Apakah akan Muncul Agama Baru ?


Bertemu dengan orang yang mengaku sebagai trainer atau motivator, banyak kesamaan materi yang disampaikan, bahkan yang menarik gaya dan caranya pun mirip. Mereka menggugah motivasi orang orang agar tergerak karena uang, dengan kata lain mengajak untuk kaya raya.

Mereka menawarkan ritual, jalan menjadi sukses dan menunjukkan bahwa jalannya yang paling baik, paling benar, paling cepat untuk Kaya Raya sebagai syarat untuk bahagia. Lanjutkan membaca “Apakah akan Muncul Agama Baru ?”

7 Paparan Menemukan “The Essential-Man” Maksud Sebenarnya dari Realisme dalam Teater


Stanislavski—seorang aktor-direktor besar Rusia—memberikan suatu derajat pada kata aktor, suatu dignity, yang tak diperoleh sebelumnya. Ia membuat para aktornya sebagai orang-orang humanis dan psikologis, orang-orang yang memahami dan mengekspresikan perasaan-perasaannya, motif-motifnya , action dan strategi-strategi tingkah-laku manusia.

Ia menolak aktor-aktor yang malas, bebal, yang suka mejeng, melacur yang hidupnya hanya untuk dikeploki orang atau penonton. Aktor harus menghidupkan hidupnya “dalam seni”—latihan-latihan dan disiplin yang ketat, selalu menguji dirinya, standar-standar etika yang tinggi, mengejar selera yang baik di atas dan di luar pentas. Lanjutkan membaca “7 Paparan Menemukan “The Essential-Man” Maksud Sebenarnya dari Realisme dalam Teater”

Resolusi Tahun 2020 Gagal ? ya Membuat Lagi Saja untuk Tahun 2021 !


Resolusiku tahun 2020 (…. perlu memiliki 1000-an postingan, agar dapat jumlah kunjungan hariannya relatif stabil di atas 100. Sekarang sudah ada 650-an, sehingga kurang 350, kurang lebih bisa dipenuhi dengan sehari upload satu tulisan dalam setahun…). tidak tercapai, boleh dibilang gagal. Hanya tercapai 800 postingan, jadi tahun 2020 hanya sekitar 150 postingan saja. Itu juga ada tambahan dari tulisan teman. Banyak alasan yang dapat kupaparkan namun aku memilih untuk menerimanya saja. Lanjutkan membaca “Resolusi Tahun 2020 Gagal ? ya Membuat Lagi Saja untuk Tahun 2021 !”

Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #09 Merasa Disayang, Sesi Konseling Keenam


Aku merasa seperti disayang

“Suatu hari, saat aku berbelanja di supermarket, aku mendengar ada suara laki-laki paruh baya memanggil namaku dari belakang. Aku menoleh, awalnya aku bingung. Ternyata dia adalah mantan pacar mendiang ibuku, laki-laki yang pernah mengantarku ke panti asuhan. Dia ingin membicarakan sesuatu yang penting, tentang keberadaan ayah kandungku. Sudah saatnya aku mengetahuinya, katanya. Awalnya aku ragu, tapi aku tetap mengiyakan. Kami berbicara di sebuah warung makan. Dia bercerita soal mendiang ibuku yang dulu mengalami depresi. Di sini aku tidak akan membahas soal masa lalu ibuku karena ceritanya sungguh pilu. Mungkin aku tidak kuat menceritakannya. Jadi, singkat cerita, keesokan harinya dia mengantarkanku ke rumah ayah kandungku. Dulu katanya, ibuku sempat menjadi pembantu di sana, tapi dia diusir karena menjalin hubungan gelap dengan ayahku yang sudah memiliki istri. Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #09 Merasa Disayang, Sesi Konseling Keenam”

Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #02 Kepergian Ibu


“Mungkin ada pengalaman yang ingin diceritakan saat Anda tinggal di panti?”

