Bagaimana Menemukan Makna Hidup dengan Psikodrama ( Psikodrama dan Psikologi Positif )


Burke menyatakan bahwa kehidupan bukan seperti drama, tapi kehidupan itu sendiri adalah drama. Bapak Psikodrama Moreno mengajak tiap untuk menjadi Protagonis. Aktor utama dari drama hidupnya. Tokoh utama yang menjadi pusat dan menentukan jalannya cerita hidupnya. Keputusannya menjadi penentu jalan hidupnya.  Kesadaran bahwa dirinya adalah protagonis menjadi pondasi untuk proses mendapatkan makna hidupnya.

Kehidupan adalah Pentas Drama. Aktor yang baik akan memahami situasinya dan menyiapkan diri membangun karakter diri yang sesuai peran yang dibutuhkan (Sadar Peran) dalam hal ini mengoptimalkan diri untuk berkontribusi.

Adam Blatner, menawarkan istilah baru : Psikodrama adalah Ekplorasi Tindakan (action exploration), dalam arti tertentu, dipandang sebagai cara meningkatkan kesadaran, berbagi aktivitas yang lebih dari sekedar berbicara, dan melalui tindakannya, berinteraksi dan bereksperimen.

Kita tidak selalu tahu kehidupan siapa yang kita sentuh dan menjadi lebih baik karena kepedulian kita, karena tindakan kadang-kala dapat memiliki percabangan yang tak terduga, yang penting adalah bahwa kita benar-benar peduli dan kita bertindak.Hal itu dinyatakan oleh Charlotte Lunsford, pemimpin pelayanan komunitas di buku “Empat Kunci Sukses Tanpa Harus Menjadi Besar, Big Vision Small Bussiness, yang ditulis Jamie S. Walters, diterbitkan oleh BIP Kelompok Gramedia tahun 2005.

Kita mempraktekkan psikodrama memilih peristiwa saat kita melakukan sesuatu. Kita jadikan drama, kita mainkan, kita refleksikan dengan teknik mirroring. Jadi kita tinggal menemukan bahwa tindakan kita dapat membantu orang menjadi lebih baik, maka hidup menjadi bermakna.

Come out and play 

Yogyakarta, 3 Desember 2022

Retmono Adi

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN ADALAH PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA


Merdeka!

Anggota DPRD Kota Palembang, M Syukri Zein viral di media sosial karena memukul seorang wanita gara-gara masalah antre BBM di SPBU.
Syukri mengaku ia memukul perempuan itu karena emosi tidak diberi jalan saat sedang mengantre BBM di SPBU Demang Lebar Daun Palembang, Jumat (5/8/2022).

Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia.
Hal ini dapat menimbulkan kerugian fisik, seksual dan mental baik secara langsung ataupun jangka panjang bagi perempuan dan anak, termasuk penyebab kematian.

Ada beberapa mitos dalam masyarakat, seperti: Lanjutkan membaca “KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN ADALAH PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA”

Playback Theater dan Psikoterapi (Healing)


Playback theater pada awalnya disajikan sebagai improvisasi dari teater. Kekuatan dari bentuk teater ini adalah pada terlibatnya para penonton sebagai penulis cerita, penuh spontanitas dan tidak membutuhkan persiapan yang lama. Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri yang signifikan pada para pelajar SMU yang berperan sebagai aktor di bidang ini. Mereka yang terlibat aktif di bidang ini memiliki resiko yang lebih kecil terhadap penyalagunaan obat-obatan. Beberapa rumah sakit melibatkan para perawat sebagai aktor dan para pasien sebagai penonton dalam playback theater, melaporkan naiknya optimisme hidup, kesembuhan dan tingkat kepuasan terhadap layanan.

Penelitian lain menunjukkan, peningkatan kohesifitas karyawan perusahaan, setelah secara reguler diadakan playback theater. Selain hal diatas, Playback theater dapat memiliki fungsi sebagai healing process, karena dalam Playback terdapat penerimaan kisah tanpa syarat. Si Pencerita dapat menceritakan kisahnya tanpa dievaluasi dan dihakimi. Kondisi inilah yang dibutuhkan dalam proses healing. Proses penceritaan ulang yang dilakukan oleh si pencerita memiliki peranan penting dalam proses healing. Saat si pencerita memutuskan untuk menceritakan kisahnya, pada titik inilah Si Pencerita memilih untuk membuka luka lama yang belum tersembuhkan.

Pada proses ini si Pencerita akan kembali mengangkat unfinish bussines-nya. Perasaan-perasaan negatif yang belum terselesaikan di masa lalu akan dikeluarkan, kemarahan, kesedihan, ketakutan akan dikeluarkan. Pada tahap ini, tampaknya kondisi si Pencerita memburuk, tetapi jika konduktor memiliki ketrampilan yang cukup, maka situasi ini adalah awal dari pemulihan.

