Perlu Melatih Rasio, Emosi, dan Tindakan; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mas didi waktu d medan.. trnyata barengan sm tmn sy di unpad..

Anaknya rasio bgt 😁

Mas nya rasa kl di kmi2 bykan pakai rasio ya mas?

Sepertinya begitu…🤗👍

Mass.. krna mengolah rasa, menyentuh emosi yg tdk menyenangkan, berhubungan dgn pengalaman2 yg tdk enak itu menyakitkan membuat org memilih untuk berlindung di balik dunia rasio?

Tidak sepenuhnya begitu…Ada org2 memang diberikan bakat rasio, atau Rasa, atau kinestetik…Kesemuanya perlu dilatih…

Hmm iya mass..

Sekolah terlalu menekankan rasio

Kurg menyentuh yg lain2 ya mas?

Yoiii

Hmm ok.. maturnuwun mas..


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Inspirasi Pagi, ternyata Psikodrama Melatih Faktor Utama yang Berpengaruh pada Kesuksesan


Psikodrama mengajak setiap Pribadi agar menjadi Protagonis, Aktor Utama dari drama hidupnya. Setiap orang diajak untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri (personal), orang lain (interpersonal) dan Sesuatu yang Lebih besar (transpersonal). Dasar dari membangun hubungan baik adalah berani jujur terhadap diri sendiri.

Ternyata Kejujuran merupakan Faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, menurut penelitian Thomas J. Stanley, Ph.D, seperti tulisan inspirasi Pagi yang kudapat dari Group WhatsApp dibawah ini. Lanjutkan membaca “Inspirasi Pagi, ternyata Psikodrama Melatih Faktor Utama yang Berpengaruh pada Kesuksesan”

Psikodrama Mengubah Saya, Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Jd kmrin2 dosenku di unpad jalan sm beliau..
Dia cerita ke tmn dekatku.

Mnrt beliau.
Ke aktifan saat ini yg aktif bgt
Adalah kompensasi dr kondisi di Palu itu.

Bgmn mnrt pandangan mas didi?

Ak mau tahu sudut pandang mas didi.

Dan kalau mas lihat sy, apa yg mas pikirkn ttg sy (yg mas didi ingin sampaikan)?

Bisa memahami pemikiran tsb,..dan ada bener nya…sejauh yg aku lihat itu baik…ya..lanjutkaan…!

Apalagi ada hubungan dg Psikodrama….(subyektifku) maka aku mendukung….

Menurut ak mmg psikodrama salah satu yg berperan besar mas.. dlm mengubah sy..

Mas, am i moving too fast from my pain?

Apa sy bergerak trlalu cepat dr kondisi itu & blm terlalu berproses mengolah lbh dalam dan dgn stillness, ketenangan dlm ngolah itu?

Sy terlalu cepat dan terburu2?

Waktu yg akan membuktikan,..sejauh dirimu merasa lebih baik,..dan memberi kontribusi pada orang lain….go ahead ajah…👍👍

Maturnuwun mas di 🙏🏻🙂🤗


Sengaja aku biarkan tulisan seperti apa adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, Seorang Survivor Palu, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Sopir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Selama 23 tahun, aku merasa hidupku terkesan begitu-begitu saja, lempeng-lempeng saja. Aku selalu berusaha mengatakan dan melakukan banyak hal agar orang lain senang, sedangkan aku terkadang merasa sebaliknya. Sejak kecil hingga sekarang hidupku selalu menuruti keinginan orangtuaku. Aku harus juara kelas. Aku harus mendapatkan beasiswa. Aku harus menang lomba. Aku harus ini dan kemudian itu. Lanjutkan membaca “Sopir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

Psikodrama dan Tentang Memilih untuk Benar, untuk Baik, atau untuk Jujur dari Pengalaman di Yogyakarta


Surprised juga ketika keresahan bertahun_tahun itu simply terpetakan secara experiential dalam sebuah permainan psikodrama. Padahal baru tahap warming up. Dengan cepat aku merasa engaged.
.
Ada suatu masa di mana aku mempercayai sebuah quote, bahwa “adalah penting untuk berbuat benar, namun lebih penting untuk berbuat baik”. Buatku ini zona nyaman. Secara naluriah apa yang bikin orang lain hepi mudah membuatku juga hepi. Hingga suatu saat ada yang memantik pemikiran bahwa sesuatu yang tidak lurus tidak akan membawa kebaikan. Kalaupun terasa baik, mungkin itu semu. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan Tentang Memilih untuk Benar, untuk Baik, atau untuk Jujur dari Pengalaman di Yogyakarta”

Drama Lulusan Universitas Terkenal Tolak Gaji Pertama 8 Juta Rupiah


Ya,..beberapa hari lalu menjadi Trending topic di media sosial Twitter, seorang lulusan Universitas Negeri ternama menolak tawaran kerja yang akan digaji 8 juta rupiah, untuk level baru lulus kuliah. Pendapatnya ia upload di media sosial, Instagram dan menyebar luas.

Apa yang disampaikan di media sosial adalah pendapat pribadinya, itu hal yang sah saja. Namun ketika ia menyebut nama institusi, maka ada konsekuensi bahwa ada tanggapan yang berbeda, baik dari dalam institusinya sendiri maupun institusi sejenis yang lain. Lanjutkan membaca “Drama Lulusan Universitas Terkenal Tolak Gaji Pertama 8 Juta Rupiah”

Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis


Menulis butuh komitmen. Begitulah yang sering kita dengar. Aku sepakat bulat. Masalahnya bagaimana menumbuhkan komitmen dalam menulis ini?

Nah, disini, aku mau menuliskan pemikiranku bagaimana menumbuhkan komitmen tersebut.

Komitmen akan muncul dengan sendirinya jika menulis menjadi kebutuhan, bukan sekedar keinginan. Perlu untuk mencari alasan sehingga menulis bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan memiliki resiko yang nyata, konkrit, misalnya Pusing, mual mual…ups bercanda. Lanjutkan membaca “Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis”