Sharing Pengalaman, Psikodrama, Playback Theatre dan Kelahiran Adikku di Yogyakarta


Sebenarnya malam itu Aku belum benar-benar terlelap, Jack. Aku masih saja merasakan emosi-emosi yang tertinggal setelah aku memainkan peran tadi. Biar aku ceritakan lebih detailnya.

Malam itu, aku bertemu mas Didi. Itu loh, seorang praktisi psikodrama yang pernah kamu ceritakan padaku. Siang itu kamu menceritakan bahwa ada istilah “Psikodrama” yang sepertinya perlu aku ikuti kapan-kapan ketika dia melakukannya di Bandung. Lantas aku bertanya disela-sela ceritamu. Lanjutkan membaca “Sharing Pengalaman, Psikodrama, Playback Theatre dan Kelahiran Adikku di Yogyakarta”

Perjuangan dan Komitmen akan Cinta, Playback Theatre Yogyakarta Pentas yang ke 5 di Beranda Seni Mbah Demang (lanjutan)


Cerita kedua

Adegan Pertama

Anak SD, Gadis, bermain di halaman bersama teman temannya. Om Bi lewat dan melihat sambil tersenyum.

Adegan Kedua

Di rumah Om BI yang banyak anak anak asuhnya, OM Bi menggambar komik dan bercakap dengan Gadis yang sudah SMP dan meminta kesediaannya menjadi Istri. Gadis SMP menolak karena masih kecil. Lanjutkan membaca “Perjuangan dan Komitmen akan Cinta, Playback Theatre Yogyakarta Pentas yang ke 5 di Beranda Seni Mbah Demang (lanjutan)”

Mengapa Moreno Memilih Istilah Protagonis dalam Psikodramanya ?


Ini othak athik gathuk saja, sekalian menjaga tradisi sebagian cara berpikir orang Jawa. Salah satu alur logika dalam membangun makna yang belum tentu ada fakta empiris maupun teori yang mendukungnya. Karena tulisan ini bukan jurnal ilmiah, maka feel free aja, aku membagikannya. 🙂 Secara lesan dalam workshop sering juga saya sampaikan, untuk menekankan pentingnya Pribadi manusia, seperti yang diharapkan Moreno. Lanjutkan membaca “Mengapa Moreno Memilih Istilah Protagonis dalam Psikodramanya ?”

Curahan Hati Pengelola Kegiatan Psikodrama di Yogyakarta


Saya seorang pengelola kegiatan Psikodrama di Yogyakarta. Sampai saat ini sudah mengelola 3 kali event. Setiap event, saya menemukan keseruan yang berbeda, yang mengalir aja secara spontan mengikuti ekspresi peserta dan temuan director. Saking spontannya, judul event yang disiapkan sejak awal promosi  dapat berubah begitu saja pada waktu didramakan. Perubahan yang tanpa briefing apa pun, tetap jadi alur yang berdampak bagi pesertanya. Lanjutkan membaca “Curahan Hati Pengelola Kegiatan Psikodrama di Yogyakarta”

Sopir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Selama 23 tahun, aku merasa hidupku terkesan begitu-begitu saja, lempeng-lempeng saja. Aku selalu berusaha mengatakan dan melakukan banyak hal agar orang lain senang, sedangkan aku terkadang merasa sebaliknya. Sejak kecil hingga sekarang hidupku selalu menuruti keinginan orangtuaku. Aku harus juara kelas. Aku harus mendapatkan beasiswa. Aku harus menang lomba. Aku harus ini dan kemudian itu. Lanjutkan membaca “Sopir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

Cerita Mawar #part 19 Plot Twist Mimpiku


Suatu hari ada seorang mahasiswa semester 4. Namanya Kenanga, ia sedang stress pada mata kuliah penelitian kuantitatif. Stress karena teman di kelompoknya ada yang sakit, dan ada yang sering berhalangan hadir. Tibalah pada hari UAS dalam bentuk lisan. Ujian ini membawa beban psikis, karena dosennya terkenal garang, horor banget suasananya. Namun hal ajaibpun terjadi. Dosen tersebut malah mengajak guyonan, canda tawa pun meliputi ruangan tersebut. Di ruang ujian itu ada juga teman-teman lain yang beda kelompok. Akhirnya setelah ujian Kenanga dan teman-temannya pun pergi bersama ke tempat perbelanjaan. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 19 Plot Twist Mimpiku”

15 Aturan Dasar sebagai Panduan bagi Praktisi Psikodrama oleh Zerka T. Moreno


Moreno Academy, Beacon, N.Y.

Pertumbuhan permintaan akan pekerja berketrampilan psikodrama telah membuat kita memperhatikan kebutuhan untuk menstruktur suatu pernyataan komprehensif dari aturan-aturan fundamental[1] dalam praktik metode ini, dan survei dan penjelasan singkat mengenai berbagai versi intervensi psikodramatis. Survei-survei lain metode ini telah menjelaskan beberapa darinya,[2] tapi penting untuk memiliki sejumlah aturan dasar untuk menjadi panduan bagi praktisi. Lanjutkan membaca “15 Aturan Dasar sebagai Panduan bagi Praktisi Psikodrama oleh Zerka T. Moreno”