Cerita Mawar #part 16 menjadi Teman yang Berkualitas


Aku menemukan sesuatu yang mencengangkan dalam minggu ini (21-2-2019). Kejadian mencengangkan mulai dari pertemanan, hubungan konseling, hingga topik perkuliah, serta dosen yang konon agak horor di mata kakak tingkat. Mari kita mullai dengan pikiran yang mengganggu diriku terlebih dahulu…

Entah kenapa sejak hari sabtu minggu lalu. Entah mengapa aku jadi menangis dan bersedih sangat lama ya sekitar 30 menit, dan entah kenapa juga aku tiba-tiba terbesit untuk menjadikan pemikiran dan emosiku dalam bentuk gambar, pada waktu itu aku menggambar HTP. Setelah itu aku mengirimkan gambar ini pada seseorang yang sedang dekat denganku, beliau berkata padaku makna dari gambar tersebut sama dengan makna Prapaskah, dan juga aku mendapatkan pesan singkat yang sangat menenangkan aku seketika itu juga. Pesan tersebut berisikan bahwa apapun pilihanku adalah baik adanya, tidak ada yang salah. Pilihlah sesuatu yang baru, dan ambil pengalaman serta terima konsukuensi, dengan syarat aku mesti siap dahulu, jika belum siap maka perlu persiapan terlebih dahulu. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 16 menjadi Teman yang Berkualitas”

Psikodrama Parenting dari Diskusi WAG


Berangkat dari sebuah video yang viral tentang kekerasan dalam rumah tangga, lalu muncullah ungkapan perasaan yang menjadi awal dari diskusi yang menarik.

Berikut diskusinya dengan diedit untuk tata tulis dan konfidensialnya.

K : Jangankan Orang lain Mbak,,
Lha Wong anake dewe ki lho…nek dong njengkelke yo di jenggungi😃😜😃

E : Sopo K ? Nek aku ora tau🤭
Soale welinge wong tuaku,sak jengkel-jengkelo mbi anak jok sampe cengkiling…ndak tuman jare
Dadi mpe anakku le cilik kelas 9 aku durung nate cilike njiwit gedhene ngeplak🤭
Ning janagan ditanya…barangng apa yang sudah jadi korban 😜

K : Lha okeh beritane lho ya 😃

J : Aku yo sok esmosi kok, bare, gelone ra ilang-ilang

E : Nah kan,palagi nek ndadak di morotangan,bekase isih ngecap,emosine wis ilang,kari gelone
Tapi ra maido yo,wong nek jengkel mbi anak kiy jiiiaaan😬
Nopo P ?

P : Aku tau mukul nyubit anakku😓

E : Ndak papa P, belum terlambat untuk berubah koq
Btw Yo tergantung si anak juga sih, ga bisa dipadakne mbi anak-anakku
Soale aku jinjo P, pernah duluuu banget,sekaline aku nyubit anakku pas masih TK, ya ampuun le nangis kelara-lara, mingsek-mingsek
Ra tegel aku
Trus ditambahi simak ngomongi ngono, ya wes tak eling-eling terus

P : 👍👍👍👍👍👍

E : Tapi sing no 2 rada tamblek juga😬
Nah iku kudu korban sapu mpe tugel, koco rak tv pecah🤭
Saking esmosine aku

Ch : Ga sama kondisi keluarga satu sama lain… kondisi ortu, anak-anak. Bahkan anak 1 dengan yang lain beda cara memperlakukan… meskipun teori parenting sudah banyak sekarangg. Yang terbaik masing-masing yg tau…
Jangan sampai terjadi seperti yang di video tadi. Amin..amin..amin…

E : Yups betul…..aku juga ga pernah ikut seminar parenting koq 🤭
Asal kita mau tanggap dan memahami karakter anak masing-masing ….pasti aman nyaman dan damai🤪
Kata orang-orang tua,wong pitik sak petarangan wae yo bedo-beda endog e😀
Malah ono le buthuk juga

RA : Pengalaman ini dpt direfleksikan, lalu dapat diceritakan pada si anak ketika usianya sudah mulai mengerti,…maka akan jadi cara memutus rantai kekerasan itu.

E: Yang besar terlalu pendiam om, ga di gong ga omong
Beda ma si kecil,paling suka nanya dulu waktu kecil dia gimana, kakak gimana?
Malah curcol🤭

RA : Ceritakan saja semua, dengan seluruh emosi yg menyertai..sebelum, sesaat, dan sesudah peristiwa itu…

P : Oke

RA : Pengenalan emosi yang menyertai menjadi penting…(karena salah satu dan mungkin yang utama, emosi itu adalah Cinta), selanjutnya dipahami bahwa cara mengungkapkannya mungkin tidak tepat atau menyakitkan. Oleh karena itu, sesal dan maaf juga perlu diungkapkan, agar utuh dalam menangkap keseluruhan “peristiwa” itu. Dengan demikian jadilah Rekonsiliasi, berdamai bersatu kembali.

J : 🙏🙏🙏Biyen bapakku gualak puol, tekane saiki aku yen pas galak kadang eling lha iki khan adegan ro dialog ke bapakku,…. njuk geli kemekelen dewe😂😂😂

RA : Pengalaman dirimu yg kauceritakan padaku, secara jujur dan utuh (melibatkan berbagai emosi yg menyertainya) yang jadi inspirasiku…Bro

P : Iya, aku terus minta maaf, kulihat ada kelegaan semoga tak ada dendam🙏

RA : ….dan semua dari kita paham bahwa Dia Sendirilah, Cinta, itu…🙏🙏🙏

E : Jam istirahat siang buat ngangsu kawruh seko dulur-dukurku👍 tq 🙏

 

Semoga bermanfaat. Terima Kasih

Keuntungan menerapkan Teori Peran ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (6)


sambungan dari :
21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (5)

Keuntungan dari Menerapkan Teori Peran
Salah satu dasar-dasar Teoritis Psikodrama yang lebih jelas adalah cara pendekatan Moreno terhadap Teori Peran. Dia adalah salah satu pelopor dari Teori Peran, dan pendekatannya secara tersirat menghadirkan dua tingkat permainan/peran, dengan memberikan jarak sehingga mampu untuk mengamati dan memodifikasi peran yang dimainkan. Tingkat kedua ini memungkinkan untuk Refleksi Diri yang lebih besar, dan proses “meta-peran” ini merupakan fungsi dari bagian Psikoterapi yang sesungguhnya.  Lanjutkan membaca “Keuntungan menerapkan Teori Peran ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (6)”