Prita terdiam. Matanya sekilas memandangi perempuan yang sedang duduk di hadapannya. Tatapannya beralih ke name-tag yang dikenakan perempuan itu. Namanya Tunjung Mekar Sari, tertulis lengkap dengan gelar psikolog di belakang tulisannya. Prita menarik napas dalam-dalam, ia menyandarkan bahunya pada kursi empuk berwarna hitam. Pikirannya terlempar jauh, ketika ia berusia sepuluh tahun. Perlahan, dengan tatapan melamun, ia memulai ceritanya. Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #02 Kepergian Ibu”

Renungan Akhir Tahun dan Resolusi ; Berani Menyatakan, Inilah yang Kuperjuangkan Sepenuh Hidupku ?


Terinspirasi dari jawaban seorang peserta ajang kompetisi pencari bakat yang mengatakan diawal audisi bahwa, inilah hidupku, yang kuperjuangkan dengan sepenuh hidupku, (whole life ) Louisa Johnson – The X Factor 

Sebuah jawaban yang berani !

Totalitas !

Ditanggapi Simon Cowell dengan bertanya lebih lanjut, “Apa yang kau maksud dengan sepenuh hidupmu ?” Lanjutkan membaca “Renungan Akhir Tahun dan Resolusi ; Berani Menyatakan, Inilah yang Kuperjuangkan Sepenuh Hidupku ?”

Meski Pandemi Covid 19, Selalu Ada Peluang dari Situasi yang Terjadi bagi Seorang Aktor


Dunia adalah Panggung sandiwara, menggunakan drama sebagai alat bantu bukanlah hal baru. Para filsuf Yunani dan Romawi kuno sampai dramawan kontemporer,  telah menggunakan  sebagai cara yang menarik untuk bercermin dan mengeksplorasi kondisi manusia.

Pandemi menjadikan Kondisi Tidak Pasti

Lanjutkan membaca “Meski Pandemi Covid 19, Selalu Ada Peluang dari Situasi yang Terjadi bagi Seorang Aktor”

Ide Menulis Muncul dalam Perjalanan #Tips Menulis


Awalnya diniatkan untuk mengetahui bagaimana prosedurnya dalam mendapatkan Kartu Prakerja. Aku langsung saja mendaftar dan mengikuti arahan yang ada. Perlu fokus dan konsisten terus maju, akhirnya aku lolos mendapatkan Kartu Prakerja. 

Aku mendaftar pelatihan yang memang aku butuhkan, yaitu kelas menulis kreatif non fiksi. Aku ingin meningkatkan kemampuanku menulis untuk meningkatkan penyebaran Psikodrama dan menawarkan kegiatan pelatihannya. Lanjutkan membaca “Ide Menulis Muncul dalam Perjalanan #Tips Menulis”

Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental Menghadapi Pandemi Corona


Pandemi yang terjadi saat ini tentu telah menjadikan berbagai perubahan kebiasaan, perubahan perilaku, keadaan menjadi tidak pasti. Bagi kebanyakkan orang perubahan dapat membawa tekanan emosi, apalagi dibanjiri berita yang menakutkan dengan penularan Covid-19 yang cepat dan korban yang terus bertambah tiap hari. Lanjutkan membaca “Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental Menghadapi Pandemi Corona”

Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis


Namanya Prita. Tidak ada nama belakang. Seorang perempuan. Saat menginjak usia ke sepuluh, ia mulai hidup sebatang kara. Sejak kecil ia tidak tahu siapa ayah kandungnya bahkan hingga dewasa. Sebelum ibunya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri, Prita kecil sering mengajak ibunya bicara di kamar dalam sebuah kos-kosan sederhana, tapi hanya sedikit respon yang kerap diterimanya. Tidak ada yang bisa diajaknya bicara selain tetangganya. Seorang ibu-ibu paruh baya yang tinggal bersama dengan cucunya di kamar sebelah, orang pertama yang mengajarinya baca tulis dan naik sepeda. Orang pertama yang menumbuhkan kecintaannya pada buku tepat sebelum Prita tinggal di panti asuhan. Lanjutkan membaca “Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis”