3 Tahapan Utama dalam Psikodrama dan Sedikit Catatan Tambahan


Psikodrama terdiri dari tiga tahap utama, yaitu:

1. Pemanasan (Warming up)
2. Pentas (Action)
3.  Integrasi / Refleksi

Tiga tahap ini menjadi tahapan utama untuk membantu mengintegrasikan proses psikodrama ke dalam kelompok, dalam merancang spontanitas, dan mengaplikasikannya ke proses terapi. Boleh juga jika ingin ditambahkan untuk mengawali dengan tahap Perkenalan, dan diakhiri dengan tahap Penutup, berterima kasih dan bersalaman. Lanjutkan membaca “3 Tahapan Utama dalam Psikodrama dan Sedikit Catatan Tambahan”

Surplus Reality vs Rewriting History


Konsep ini digagas oleh Joseph Moreno dalam metode psikoterapi yang disebut psikodrama, di sini orang-orang menemukan tempat di mana segala sesuatunya dapat dia ciptakan untuk situasi kehidupan yang dihadapi atau bahkan yang belum terjadi. Situasi bermain dalam psikodrama ini membebaskan imajinasi individu untuk berkreasi dan memiliki efek ‘healing’ di dalam prosesnya. Dalam pola kehidupan sekarang ini, ketika semua orang dituntut untuk melakukan sesuatu sesuai dengan rule yang sudah ditentukan, ketika siswa dan mahasiswa dituntut untuk memberikan satu saja jawaban yang benar, maka ruang berimajinasi untuk menciptakan surplus reality ini pelahan-lahan dikebiri. Ketika ruang ini semakin sempit, maka jiwapun semakin ‘sakit’. Lanjutkan membaca “Surplus Reality vs Rewriting History”

Menambahkan “Surplus Reality” oleh Adam Blatner


Awalnya diposkan pada 14 Desember 2016

Saya menemukan sebuah buku oleh Rosilyn Wilder, seorang guru drama kreatif, berjudul “A Space Where Anything Can Happen” (New Plays Books, 1977). Ya, sesuai dengan harapan saya untuk memperluas kesadaran sehingga orang-bukan hanya orang muda, tapi juga orang tua, seperti kelompok usia saya! – dapat mengoptimalkan potensi. Lanjutkan membaca “Menambahkan “Surplus Reality” oleh Adam Blatner”