7 Langkah Terapi Singkat Berfokus Solusi, Solution-Focused Brief Therapy (SFBT Techniques)


Solution-Focused Therapy adalah pendekatan yang memberdayakan klien untuk memiliki kemampuan mereka dalam memecahkan masalah kehidupan. Daripada psikoterapi tradisional yang berfokus pada bagaimana suatu masalah berasal, SFT memungkinkan fokus yang berorientasi pada tujuan untuk pemecahan masalah. Pendekatan ini memungkinkan diskusi berorientasi masa depan, daripada diskusi berorientasi masa lalu untuk menggerakkan klien ke depan menuju penyelesaian masalah mereka saat ini. Lanjutkan membaca “7 Langkah Terapi Singkat Berfokus Solusi, Solution-Focused Brief Therapy (SFBT Techniques)”

Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung


Hari ini saya menemukan & berkata pada diriku yang berada di hadapanku:

Setiap orang diuji pada hal/titik yang baginya, adalah titik terlemahnya. Lanjutkan membaca “Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung”

Apa Perbedaan Kebahagiaan dan Kesuksesan?


Apa perbedaan kebahagiaan dengan kesenangan?

Kesenangan dicapai dari hal-hal bersifat fisik atau duniawi yang menghasilkan kepuasan sementara/sewaktu-waktu bisa tidak lagi dirasakan. Kebahagiaan dan kesenangan adalah 2 jalan yang berlawanan. Jika kita memilih jalan kesenangan, sebenarnya kita menjauhi kebahagiaan.

Jalan kesenangan sering terlihat menarik, indah, menggairahkan, dan menjanjikan, menawarkan kemudahan dan kenikmatan segera. Hal ini sesuai dengan kecenderungan setiap orang untuk serba cepat dan mudah. Jalan kebaikan (ctt. menuju kebahagiaan) bersifat kebalikan. Jalan kebaikan sering terlihat sulit, berliku-liku, mendaki, dan penuh tantangan. Lanjutkan membaca “Apa Perbedaan Kebahagiaan dan Kesuksesan?”

Cerita Mawar #part 04 Menjadi Mahasiswa Psikologi


Saat pendaftaran kuliah aku sempat bingung mau kuliah dimana, aku sempat berfikiran untuk melarikan diri dengan cara kuliah di luar kota, namun biaya terbatas sangat saat itu. Sempat terbesit masuk Teologia namun tidak disetujui keluarga. Akhirnya akupun pergi mencari informasi kampus yang super terjangkau saat itu, daftarlah di kampus tersebut.

Akupun mengikuti tes berupa matematika, bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Setelah Tes tersebut aku diberi kabar bahwa ada psikotes tambahan bernama Tes kerohanian dan saat dicari di Internet ternyata tes itu satu paket dengan MMPI dan NAPZA. Karena takut kondisi psikisku yang kacau akan diketahui keluarga, akupun menolak lanjut tes meskipun keluarga sudah mengatakan tidak apa tes saja, hal ini karena adanya ketidak-percayaan akan kondisi keluarga. Akhirnya akupun ganti cari kampus lain. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 04 Menjadi Mahasiswa Psikologi”

Sebuah Kata Pengantar Gambaran Umum, Buku Psikologi Holistik ( Well-Being, Psikologi Positif )


Buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang psikologi manusia dalam istilah yang jelas, dan menghindari istilah yang tidak perlu. Ini adalah lebih pada person-centered daripada  ‘technically’ oriented dan memberikan kerangka acuan merangkul untuk membantu dalam mengintegrasikan pemahaman pribadi dari diri sendiri dan orang lain.

Asumsi dasar psikologi Barat modern adalah menafsirkan ulang secara kritis dan dibawa ke perspektif holistik dan universal, salah satu bagian yang dikembangkan di Vedanta. Menyatakan ‘lower’ psikologi menangani sebagian besar dengan pengkondisian tubuh, keinginan egois, penyakit psikis, dan terutama yang berorientasi masa lalu, dan ‘higher’ psikologi lebih berfokus pada kesehatan psikis, kesadaran, potensi maksimal manusia dan tantangan pengembangan pribadi dan spiritual. Lanjutkan membaca “Sebuah Kata Pengantar Gambaran Umum, Buku Psikologi Holistik ( Well-Being, Psikologi Positif )”

Saya dan Psikodrama demi Self Compassion


Psikodrama, pada awal mengetahui kata psikodrama jujur tidak terbesit sedikitpun untuk mencicipi, apa lagi hingga terlibat langsung di dalamnya. Ditambah pada awalnya, perkenalan dengan “psikodrama” sendiri terjadi secara kurang baik-baik. Hal ini dikarenakan, sempat saya dan seorang rekan ingin mengadakan kegiatan bertemakan psikodrama, namun tidak berhasil. Hanya ada dua orang peserta pada saat itu yang pada akhirnya, membuat saya harus memutuskan untuk membatalkan kegiatan ini.

Singkat cerita, beberapa tahun kemudian pada suatu siang ada seorang teman yang mengajak saya dan dua orang lainnya yang juga teman saya, untuk mengikuti sebuah workshop yang bertemakan psikodrama. Hingga beberapa hari kemudian, kami berangkat ke salah satu hotel di dekat Tugu Jogja dan mulailah perjalanan saya mengenal psikodrama, DIMULAI…… Lanjutkan membaca “Saya dan Psikodrama demi Self Compassion”