Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, M.D., T.E.P.


(Presentasi pertama di Konferensi IAGP, London, Agustus, 1998, dengan revisi, kembali dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Group Psychotherapy dan Psikodrama pada 9 April 1999.) Revisi dan diterbitkan lagi di website, Mei 2, 2006.)
________________________________________
Pondasi Teoretis Psikodrama telah berevolusi dan diperdalam dalam generasi terakhir.

Beberapa poin penting akan dibahas di bawah ini: Lanjutkan membaca “Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, M.D., T.E.P.”

Mengapa Moreno Memilih Istilah Protagonis dalam Psikodramanya ?


Ini othak athik gathuk saja, sekalian menjaga tradisi sebagian cara berpikir orang Jawa. Salah satu alur logika dalam membangun makna yang belum tentu ada fakta empiris maupun teori yang mendukungnya. Karena tulisan ini bukan jurnal ilmiah, maka feel free aja, aku membagikannya. πŸ™‚ Secara lesan dalam workshop sering juga saya sampaikan, untuk menekankan pentingnya Pribadi manusia, seperti yang diharapkan Moreno. Lanjutkan membaca “Mengapa Moreno Memilih Istilah Protagonis dalam Psikodramanya ?”

Cerita Mawar #part 04 Menjadi Mahasiswa Psikologi


Saat pendaftaran kuliah aku sempat bingung mau kuliah dimana, aku sempat berfikiran untuk melarikan diri dengan cara kuliah di luar kota, namun biaya terbatas sangat saat itu. Sempat terbesit masuk Teologia namun tidak disetujui keluarga. Akhirnya akupun pergi mencari informasi kampus yang super terjangkau saat itu, daftarlah dikampus tersebut. Akupun mengikuti tes berupa matematika, bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Setelah Tes tersebut aku diberi kabar bahwa ada psikotes tambahan bernama Tes kerohanian dan saat dicari di Internet ternyata tes itu satu paket dengan MMPI dan NAPZA. Karena takut kondisi psikisku yang kacau akan diketahui keluarga, akupun menolak lanjut tes meskipun keluarga sudah mengatakan tidak apa tes saja, hal ini karena adanya ketidak-percayaan akan kondisi keluarga. Akhirnya akupun ganti cari kampus lain. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 04 Menjadi Mahasiswa Psikologi”

Resolusi 2019 Memang Perlu, Kok…….


…..jadi kuputuskan membuat resolusi untuk tahun 2019 nanti. Sebagai arah dan dasar bagi tindakan yang akan aku lakukan. Aku bikin yang paling realistis berdasarkan capaian tahun ini. Juga kupilih cukup satu saja yang itu dapat menjadi indikator bagi aktivitas lain, baik yang mendukung (sebagai prasyarat terwujudnya) atau pun menjadi hasil impact nya. Dengan aku menentukan satu resolusi ini, maka dapat terlihat capaian apa saja yang telah terwujud dan langkah berikutnya yang dapat dicapai lagi.

Oh ya, Resolusi tahun 2019 ku adalah, retmono.wordpress.com dibaca atau dibuka 100 ribu kali (sekarang sudah 65 ribuan kali). Capaian ini dapat dilihat dari statistik-nya yang update setiap saat. Simpel kan? πŸ™‚

Sengaja kubuat sederhana, mudah diingat, namun jelas sesuai dengan tujuanku sebagai Praktisi Psikodrama. Aku ingin makin banyak orang Indonesia mengenal Psikodrama, merasakan Psikodrama, dan mampu menerapkan Psikodrama. Aku ungkapkan ini agar banyak orang tahu dan membantu menyebarkan ke lebih banyak orang lagi.

Mohon saran dan masukannya. Maka dengan demikian resolusi yang kuputuskan ini menjadi bermanfaat.

Terima kasih

 

Retmono Adi

Salam Manis dari Fakultas Psikologi Universitas Selamat Sri Kendal


Nama saya Erna Nurul Hikmah dari Fakultas Psikologi Universitas Selamat Sri, saya akan menuliskan kesan saya saat mengikuti Psikodrama yang dibimbing langsung oleh pakar psikodrama bapak Retmono Adi. Awalnya saya penasaran, antusias sekali untuk mengikutinya, dan tidak sabar, tapi juga ada sedikit rasa takut. Saya tidak menyangka akan bertemu dengan ahli psikodrama bapak Retmono Adi. Saya sangat senang sekali karena saya bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan suatu kehormatan tersendiri bagi saya bisa bertemu dengan pakar psikodrama. Lanjutkan membaca “Salam Manis dari Fakultas Psikologi Universitas Selamat Sri Kendal”

Seorang Confabulator Amatir


Saya seorang confabulator amatir. Amatir hanya berarti bahwa saya tidak dibayar untuk ini. Atau haruskah saya mengatakan, “Anda tidak bisa membayar saya untuk melakukan ini?”? Dan untuk con-fabulate berarti membuatnya terwujud.

Awalnya ini adalah istilah medis yang mengacu pada orang yang karena demensia ringan tidak tahu mereka telah melakukannya. Kita membutuhkan sebuah kata yang sedikit lebih kuat daripada bersandiwara, tapi itu dilakukan oleh penulis fiksi dan orang lain yang berimprovisasi terhadap realitas seolah-olah nyata. Ini mungkin berbeda sampai tingkat pemikiran kreatif, tahu secara eksplisit bahwa apa yang mereka buat tidak nyata, atau bukan realitas yang sama dengan yang dirasakan orang lain. Tapi bagaimanapun, saya mewujudkannya. Lanjutkan membaca “Seorang Confabulator Amatir”

Testimoni Workshop Psikodrama di Medan : PSYCHODRAMA = EMOTION RELEASE


29 Oktober 2017….
Satu hari setelah saya mengikuti WORKSHOP PSIKODRAMA.

Ada perasaan yang membekas begitu dalam pada diri saya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Awal ketertarikan saya mengikuti workshop ini karena tokoh idola saya (seorang Psikolog bergelar Doktor yang memiliki Biro di Lampung) sudah mengikuti workshop ini lebih dahulu. Dan berdasarkan testimoni beliau bahwa melalui teknik ini kita bisa menjadi “menerima diri” dan “out of the box”.

Oke..sampai pada titik itu saya tahu saya sangat butuh pelatihan ini. Meski ada sedikit kekhawatiran, akankah saya merasa nyaman mengikuti workshop ini karena tidak ada satu teman sejawat yang saya kenal mengikuti workshop tersebut. Yang membulatkan tekad saya untuk ikut karena ada Sekjen HIMPSI SUMUT yang sebelum workshop sudah intens komunikasi via WA dengan saya. Lanjutkan membaca “Testimoni Workshop Psikodrama di Medan : PSYCHODRAMA = EMOTION RELEASE”