Konduktor membantu agar energi emosi negatif yang selama ini tersimpan rapi dan ditekan dalam ketidak-sadaran si Pencerita dikeluarkan. Seringkali, Si Pencerita akan menangis dengan keras, menjerit atau berteriak dan tubuhnya bergetar. Disinilah konduktor berperan sebagai therapis, sentuhlah dengan lembut, tunjukkan dukungan dan sikap empatik. Bawalah si pencerita ke luar panggung menuju tempat lain yang lebih sepi. Mintalah si pencerita untuk menceritakan lebih banyak lagi tentang kepedihannya, menamai emosinya dan mengekpresikannya. Dorong dan ijinkan si Pencerita untuk mengekspresikan emosi negatifnya.

Sebagai therapis, konduktor harus memiliki kepekaan, terampil untuk menggali cerita, membantu si pencerita menamai emosinya, dan menunjukkan empati. Pada tahap tersebut, konduktor harus menunjukkan sikap empatinya, jangan menasehati, atau mencoba menghentikan tangis si Pencerita. Si Pencerita akan mengalami katarsis atau pelepasan enargi emosi yang negatif. Setelah menyelesaikan tahap ini, Si Pencerita akan merasakan kelegaan. Jika si pencerita merasa sudah siap, ajaklah kembali ke ruangan.

Tawari lagi agar kisahnya dimainkan ulang. Hargai pilihan si Pencerita, jika dia tidak menginginkan dimainkan ulang. Proses memainkan ulang pasca katarsis memiliki peranan penting, pada tahap ini, terjadi reframing. Subjek akan melihat lagi pengalamannya tetapi dengan jarak.

Hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan penggunaan Playback Theater adalah penggunaan metode ini pada daerah endemi konflik. Proses penceritaan yang dilakukan oleh seorang pencerita mungkin dapat menimbulkan histeria massa, khususnya jika kisah yang diceritakan merupakan trauma kolektif para penonton. Oleh karena itu, penggunaan playback theater di daerah endemi konflik, memerlukan persiapan khusus. Diperlukan tim yang berperan sebagai pembantu konduktor jika terjadi histeria massa.

Peran mereka adalah mendampingi para penonton yang menjadi histeris dan menjadi pemimpin terapi kelompok. Jika banyak penonton yang mengalami histeria, yang perlu dilakukan adalah memeluk dan memegang mereka. Mintalah mereka untuk saling berpelukan dan mendukung satu dengan yang lain. Pada tahapan ini, playback theater perlu dihentikan. Para penonton diajak masuk dalam kelompok , dan memulai proses terapi kelompok.

 

* dicuplik dengan sedikit penyesuaian dari

Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )

oleh BOEDI POERNOMO
Direktur Artistik Teater Putih

KEJUARAAN PEMBOHONG TERBESAR DI DUNIA


Merdeka !

Kalau Anda menganggap diri Anda seorang pembohong hebat dan bangga menceritakan kehebatan kisah hidup, cerita spektakuler, maka kompetisi Pembohong Terbesar di Dunia bisa menjadi acara terbaik yang perlu Anda ikuti.

Kontes ini terbuka untuk siapa saja yang hadir dan setiap calon pembohong diberi waktu lima menit untuk mengatakan ketidakbenaran terbesar dan paling meyakinkan yang dapat mereka kumpulkan.

Yang terbaik adalah cerita kebohongan yang menghibur, lucu dan fantastis.
Kontes diadakan di Eskdale di sisi barat tengah Lake District England. Lanjutkan membaca “KEJUARAAN PEMBOHONG TERBESAR DI DUNIA”

9 Pelajaran Utama dari Buku “Write It Down, Make It Happen”


“Write It Down, Make It Happen”

Tulisan ini selaras dengan ide terapi menulis, dan masih dalam ranah psikodrama, maka aku terjemahkan dan aku simpan di sini. Kali aja ada kawan yang berminat membaca dan dapat manfaat juga.

Yuks

  1. Jika kita secara spesifik menuliskan tujuan, kita akan mengaktifkan bagian otak kita yang membantu fokus pada tujuan tersebut. Visualisasi adalah cara untuk memandu otak kita ke tujuan yang kita impikan.
  2. Otak kita tidak pandai membedakan imajinasi dari kenyataan. Itu sebabnya kita selalu bangun sebelum kita jatuh di dalam mimpi. Jika kita menemukan cara menjadikan otak berpikir bahwa mimpi kita adalah kenyataan, itu akan menjadikan otak bekerja untuk mencapainya.
  3. Bagaimana cara terbaik untuk menjadikannya ? Dengan menuliskan tujuan spesifik untuk otak kita dan membiarkannya memprosesnya secara perlahan dan hati-hati. Belum lagi: berulang kali.
  4. Gunakan Sistem Pengaktifan Reticular kita untuk mendapatkan Manfaatnya.Otak kita memiliki fitur yang oleh para ilmuwan disebut “sistem pengaktifan reticular” atau disingkat RAS. Ini semacam filter otak yang membantu pikiran kita fokus pada hal-hal penting dan mengabaikan data yang tidak relevan.
  5. Jika kita menuliskan tujuan dan niat kita – baik dalam jangka pendek maupun panjang – Kita dapat melatih otak untuk menyaring hal-hal yang mungkin tidak mengarah pada pemenuhan harapan dan impian tersebut. Jadi, otak bawah sadar kita akan terus bekerja, bahkan ketika kita tidak mengetahuinya.
  6. Untuk memotivasi diri kita sendiri demi tujuan terbesar kita, capailah dari yang kecil terlebih dahulu dan tambahkan kemurahan hati dengan tujuan sosial.
  7. Menuliskan impian dan cita-cita kita seperti memasang papan bertuliskan, Open for Business.
  8. Menuliskan ketakutan, kita menghilangkan cengkeraman mereka pada kita; menuliskan kebalikan dari ketakutan, kita memberdayakan dan memberi energi pada kita untuk mulai berpikir secara berbeda.
  9. KIta tidak perlu menulis besarannya untuk mengungkapkan tujuan. Kita cukup menulis daftar item yang pendek dan sederhana, sespesifik mungkin, yang dapat memantapkan niat kita.

