang berlebihan, bahkan mengganggu, saking riuh rendahnya, sehingga saya memutuskan untuk tidak membahas pemilihan presiden di akun media sosial saya.

Tapi, terlepas dari riuh rendahnya kampanye, yang membuat saya terganggu tiap kali melihat gambar dukungan itu adalah penggunaan bahasa Inggrisnya. Contohnya seperti gambar di samping ini. Bukannya mau sok tahu soal bahasa Inggris, tapi bolehlah saya membagi sedikit dari apa yang saya pelajari secara disiplin ilmu selama beberapa abad dasawarsa terakhir ini.

Jadi ada masalah apa dengan…

Lihat pos aslinya 1.098 kata lagi

CARI MUKA ADALAH SKILL…???


sebuah diskusi yang diawali pertanyaan oleh Kinki Rovelt Vinsensius Sitorus :

” knp org yg cari muka yg tidak ada isinya lbh banyak dikasih kesempatan drpd orang yg tidak bisa mencari muka yg punya keinginan kuat u/ dpt lebih? pdhal saya sering mendengar cari muka itu adlh skill ?”

…dan mengalirlah kristal-kristal pemikiran para praktisi. kusalin disini agar lebih banyak yang terlibat berdiskusi,….

Syahrezal .Simple sih pak Kinki, karena mereka menunjukkan keinginan dan ketertarikannya dan mampu menjual diri untuk mendapat promosi. Ya memang ini merupakan skill mirip sales menjual produk 🙂 Untuk menjadi anggota DPR saja orang perlu menunjukkan keinginan dan niat baiknya dahulu untuk membantu rakyat baru kemudian dia dipilih oleh rakyat. Kalau anda tidak menunjukkan keinginan dan niat baik anda mana mungkin orang mengetahui keinginan anda tersebut. Lanjutkan membaca “CARI MUKA ADALAH SKILL…???”