Supir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Selama 23 tahun, aku merasa hidupku terkesan begitu-begitu saja, lempeng-lempeng saja. Aku selalu berusaha mengatakan dan melakukan banyak hal agar orang lain senang, sedangkan aku terkadang merasa sebaliknya. Sejak kecil hingga sekarang hidupku selalu menuruti keinginan orangtuaku. Aku harus juara kelas. Aku harus mendapatkan beasiswa. Aku harus menang lomba. Aku harus ini dan kemudian itu. Lanjutkan membaca “Supir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

Psikodrama dan Tentang Memilih untuk Benar, untuk Baik, atau untuk Jujur dari Pengalaman di Yogyakarta


Surprised juga ketika keresahan bertahun_tahun itu simply terpetakan secara experiential dalam sebuah permainan psikodrama. Padahal baru tahap warming up. Dengan cepat aku merasa engaged.
.
Ada suatu masa di mana aku mempercayai sebuah quote, bahwa “adalah penting untuk berbuat benar, namun lebih penting untuk berbuat baik”. Buatku ini zona nyaman. Secara naluriah apa yang bikin orang lain hepi mudah membuatku juga hepi. Hingga suatu saat ada yang memantik pemikiran bahwa sesuatu yang tidak lurus tidak akan membawa kebaikan. Kalaupun terasa baik, mungkin itu semu. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan Tentang Memilih untuk Benar, untuk Baik, atau untuk Jujur dari Pengalaman di Yogyakarta”

Drama Lulusan Universitas Terkenal Tolak Gaji Pertama 8 Juta Rupiah


Ya,..beberapa hari lalu menjadi Trending topic di media sosial Twitter, seorang lulusan Universitas Negeri ternama menolak tawaran kerja yang akan digaji 8 juta rupiah, untuk level baru lulus kuliah. Pendapatnya ia upload di media sosial, Instagram dan menyebar luas.

Apa yang disampaikan di media sosial adalah pendapat pribadinya, itu hal yang sah saja. Namun ketika ia menyebut nama institusi, maka ada konsekuensi bahwa ada tanggapan yang berbeda, baik dari dalam institusinya sendiri maupun institusi sejenis yang lain. Lanjutkan membaca “Drama Lulusan Universitas Terkenal Tolak Gaji Pertama 8 Juta Rupiah”

Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis


Menulis butuh komitmen. Begitulah yang sering kita dengar. Aku sepakat bulat. Masalahnya bagaimana menumbuhkan komitmen dalam menulis ini?

Nah, disini, aku mau menuliskan pemikiranku bagaimana menumbuhkan komitmen tersebut.

Komitmen akan muncul dengan sendirinya jika menulis menjadi kebutuhan, bukan sekedar keinginan. Perlu untuk mencari alasan sehingga menulis bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan memiliki resiko yang nyata, konkrit, misalnya Pusing, mual mual…ups bercanda. Lanjutkan membaca “Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis”

Solusi Itu Muncul Ketika Berada Dalam Tindakan


Dari Pengalaman saya selama memberikan pelatihan, muncul ide ide baru, cara cara baru ketika berada dalam pelaksanaannya. Psikodrama berangkat dari spontanitas, sering saya menekankan pada dinamika yang terjadi, rancangan memang sudah saya bikin dengan runtut, namun tetap memberikan ruang ruang pengembangannya.

Berdasarkan dinamika peserta sering tidak mengikuti rundown, lalu muncullah ide baru, pengembangan baru, yang selanjutnya dapat menjadi bahan dan dapat disusun menjadi rundown baru. Lanjutkan membaca “Solusi Itu Muncul Ketika Berada Dalam Tindakan”

Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )


Suatu ketika saya membaca sebuah buku, tiba-tiba tangan saya mencari stoples dan mulai makan keripik. Saya bertanya apakah saya lapar? Seberapa banyak keripik yang harus saya makan untuk menghilangkan lapar saya. Rupanya perut saya mulai terasa penuh dan sebah tetapi saya masih mengunyah keripik tanpa melihat. Tangan meraih stoples otomatis dan menjejalkan keripik ke mulut dan mengunyahnya tanpa benar-benar di rasakan. Lanjutkan membaca “Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )”

Berkenaan dengan Tele Negatif #Tulisan 09 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Berkenaan Dengan Tele Negatif

Banyak masalah muncul karena orang menekan atau bereaksi berlebihan terhadap respons negatif mereka. Membantu orang untuk melihat bagaimana ini terjadi adalah tema yang berguna dalam terapi, bersama dengan mengeksplorasi beberapa cara yang lebih konstruktif untuk menangani tele negatif ketika itu terjadi. Lanjutkan membaca “Berkenaan dengan Tele Negatif #Tulisan 09 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”