Apakah dengan Menikah ( tidak ) Bisa Bahagia? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 02


Aku terlahir dan dibesarkan dari keluarga yang cukup rumit dan bergejolak. Sebagai seorang anak yang sudah cukup hafal dengan segala jenis konflik keluarga dan pernikahan, sejak remaja aku telah terbiasa memandang kehidupan pernikahan sebagai suatu hal yang rumit, berat, dan tentunya tidak mudah. Khususnya sejak ibuku meninggal dunia, kemudian ayahku menikah lagi untuk ketiga kalinya. Lanjutkan membaca “Apakah dengan Menikah ( tidak ) Bisa Bahagia? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 02”

Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban


Aku yang lahir awal 70-an, masih bisa dianggap Generasi Y, dan jelas masuk dalam kategori Urban Digital. Awalnya belajar menulis di papan tulis dengan kapur, sekarang dapat belajar dari berbagai belahan dunia sambil asyik ngemil di dapur.

Aku juga dapat menyebut diriku Generasi 90-an, yang mengalami perubahan secara bertahap perkembangan teknologi informasi digital. Dalam berkomunikasi jarak jauh, dari lewat telpon koin dengan hanya bicara, sekarang sudah dapat dengan video call saling bicara dan bertatap muka secara bersama. Lanjutkan membaca “Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban”