Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp


Shalom. Selamat sore Mas Adi. Saya Rani, psikolog Samarinda, pernah ikut pelatihan psikodrama Mas Adi di kampus Untag. Mau berkonsultasi, Mas tentang psikodrama

Ya,..gimana?

Mas Adi, permisi konsultasi via WA ya mas.
Saya sekarang kerja di RSJ, mas. Saya ada rencana mau adakan kegiatan Dinamika Kelompok di pasien rawat inap, salah satu sesinya dengan psikodrama. Apakah mas Adi ada saran atau pernah berkegiatan dengan pasien ODGJ mas? Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp”

Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder


Pada tanggal 27 Maret 2021, Aku memfasilitasi terapi Psikodrama Online via Zoom Meeting, dengan teknik pertukaran peran ( Role Reversal ) mengolah permasalahan Perfeksionis dengan Minder atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Sebelum proses dimulai aku menyarankan kepada peserta untuk mengganti nama aslinya menjadi nama binatang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga privasi dan memberi keberanian lebih untuk bereksplorasi.

Yuks kita mulai, Lanjutkan membaca “Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder”

Tujuan Psikodrama adalah Perubahan Kesadaran dan Perilaku


Beberapa profesional yang tidak pernah mengalami psikodrama dalam jangka waktu yang lama, takut akan hal itu sebagai metode terapeutik. Banyak yang cenderung mendramatisasi prosesnya dan menekankan dugaan bahayanya. Yang lain membesar-besarkan kebajikannya dengan cara yang naif dan dangkal yang melanggar etika paling dasar dari psikologi sosial. Kedua kelompok ini tidak menyadari upaya yang relatif baru yang telah dilakukan untuk menyelidiki, secara ilmiah, potensi terapeutik psikodrama. Maka  Adam blatner, menawarkan istilah baru: Eksplorasi Tindakan

Dalam arti tertentu, dipandang sebagai cara meningkatkan kesadaran, berbagi aktivitas yang lebih dari sekedar berbicara, dan melalui tindakannya, berinteraksi dan bereksperimen. Lanjutkan membaca “Tujuan Psikodrama adalah Perubahan Kesadaran dan Perilaku”

Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis


Namanya Prita. Tidak ada nama belakang. Seorang perempuan. Saat menginjak usia ke sepuluh, ia mulai hidup sebatang kara. Sejak kecil ia tidak tahu siapa ayah kandungnya bahkan hingga dewasa. Sebelum ibunya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri, Prita kecil sering mengajak ibunya bicara di kamar dalam sebuah kos-kosan sederhana, tapi hanya sedikit respon yang kerap diterimanya. Tidak ada yang bisa diajaknya bicara selain tetangganya. Seorang ibu-ibu paruh baya yang tinggal bersama dengan cucunya di kamar sebelah, orang pertama yang mengajarinya baca tulis dan naik sepeda. Orang pertama yang menumbuhkan kecintaannya pada buku tepat sebelum Prita tinggal di panti asuhan. Lanjutkan membaca “Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis”

Psikologi yang Mempertimbangkan Budaya dalam Keluarga


Berdasar pengalamanku memfasilitasi Workshop Psikodrama, dan praktek konseling, aku menemukan pola yang menarik. Pola yang dapat dijadikan dasar untuk memahami pola perilaku psikologi individu. Khususnya Individu dengan latar budaya etnis budaya tertentu. Individu yang tumbuh dari budaya yang kuat memiliki pola pola perilaku tertentu berdasarkan interaksi yang terjadi berdasar budaya yang diyakini. Lanjutkan membaca “Psikologi yang Mempertimbangkan Budaya dalam Keluarga”

Psikodrama Dapat Sangat Berbeda Pada Setiap Kali Praktek, Sebuah Testimoni dari Bandung


Sebuah tanggapan dari teman Psikodrama di Bandung, Iip Fariha, dari tulisan hari ini tentang Sosiometri untuk Membangun Sinergi. Awalnya aku share tulisan ini ke WA nya, dan kami berdialog sebagai berikut:

I : Kamu baik sekali menjelaskan proses dan definisinya. Bagi pemula menjadi lebih terbayang apa yang harus dilakukan.

A: Syukurlah…dapat jelas dimengerti🙏🙏🙏
Lanjutkan membaca “Psikodrama Dapat Sangat Berbeda Pada Setiap Kali Praktek, Sebuah Testimoni dari Bandung”

Ceritaku Hari Ini, Komunitas Caregiver ODGJ di Yogyakarta.


Hari ini aku ikut Misa khusus untuk Komunitas Caregiver ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) Yogyakarta. Beberapa orang saja yang hadir, tidak lebih dari lima belas orang. Aku senang mengikuti misa dengan sedikit yang hadir, terasa lebih akrab dan menyatu. Lanjutkan membaca “Ceritaku Hari Ini, Komunitas Caregiver ODGJ di Yogyakarta.”

Psikodrama Membuat Kebahagiaan Tercipta Pengalaman Praktek di Solo


Pengalaman Praktek Psikodrama untuk mengisi Ice Breaking dalam acara ulang tahun pernikahan hari Jumat 18 okt 19 pukul.19.30 WIB

Seminggu sebelumnya, pasutri Bpk/Ibu Handoko meminta rumahnya untuk ketempatan komsel, karena sekalian perayaan ulang tahun pernikahannya.

Saya diminta mengisi ice breaker nya. ya sudah saya minta peserta bawa slayer ya….. Lanjutkan membaca “Psikodrama Membuat Kebahagiaan Tercipta Pengalaman Praktek di Solo”

Sharing Pengalaman Psikodrama, Playback Theatre Kelahiran Adikku di Yogyakarta


Sebenarnya malam itu Aku belum benar-benar terlelap, Jack. Aku masih saja merasakan emosi-emosi yang tertinggal setelah aku memainkan peran tadi. Biar aku ceritakan lebih detailnya.

Malam itu, aku bertemu mas Didi. Itu loh, seorang praktisi psikodrama yang pernah kamu ceritakan padaku. Siang itu kamu menceritakan bahwa ada istilah “Psikodrama” yang sepertinya perlu aku ikuti kapan-kapan ketika dia melakukannya di Bandung. Lantas aku bertanya disela-sela ceritamu. Lanjutkan membaca “Sharing Pengalaman Psikodrama, Playback Theatre Kelahiran Adikku di Yogyakarta”

Satu Kata yaitu Menyenangkan, Kesan Saat Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar


Pada hari Selasa tersebut, saya dan kawan-kawan melaksanakan kegiatan bermain Psikodrama bersama 15 andik yang telah kami pilih sesuai dengan kriteria yang telah kami tentukan dari 160-an andik yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Kegiatan kami laksanakan dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Rancangan kegiatan dari warming up terlebih dahulu dengan di mulai dari pengenalan diri dengan berpose, setelah itu dilanjutkan dengan sosiometri, lokogram, dan sculpture. Setelah warming up, dilanjutkan dengan action.

Action berupa “memaafkan” dan teknik membayangkan masa lalu/masa depan. Dalam pelaksanaannya, karena waktunya tidak cukup jadi yang teknik “membayangkan” tidak jadi dilakukan. Setelah semua kegiatan dilakukan, kami menutupnya dengan reflection dari keseluruhan kegiatan.

Kesan saya mengenai kegiatan yang kami lakukan ini jika misal diungkapkan dalam satu kata yaitu menyenangkan. Tidak ada lagi yang bisa saya ungkapkan selain itu. Walaupun memang kegiatannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, tapi saya benar-benar menikmati kegiatan ini.

Surakarta, 6 Agustus 2019

Hajjy