Playback Theater dan Psikoterapi (Healing)


Playback theater pada awalnya disajikan sebagai improvisasi dari teater. Kekuatan dari bentuk teater ini adalah pada terlibatnya para penonton sebagai penulis cerita, penuh spontanitas dan tidak membutuhkan persiapan yang lama. Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri yang signifikan pada para pelajar SMU yang berperan sebagai aktor di bidang ini. Mereka yang terlibat aktif di bidang ini memiliki resiko yang lebih kecil terhadap penyalagunaan obat-obatan. Beberapa rumah sakit melibatkan para perawat sebagai aktor dan para pasien sebagai penonton dalam playback theater, melaporkan naiknya optimisme hidup, kesembuhan dan tingkat kepuasan terhadap layanan.

Penelitian lain menunjukkan, peningkatan kohesifitas karyawan perusahaan, setelah secara reguler diadakan playback theater. Selain hal diatas, Playback theater dapat memiliki fungsi sebagai healing process, karena dalam Playback terdapat penerimaan kisah tanpa syarat. Si Pencerita dapat menceritakan kisahnya tanpa dievaluasi dan dihakimi. Kondisi inilah yang dibutuhkan dalam proses healing. Proses penceritaan ulang yang dilakukan oleh si pencerita memiliki peranan penting dalam proses healing. Saat si pencerita memutuskan untuk menceritakan kisahnya, pada titik inilah Si Pencerita memilih untuk membuka luka lama yang belum tersembuhkan.

Pada proses ini si Pencerita akan kembali mengangkat unfinish bussines-nya. Perasaan-perasaan negatif yang belum terselesaikan di masa lalu akan dikeluarkan, kemarahan, kesedihan, ketakutan akan dikeluarkan. Pada tahap ini, tampaknya kondisi si Pencerita memburuk, tetapi jika konduktor memiliki ketrampilan yang cukup, maka situasi ini adalah awal dari pemulihan.

Konduktor membantu agar energi emosi negatif yang selama ini tersimpan rapi dan ditekan dalam ketidak-sadaran si Pencerita dikeluarkan. Seringkali, Si Pencerita akan menangis dengan keras, menjerit atau berteriak dan tubuhnya bergetar. Disinilah konduktor berperan sebagai therapis, sentuhlah dengan lembut, tunjukkan dukungan dan sikap empatik. Bawalah si pencerita ke luar panggung menuju tempat lain yang lebih sepi. Mintalah si pencerita untuk menceritakan lebih banyak lagi tentang kepedihannya, menamai emosinya dan mengekpresikannya. Dorong dan ijinkan si Pencerita untuk mengekspresikan emosi negatifnya.

Sebagai therapis, konduktor harus memiliki kepekaan, terampil untuk menggali cerita, membantu si pencerita menamai emosinya, dan menunjukkan empati. Pada tahap tersebut, konduktor harus menunjukkan sikap empatinya, jangan menasehati, atau mencoba menghentikan tangis si Pencerita. Si Pencerita akan mengalami katarsis atau pelepasan enargi emosi yang negatif. Setelah menyelesaikan tahap ini, Si Pencerita akan merasakan kelegaan. Jika si pencerita merasa sudah siap, ajaklah kembali ke ruangan.

Tawari lagi agar kisahnya dimainkan ulang. Hargai pilihan si Pencerita, jika dia tidak menginginkan dimainkan ulang. Proses memainkan ulang pasca katarsis memiliki peranan penting, pada tahap ini, terjadi reframing. Subjek akan melihat lagi pengalamannya tetapi dengan jarak.

Hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan penggunaan Playback Theater adalah penggunaan metode ini pada daerah endemi konflik. Proses penceritaan yang dilakukan oleh seorang pencerita mungkin dapat menimbulkan histeria massa, khususnya jika kisah yang diceritakan merupakan trauma kolektif para penonton. Oleh karena itu, penggunaan playback theater di daerah endemi konflik, memerlukan persiapan khusus. Diperlukan tim yang berperan sebagai pembantu konduktor jika terjadi histeria massa.

Peran mereka adalah mendampingi para penonton yang menjadi histeris dan menjadi pemimpin terapi kelompok. Jika banyak penonton yang mengalami histeria, yang perlu dilakukan adalah memeluk dan memegang mereka. Mintalah mereka untuk saling berpelukan dan mendukung satu dengan yang lain. Pada tahapan ini, playback theater perlu dihentikan. Para penonton diajak masuk dalam kelompok , dan memulai proses terapi kelompok.

 

* dicuplik dengan sedikit penyesuaian dari

Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )

oleh BOEDI POERNOMO
Direktur Artistik Teater Putih