 

Semoga bermanfaat 🙂

 

Yogyakarta. 4 Maret 2022

Retmono Adi

 

*Terjemahan bebas dari utasan twitter @1deepNote

Tolong bantu kami dengan me-share kepada yang membutuhkan

Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri


Adalah kami Angkatan 91 Psikologi UGM. Beberapa dari kami membuat WAG untuk berlajar menulis. Di group itu aku menawarkan ide langsung membuat buku tentang perjalanan hidup sejak kami bertemu di tahun 1991 hingga 2021. Pengalaman selama 30 tahun yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa Psikologi dan adik-adik SMA yang ingin merangkai masa depan. Lanjutkan membaca “Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri”

Contoh Telekonseling dengan Terapi Menulis


Sebelum melaksanakan telekonseling dengan psikolog, tentunya merasa gugup karena pengalaman menjalankan konseling seperti ini dan tentunya tidak pernah terbayang bahwa akan mengalami hal seperti ini. Tetapi di satu sisi juga penasaran dan menantikan sesi telekonseling walaupun tidak tahu pasti apakah akan membantu atau tidak untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami.

Selain itu juga tidak disangka bahwa ketika bercerita, perasaan pun mulai meluap dan seakan-akan mengeluarkan segala unek-unek yang terpendam di dalam walaupun mungkin belum termasuk semuanya. Padahal bukan hanya sekali membagikan perasaan dan pikiran tersebut ke orang lain, ada juga ke teman, saudara, atasan, dan bahkan HRD. Tetapi tidak sampai ke tahap di mana air mata dapat dikeluarkan sedemikian banyak. Lanjutkan membaca “Contoh Telekonseling dengan Terapi Menulis”

Bagaimana Mengelola Pekerjaan Kantor yang Bertumpuk Menggunakan Psikodrama ?


Ada pertanyaan dari peserta saat Live Instagram pada Hari Rabu tanggal 24 Maret 2021 dengan tema Mengelola Stres Karyawan Menggunakan Psikodrama. Bagaimana mengelola pekerjaan kantor yang menumpuk. Sebelum menjelaskan pertanyaan tersebut, aku ingin memaparkan beberapa hal mengenai Psikodrama.

Moreno Bapak Psikodrama mengajak setiap orang menjadi Protagonis yaitu aktor utama dari drama kehidupannya. Menurut Stanislavsky aktor memiliki 3 Instrumen utama untuk berakting yang perlu diolah dan dikembangkan yaitu Tubuh, Pikiran, dan Perasaan. Ketiganya perlu dilatih agar aktor mampu berakting dengan baik. Akting yang baik dalam hal ini adalah aktor mampu mengintegrasikan dalam bentuk tindakan. Tindakan nyata dari ketiga instrumen itu dalam proporsi yang tepat agar sesuai dengan tuntutan perannya. Lanjutkan membaca “Bagaimana Mengelola Pekerjaan Kantor yang Bertumpuk Menggunakan Psikodrama ?”

Kepribadian Ganda yang Sehat


Multiple Personality Order

Originally posted on July 6, 2018

Bukanlah gangguan, (disorder) ini sehat kok (order), paling tidak tertiblah, tidak kacau. Aku adalah Board-Certified Psychiatrist dan ada “kondisi” yang disebut Gangguan Kepribadian Ganda. Saya ingin menyarankan adanya bentuk sehat yang disebut tatanan kepribadian ganda, juga dikenal sebagai keterlibatan sehat dalam banyak hal. Kepribadian orang memang bisa sangat bervariasi! Lanjutkan membaca “Kepribadian Ganda yang Sehat”

Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram


Pada tahap warming up ada satu teknik yang sering aku gunakan dalam mengajak peserta untuk lebih berani jujur pada diri sendiri, yaitu sosiometri, lokogram. Peserta aku minta melakukan pemilihan hal yang penting dalam hidup. Apakah mereka memilih untuk hidup secara benar, atau baik atau jujur.

Aku menentukan 3 titik di lantai dalam jarak tertentu, yang aku beri tanda dengan selendang warna. Titik 1 aku beri selendang warna putih untuk yang memilih bahwa yang penting dalam hidup adalah baik. Titik 2 warna kuning untuk benar dan Titik 3 warna merah untuk jujur. Lanjutkan membaca “Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram”